Cara Menanam Rumput Odot Dan Indigofera Sp, Hijauan Pakan Ternak Unggul

Posted by

Kombinasi Hijauan Pakan Ternak Unggul, Indigofera dan Rumput Odot  

Pakan adalah pendukung utama suatu usaha industri peternakan, baik peternakan unggas maupun ternak besar/ruminansia (sapi, kambing, domba, kuda dll). Dalam industri peternakan sapi, ada salah satu jenis pakan yang wajib ada karena jenis pakan ini sangat mendukung keberhasilan usaha peternakan sapi. Jenis pakan ini adalah pakan alami sapi maupun ternak ruminansia lainnya. Jenis pakan yang dimaksud adalah hijauan atau biasa disingkat dengan istilah HMT (Hijauan Makanan Ternak).

Jenis pakan ternak yang berupa hijauan dapat bersumber dari dua bahan utama yaitu rumput dan legume. Rumput secara umum adalah sumber serat kasar yang sangat dibutuhkan ternak ruminansia untuk terjaminnya proses pencernaan pada 4 perut penyusun ternak ruminansia besar seperti sapi contohnya. Keempat bagian perut tersebut adalah retikulum, rumen, Omasum dan Abomasum. Serat kasar juga berguna untuk merangsang pertumbuhan bakteri-bakteri bagus dalam rumen sapi sehingga rumen bisa berkembang dan pencernaan sapi akan lebih baik.

Pakan Hijauan dari jenis legume biasanya adalah sumber protein alami yang sangat bermanfaat pada perkembangan sapi terutama untuk perkembangan perototan maupun perdagingan. Performance fisik sapi akan terlihat bagus dan berotot jika pakan sapi tercukupi kandungan proteinnya. Pemilihan sumber protein dari bahan legume karena penanamannya relatif mudah sehingga biaya pakan bisa ditekan serendah mungkin. Produksi protein dari legume ini juga bisa kontinu karena pada jenis-jenis legume unggulan bisa dipanen antara 60 - 90 hari sekali. Agar legume hasil panen bisa disimpan dalam jangka bisa juga dibuat dalam bentuk tepung daun.

Belakangan ini jenis pakan ternak berupa hijauan yang sedang sangat populer adalah Odot dan Indigofera. Odot adalah jenis pakan hijauan dari bangsa rumput sedangkan Indigofera adalah jenis legume unggul dengan kandungan protein yang sangat tinggi.

Berikut ini adalah cara membudidayakan kedua jenis hijauan ini dan saat terbaik dianjurkan untuk awal mula penanaman adalah menjelang musim penghujan.

Rumput Odot, Rumput Unggul dengan Potensi Menjanjikan

Saat ini budidaya rumput odot sedang digalakkan dikalangan petani dan peternak. Rumput odot sebagai hijauan pakan ternak memiliki keunggulan kandungan proteinnya lebih tinggi dari jenis rumput lainnya. Palatabilitas rumput odot ini juga lebih baik daripada rumput lainnya.

Keunggulan Rumput Odot:
  • Batang relatif pendek dan empuk
  • Pertumbuhannya relatif cepat
  • Sangat disukai ruminansia dibanding dengan jenis rumput yang lainnya
  • Daun lembut dan tidak berbulu
  • Mampu beradaptasi dengan kondisi lahan
  • Tidak memerlukan perawatan khusus
  • Dalam satu rumpun terdapat 50-80 batang
Kandungan Gizi dan Nutrisi Odot:
  • Kadar lemak daun 2.72%
  • Kadar lemak batang 0.91
  • CP daun 14.35%
  • CP batang 8.1 %
  • Digestibility daun 72.68%
  • Digestibility batang 62.56%
  • Protein kasar 14 % 
Data teknis  dikutip data dari “Pakistan Journal of Agronomy 2 (1) 52-58 2003”  yang dilakukan oleh Muhammad Yassin, M. Asghar Malik dan M. Shafi Nazir Jurusan Agronomi Universitas Agriculture Pakistan.

Cara menanam rumput odot :
Cara menanam rumput odot ada dua cara yang masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan. Cara pertama dengan menanam odot menggunakan stek batang rumput odot yang sudah tua. Sedangkan cara kedua adalah dengan menggunakan polls atau rumpun dari rumput odot. Cara penanaman dengan stek membutuhkan waktu yang sedikit agak lama sampai bisa berproduksi dibandingkan jika menanam rumput odot dengan memecah-mecah rumpun rumput odot. Keunggulan menanam dengan stek batang adalah jumlah bibit untuk stek batang bisa diperbanyak sesuai kebutuhan dengan panjang pemotongan yang bisa diatur sedemikian rupa. Berikut ini cara penanaman rumput odot menggunakan stek batang.

Penanaman dari stek
Bibit  odot dari ruas/batang dipotong sepanjang 15-25 cm lalu benamkan ke lahan.sebelum dilakukan penanaman sebaiknya lahan diberikan pupuk dasar yaitu pupuk kandang. Sebaiknya lokasi lahan cukup untuk mendapatkan sinar matahari

Pola Tanam
Monokultur  artinya pada lahan hanya ditanami rumput gajah odot sajaTanaman Sela, karena tanaman ini ukurannya lebih pendek rumput ini bisa ditanam sebagai tanaman sela dikombinasikan dengan hijauan pakan yang lain, dipematang sawah atau disela sela tanaman perkebunan dengan memperhatikan intensitas matahariRumput ini juga bisa digunakan untuk menahan erosi lahan dengan penanaman pada tanah.

Cara Penanaman
Bersihkan lahan yang akan ditanami rumput dari tanaman gulma dan semak belukar Buat gundukan tanah lebar 60-80 cm dengan tinggi 20 cm Tanam bbit rumput berupa stek minimal 3 ruas dan 2 ruas ditanam didalam tanah di tengah   gundukan Jarak tanaman dalam barisan 50-75 cm, jarak tanam antar barisan 75-150 cm

Pemupukan
Untuk pupuk dasar, berikan dan campur dengan pupuk kandang dengan jumlah 3 ton/ha.Untuk mempercepat pertu pertumbuhan dapat dilakukan pemupukan pada umur 15  hari setelah tanam dengan pupuk kimia majemuk (NPK) sebanyak 6 0 kg HaPupuk Cair / urine kambing fermentasi juga dapat digunakan sebagai bahan pupuk cair untuk pemupukan dengan aplikasi disemprot ke pada tanaman.

Pemanenan
Pertama kali penanaman rumput odot bisa dipanen pada umur 70-80 hari Ciri rumput yang sudah dapat dipanen adalah adanya ruas batang yang sudah berukuran 15 cm Umur panen pada musim penghujan 35-45 hari, pada musim kemarau 40-50 hari Potong pendek sejajar dengan tanah untuk pemanenan pertama kali sebaiknya dipanen lebih dari 60 hari atauditunggu batangnya   sampai dengan 30– 40 cm

Budidaya dan Cara Penanaman Legume Indigofera Sp.
Cara penanaman atau perkembangbiakan Indigofera Sp ada dua macam yaitu secara generatif menggunakan biji  dan secara vegetatif menggunakan batang tanaman yang kita tanam dengan metode stek batang. Untuk hasil terbaik dan perakaran yang kuat sebaiknya metode pembibitan yang kita pakai adalah dengan menggunakan biji indigofera.

Perbanyakan tanaman secara generatif
Sistem perbanyakan tanaman Indigofera Sp adalah biji dari tanaman yang sudah tua berumur sekitar 12 bulan dan belum pernah dipanen sama sekali. Buah yang diambil dijemur hingga kering dan diremas untuk dipisahkan dengan bijinya, setelah itu biji yang diambil dijemur selama 2 hari. Untuk menghindari kelembaban maka biji yang sudah dikeringkan tadi dikering anginkan selama 24 jam, untuk selanjutnya siap disimpan dalam bentuk kemasan yang rapat dan dapat dibuka kembali saat hendak disemai.

Perbanyakan tanaman secara vegetatif
Perbanyakan tanaman secara vegetative adalah cabang-cabang yang paling baik pertumbuhannya, terutama pada lahan yang sudah menghasilkan/produksi. Pemotongan perlu dilakukan dengan pisau yang tajam dan untuk menghindari memar/sobek, maka pada waktu pemotongan menjadi bahan tanaman/stek yang panjangnya + 30 cm.
Bahan yang akan dipotong dengan tangan, stek –stek tersebut tidak segera ditanam tetapi diikat dibiarkan selama 1 sampai 3 hari tempat yang teduh/dingin dengan ujung stek diletakkan diatas. Setelah permukaan potongan kering barulah stek dapat ditanam di lapangan.

Persiapan lahan
a. Penggemburan tanah
b. Dapat dilakukan dengan luku garu atau pencangkulan
c. Pemupukan dasar, pupuk yang digunakan adalah pupuk organik padat 10 kg / Ha, Soil treatment 250kg /Ha, dan pupuk makro 200 kg/ Ha berupa Urea, ZA, TSP, KCl , Dolomit, dengan perbandingan 3 : 4 : 1 : 3 : 3.
Penanaman Indigofera Sp.
a. Pengaturan jarak tanam (jarak yang digunakan adalah 75 cm jarak antar barisan, dan 50 cm jarak dalam barisan).
b. Bahan tanam yang berasal dari generatif disemaikan lebih dahulu dalam persemaian pendahuluan sampai berumur 4 – 6 minggu dapat dipindah tanam ke lapangan.
c. Bahan tanam berasal dari vegetatif/stek setelah berumur.

Pemeliharaan
Dalam pemeliharaan tidak jauh beda dengan tanaman lain pada umumnya, yaitu :
a. Penyiangan sebelum pemupukan dilakukan.
b. Pemupukan susulan :
- Susulan I : berumur 3 bst dengan dosis 100 kg / Ha
- Susulan II : berumur 8 bst dengan dosis 80 kg / Ha
- Susulan III : berumur 12 bst dengan dosis 80 kg / Ha
- Adapun pupuk yang digunakan adalah pupuk urea, ZA, TSP, KCl, dengan perbandingan 3 : 4 : 1 : 3 . Pupuk organik diberikan dengan dosis 20 kg/Ha untuk 5 kali pupuk susulan.

Pemanenan Indigofera Sp
Tanaman Indigofera Sp siap dipanen saat berumur 240 hst untuk satu kali pemanenan, selanjutnya dapat dipanen kembali dengan selisih waktu 90 hari dari saat pemanenan pertama. Pemanenan dilakukan dengan cara membabat tanaman dari batang sampai daun dan disisakan batang bawah untuk pertumbuhan tunas berikutnya. Umur tanaman indigofera dapat mencapai 3 tahun.

Penggunaan Indigofera Sp :
a. Umur potong pertama 8 bulan
b. Interval pemotongan 60 – 90 hari
c. Tinggi pemotongan 1.0 – 1.5 m dari permukaan tanah.

Kandungan Nutrisi Indigofera Sp
Daun Indigofera Sp mengandung : 
  • N 4,46 %; P2O5 0,02 %; K2O 1,95 %; CaO 4,48 % 
Indigofera tinctoria : 
  • N 5,11 %;, P2O5 0.78 %; K2O 1,67 %; CaO 5,35 % 
Komposisi nutrisi Indigofera Sp 
  • Bahan Kering 21,97 %Abu 6,41 %Protein Kasar 24,17 %NDF 54,24 %ADF 44,69 %Energi Kasar 4,038 Kkal/kg
Kecernaan Indigofera Sp
  • Bahan Kering 59,98%
  • Bahan Organik61,62%
Referensi:
Tarigan Andi, 2009. Produktivitas dan Pemanfaatan Indigofera sp Sebagai Pakan Ternak Kambing Pada Interval dan Intensitas Pemotongan Yang Berbeda.
Anggrodi R. 1990. Ilmu Makanan Ternak Umum. Cetakan Ketiga. Jakarta: PT. Gramedia.
Heyne K, Tumbuhan Berguna Indonesia, Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Departemen Kehutanan RI Jakarta 1987.
Sri Setijati Harjadi, Pengantar Agronomi. PT. Gramedia Jakarta, 1987
http://www.bbppkupang.info

loading...
Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Sakadoci Updated at: 18:47:00

0 komentar:

Loading...
Powered by Blogger.