Potensi dan Budidaya Ayam Arab, Ayam Buras Petelur Unggulan

Posted by

Mengenal Ayam Ara, Potensi Kelebihan dan Kekurangannya


Selayaknya ayam buras yang lain maka ayam arab juga bisa dipelihara sebagaimana layaknya ayam kampung. Tetapi ada yang berbeda dengan ayam buras biaya, ayam arab ini adalah ayam buras yang memiliki produksi telur sangat tinggi jika dibandingkan dengan ayam buras atau ayan kanpung lainnya.
Sedangkan dari segi daging ayam arab kalah dibandingkan ayam buras biasa karena warna dagingnya yang lebih hitam daipada ayam kampung. Ayam ini merupakan keturunan dari Ayam Brakel Kriel-Silver dari Belgia Disebut Ayam Arab karena dua hal: pejantannya memiliki daya seksual yang tinggi dan keberadaannya di Indonesia melalui telurnya yang dibawa oleh orang yang menunaikan ibadah haji dari Mekah.

Ayam arab memang tidak sepopuler ayam kampung, tetapi sebenarnya potensi ayam arab dalam hal produksi telur akan sangat menguntungkan jika dipelihara secara intensif karen ayam arab lebih tahan terhadap penyakit jika dibandingkan dengan ayam petelur ras. Hanya kelemahannya jika dibandingkan dengan ayam ras petelur adalah saat ayam ini diafkir, harga dagingnya atau harga ayam afkirannya akan kalah dengan ayam afkir petelur dari ayam ras. Kebanyakan masyarakat memanfaatkan Ayam Arab karena produksi telurnya tinggi, mencapai 250-260 butir per tahun dengan berat telur 40-45 gram. Bahkan hen day puncak produksi dengan pemeliharaan intensif dapat mencapai 80%.  

Ciri-ciri Telur Ayam Arab
  • Kuning telur lebih besar volumenya, mencapai 53,2% dari total berat telur
  • Warna kerabang sangat bervariasi yakni putih, kekuningan dan coklat. 
Ciri-Ciri Umum Ayam Arab
  • Warna kulit yang kehitaman dengan daging yang lebih tipis dibanding ayam kampung menjadikannya jarang dimanfaatkan sebagai pedaging.
  • Bulu sepanjang leher berwarna putih mengkilap, bulu punggung putih berbintik hitam, bulu sayap hitam bergaris putih dan bulu ekor dominan hitam bercampur putih. 
  • Jenggernya berbentuk kecil berwarna merah muda dan mata hitam dengan dilingkari warna kuning.
  • Ayam Arab adalah pejantannya pada umur 1 minggu sudah tumbuh jengger, dan betina induk tidak memiliki sifat mengeram. 
  • Dari penampilan tubuhnya, tinggi Ayam Arab dewasa mencapai 35 cm dengan bobot 1,5-2 kg. 
  • Kepalanya mempunyai jengger berbentuk tunggal dan bergerigi. 
  • Ayam ini berbulu tebal. Bulu di sekitar leher berwarna kuning dan putih kehitaman. 
  • Warna bulu badannya putih bertotol-totol hitam. 
  • Kokok suara jantan nyaring. 
  • Ayam Arab betina dewasa tingginya mencapai 25 cm dengan bobot 1,0-1,5 kg. 
  • Kepalanya berjengger tipis, bergerigi. 
  • Badannya berbulu tebal. 
Selama usia produktif antara 6 bulan - 1,5 tahun, betina arab terus-menerus bertelur, sehingga hampir setiap hari menghasilkan telur. Secara genetis Ayam Arab tergolong galur ayam buras yang unggul, karena memiliki kemampuan produksi telur yang tinggi. Kebanyakan masyarakat memanfaatkan Ayam Arab untuk menghasilkan telur bukan daging karena Ayam Arab memiliki warna kulit yang kehitaman dan daging tipis dibanding ayam buras biasa sehingga dagingnya kurang disukai masyarakat.

Jika dibandingkan dengan ayam buras biasa maka ayam arab memiliki beberapa kelebihan seperti:
  • Harga DOC tinggi dibandingkan ayam kampung biasa
  • Berat telur 40-45 gram. 
  • Warna kerabang telur putih.
  • Harga induk tinggi.
  • Ayam Arab termasuk tipe ayam kecil sehingga konsumsi pakan relatif lebih sedikit sehingga lebih efisien.
  • Libido seksualitas jantan lebih tinggi, mudah dikawinkan dengan ayam-ayam lain, dalam 15 menit bisa tiga kali kawin.
  • Bisa dijadikan untuk perbaikan genetik ayam buras 
  • Sifat mengeram hampir tidak ada, sehingga waktu bertelur panjang.
Disamping kelebihan ayam urab juga memiliki kelemahan jika dibandingkan dengan ayam kampung yaitu:
  • Wama kulit dan daging hitam sehingga harga jual afkirnya bisa menimbulkan masalah
  • Sifat mengeram hampir tidak ada, sehingga apabila dikembangkan di masyarakat harus ditetaskan di mesin tetas atau menggunakan ayam lain
  • Harus dipelihara secara intensif untuk mendapatkan produksi tinggi sesuai dengan kemampuan genetisnya
Budidaya dan Pemeliharaan Ayam Arab
Faktor pendukung budidaya Ayam Arab antara lain:
  • DOC / Bibit Ayam
  • Perkandangan
  • Pakan
  • Penanganan Penyakit
  • Pengafkiran
Pakan dan Perkandangan adalah faktor yang sangat menentukan keberhasilan produksi telur ayam arab. Pakan harus memenuhi semua kebutuhan nutrisi ayam agar produksi telurnya bagus sedangkan kandang harus dibuat sedemikian rupa agar ayam merasa nyaman dan ukuran kandang juga harus disesuaikan dengan umur ayam. Yang perlu juga diperhatikan adalah "penghangat dalam kandang" untuk ayam-ayam yang masih kecil. Sedangkan untuk pakan bisa menggunakan konsentrat ayam jadi yang saat ini sudah sangat banyak tersedia di toko-toko pertanian atau poultry shop - poultry shop di kota anda.

Berikut ukuran kapasitas kandang dibandingkan umur dan jumlah ekor ayam arab:
  • Untuk DOC kandang berupa Box dengan suhu/pemanasan menggunakan lampu, sekitar 35 derajad Celcius atau 95 Fahrenheit, untuk ukuran box 1m x 1m x 0,6 m sebaiknya diisi DOC tidak lebih dari 60 ekor. Box berguna untuk kandang DOC selama lebih kurang 7 hari dengan isi 60 ekor. 
  • Umur 7 - 14 hari populasi dilonggarkan menjadi 40 ekor per box dengan suhu 25 derajad celcius
  • Umur 14 - 21 hari populasi dijarangkan lagi menjadi 25 ekor per box
  • Umur 21 - 30 hari kapasitas kandang/box adalah 20 ekor/m persegi
  • Setelah umur 30 hari, ayam bisa dipindahkan ke kandang litter sampai umur 2 bulan dengan kepadatan 4 - 7 ekor per meter persegi.
  • Ayam yang siap bertelur dimasukkan dalam kandang battery yang berisi 1 ekor 1 kandang dengan ukuran Panjang x Lebar x Tinggi = 35 cm x 25 cm x 35 cm.
Catatan: Ayam arab mulai belajar bertelur pada umur sekitar 5 bulan.

Loading...
loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Sakadoci Updated at: 19:13:00

0 komentar:

Loading...
Powered by Blogger.