Kelor, Tanaman Ajaib Bermanfaat Untuk Obat Dan Sayur Bernutrisi Tinggi

Posted by

Siapa yang menyangka bahwa tanaman/pohon kelor sebenarnya memiliki manfaat kesehatan yang sangat besar, bahkan di negara besar seperti Amerika pohon kelor ini sudah dibudidayakan secara besar-besaran. Manfaat kelor dalam bidang kesehatan sudah terbukti untuk obat alami berbagai macam penyakii seperti untuk meringankan herpes, Obat rabun ayam, obat alami sakit kuning, untuk mengatasi cacingan, sakit mata serta mengatasi rematik dan pegal linu.


Biji kelor bisa dimanfaatkan untuk penjernih air kotor. Dengan metode sedemikian rupa, air yang semula kotor bisa dijernihkan dengan memanfaatkan biji kelor yang ditumbuk halus.

"Jangan kelor"  adalah sayuran dengan bahan daun kelor yang sangat populer di pedesaan, disukai semua kalangan dari anak-anak sampai orang dewasa bahkan orang-orang tua juga menyukai daun kelor yang disayur sebagai "jangan kelor" tersebut.

Daun Kelor dikenal sebagai salah satu daun sumber klorofil yang paling tinggi, dimana seperti diketahui klorofil sangat bermanfaat bagi kesehatan. Klorofil atau zat hijau daun ini sudah lama diproses sebagai obat herbal dan suplemen kesehatan.

Tanaman kelor juga merupakan tanaman yang sangat mudah dalam membudidayakan. Ada dua cara budidaya atau mengembangbiakkan tanaman kelor.

Cara pertama dengan menyemai biji kelor untuk mendapatkan bibit tanaman kelor dari anakan/kecil. Keunggulan cara pertama ini perakaran kelor akan kuat dan lebih bagus dari cara pertama hanya saja memakan waktu tumbuh yang lebih lama sampai bisa dipanen daunnya.

Sedangkan cara kedua adalah yang paling sering dilakukan oleh orang-orang di pedesaan yaitu dengan stek batang. Cara stek batang sangat sederhana, ambil saja batang kelor yang sudah agak tua atau yang sudah tua lebih baik, potong sekitar 0,5 meter sampai 1 meter, potongan batang kelor tersebut tinggal ditancapkan pada tanah yang gembur. Sirami secara rutin pagi dan sore hari maka dalam beberapa hari akan muncul tunas-tunas daun kelor yang mempunyai pertumbuhan yang cepat.

Tips untuk panen kelor sebaiknya dipatahkan dengan batang-batangnya sekalian jangan hanya diambil daunnya. Dengan dipatahkan batangnya maka akan muncul banyak tunas baru dan produksi daun kelor akan lebih banyak lagi.

Berikut ini beberapa manfaat tanaman kelor, cara membuat ramuan obat alami/herbal dari bahan kelor dan juga beberapa fakta medis hasil penelitian yang membuktikan khasiat dan manfaat tanaman kelor untuk kesehatan.

Cara Membuat Ramuan Kelor Untuk Obat Alami Berbagai Penyakit

Mengatasi Masalah Cacingan
Caranya: 3 gagang daun kelor, 1 gagang daun cabai, 1-2 batang meniran. Semua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring. Airnya diminum setiap hari.

Daun Kelor untuk Sakit Mata
Caranya: Tiga gagang daun kelor. Daun kelor ditumbuk halus, diberi 1 gelas air dan diaduk sampai merata. Kemudian didiamkan sejenak sampai ampasnya mengendap. Air ramuan tersebut digunakan sebagai obat tetes mata.

Mengatasi Sukar Buang Air Kecil
Caranya: Satu sendok sari daun kelor dan sari buah ketimun atau wortel yang telah diparut dalam jumlah yang sama. Bahan-bahan tersebut dicampur dan ditambah dengan 1 gelas air, kemudian disaring. Diminum setiap hari.

Obat Biduren (alergi)
Caranya: 1-3 gagang daun kelor, 1 siung bawang merah dan adas pulasari secukupnya. Semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas, kemudian disaring. Diminum 2 kali sehari 1 gelas, pagi dan sore.

Obat Reumatik dan Pegal Linu
Caranya: 2-3 gagang daun kelor, 1/2 sendok makan kapur sirih. Kedua bahan tersebut ditumbuk halus. Dipakai untuk obat gosok (param).

Kurap (herpes) dan luka bernanah
Caranya: Tumbuk daun kelor dengan kapur, lalu balurkan hasil tumbukan tadi pada luka/kurap.

Obat Rabun Ayam
Caranya: 3 gagang daun kelor ditumbuk halus, diseduh dengan 1 gelas air masak dan disaring. Kemudian dicampur dengan madu dan diaduk sampai merata. Laludiminum sekali sehari sebelum tidur.

Obat Sakit Kuning
Caranya: 3-7 gagang daun kelor, 1 sendok makan madu dan 1 gelas air kelapa hijau. Daun kelor ditumbuk halus, diberi 1 gelas air kelapa dan disaring. Kemudian ditambah 1 sendok makan madu dan diaduk sampai merata. Diminum, dan dilakukan secara rutin sampai sembuh.


Cara Memanfaatkan Biji Kelor Untuk Membersihkan Air Kotor

  • Langkah Pertama, Kupas kulit 20 biji kelor sampai bersih kemudian tumbuk halus.
  • Setelah itu campur dengan sebotol air bersih dan kocok hingga merata selama lima menit.
  • Kemudian Saring airnya
  • Selanjutnya tuangkan kedalam 20 liter air yang masih kotor.
Langkah Penjernihan Air dengan Biji Kelor
Teknik Penjernihan Air Dengan Biji Kelor
  • Sambil diaduk cepat awalnya (2 menit pertama), kemudian aduk perlahan hingga 10-15 menit. 
  • Setelah itu diamkan sekitar 1 jam, maka Anda akan melihat kekeruhan di dalam air banjir tersebut perlahan-lahan mengendap dibawah dan menyisakan air yang sangat bersih di atasnya. 
  • Setelah disaring dengan kain saringan tahu (atau kain apapun lainnya) maka akan ada hampir 20 liter air bersih siap minum – sedikit berkurang karena kotoran yang mengendap tadi.
Fakta-fakta Ilmiah Tentang Pemanfaatan Kelor

Antara Daun Kelor dan Magis. Selama ini daun kelor identik dengan dunia magis, untuk membuang kesaktian seseorang menjelang ajal. Biji klenthang alias polong kelor populer sebagai penjernih air. Namun, siapa sangka di balik itu semua daun kelor manjur sebagai panasea alias obat untuk beragam penyakit. Riset ilmiah mendukung kuat bukti empiris itu. Setahun lalu Valentina kedatangan pasien hepatitis C. “Matanya menguning, kulit tubuhnya juga kuning,” kata herbalis yang kerap mengajar yoga di India dan Thailand itu.

Herbalis itu meresepkan kelor dan beberapa herbal lain seperti sambiloto dan pegagan kepada penderita berusia 16 tahun itu. Setelah rutin mengonsumsi rebusan serbuk daun kelor, ia akhirnya sembuh sehingga batal opname di rumahsakit. Periset dari Anna Technology University, Tamilnadu, India, C Senthil Kumar, membuktikan bahwa daun kelor memang berkhasiat sebagai hepatoprotektor alias pelindung hati.

Menurut dokter sekaligus herbalis di Yogyakarta, dr Sidi Aritjahja, kelor mengandung antioksidan yang sangat tinggi dan sangat bagus untuk penyakit yang berhubungan dengan masalah pencernaan, misalnya luka usus dan luka lambung. “Bagian apa pun yang dipakai aman asal memperhatikan caranya,” ujar alumnus Universitas Gadjah Mada itu.

Minumlah rebusan daun kelor selagi air hangat. Sebab, efek antioksidan masih kuat dalam keadaan hangat. Menurut dr Paulus Wahyudi Halim di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, kelor memiliki energi dingin. Herbal seperti itu cocok untuk mengatasi penyakit dengan energi panas atau kelebihan energi seperti radang atau kanker.
Manfaat Tanaman Kelor terbukti ampuh mengatasi diabetes mellitus. Bukti empiris itu sejalan dengan hasil penelitian Jaiswal Dolly. Periset dari Departemen Kimia Universitas Allahabad, India, itu membuktikan ekstrak kelor lebih efektif menurunkan kadar gula darah daripada Glipizide, obat yang biasa direkomendasikan dokter untuk mengatasi kencing manis. Dalam riset tikus diabetes mellitus itu semula berkadar gula darah 300 mg/dl. Namun, setelah mengonsumsi 300 mg ekstrak daun kelor, kadar gula darah puasa 90 mg/dl pada hari ke-21.

Daun kelor bukan hanya mujarab mengatasi penyakit yang namanya berasal dari dokter di Yunani, Aretaeus (30 - 90) itu (bahasa Yunani: diabainein = pancuran, mellitus = manis). Faktanya banyak pasien beragam penyakit merasakan khasiat tanaman dari India utara itu. Damar Novaldi - bukan nama sebenarnya - misalnya, pada Maret 2011 merasakan sakitnya splenomegali. Menurut dokter spesialis penyakit dalam dari Universitas Airlangga, dr Arijanto Jonosewojo SpPD, splenomegali adalah pembengkakan limpa. 

Kelor memiliki banyak manfaat dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit. Tercatat, ada lebih dari 300 penyakit yang dapat disembuhkan dari kelor, baik dari daun ataupun buahnya. Tak heran, kelor menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari yang sering digunakan sebagai sayuran dan bahan baku obat-obatan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan bayi dan balita mengonsumsi daun kelor untuk masa pertumbuhan mereka. Selain itu, WHO juga menobatkan kelor sebagai pohon ajaib setelah melakukan studi dan menemukan bahwa kelor berjasa sebagai penambah kesehatan murah selama 40 tahun di negara-negara termiskin di dunia.
National Institute of Health (NIH) pada 21 Maret 2008 pun mengatakan, bahwa pohon kelor telah digunakan sebagai obat oleh berbagai kelompok etnis asli untuk mencegah atau mengobati lebih dari 300 jenis penyakit. Tradisi pengobatan ayurveda India kuno menunjukkan bahwa 300 jenis penyakit dapat diobati dengan daun moringa oleifera.

(Diolah dari berbagai sumber)

Loading...
loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Sakadoci Updated at: 02:54:00

0 komentar:

Loading...
Powered by Blogger.