Budidaya dan Manfaat Bunga Aster

Posted by

Jenis Bunga Aster


Ciri-ciri / Deskripsi Bunga Aster :
Tanaman hampir menyerupai bunga kertas dengan ketinggian tanaman sekitar setengah meter lebih. Daun tunggal hampir sama dengan bunga matahari. Dan bunganya berdaun susun dengan berbagai warna, seperti contoh pada cuplikan gambar dibawah!


Manfaat dan Khasiat Bunga Aster Untuk Kesehatan
Dari beberapa fungsi dan kegunaan yang akan kami bahas, bunga aster sendiri mempunyai kandungan senyawa seperti : Asetat aurantimide, Epifriedelanol, Friedelin, b-amirin, Shionone, Stigmasterol, Friedel-3-ena, B-sitosterol, Karoten, Spinasterol, dll.

Nah pertanyaannya adalah : Apa saja Manfaat dan Khasiat Bunga Aster Untuk Kesehatan? Dibawah ini kami sudah merangkum jawaban ringkas yang bisa sobat ketahui, Diantara khasiat tersebut ialah : 

Mengencerkan dan mengelyarkan dahak.
Mengobati dahak diserta darah.
Obat batuk alami (Batuk kering, batuk kronis).
Mendinginkan tenggorokan kering.
Bersifat antibiotik, antineoplastik, ekspektoran dan farmakologi.
dll. 

Inti dari beberapa manfaat diatas sangat baik untuk tenggorokan dan juga paru-paru. Dan penggunaan dalam dosis yang tepat, Bunga aster ini bisa jadi salah satu alternatif pengobatan tradisional yang ampuh untuk segala jenis batuk.

Bahan dan cara penggunaan :
Siapkan akar sekitar 3-10gr. kemudian rebus dengan tenggang waktu sekitar 20 menit. Minum dua kali sehari tiap siang dan sore. Himbauan ! ! ! Penggunaan dosis tinggi serta dalam jangka panjang sangat tidak dianjurkan!

Di Indonesia bunga ini biasa disebut dengan nama Aster sedangkan di eropa bunga aster lebih dikenal dengan nama China Daisy. Perbedaan julukan atau nama tersebut tidak mempunyai arti bermakna karena dari segi keindahan dan bentuk bunga Aster itu sendiri mempunyai kualitas yang sama. Untuk mengetahui lebih detail mengenai bunga Astar ini, berikut klasifikasinya:
Keterangan

Kingdom atau Kerajaan Tumbuhan atau Plantae
Super Divisi Spermatophyta atau menghasilkan biji
Divisi Magnoliophyta atau Tumbuhan berbunga
Kelas Magnoliopsida atau Dikotil (Berkeping Dua)
Sub Kelas Asteridae
Ordo Asterales
Famili Asteraceae
Genus Callistephus
Spesies Callistephus Chinensis L. Nees

Manfaat dari Bunga Aster

Bunga Aster merupakan jenis bunga yang mempunyai nilai estetika atau keindahan yang khusus dibandingkan jenis bunga lain. Makna atau filosofi yang terdapat pada bunga Aster yakni melambangkan keceriaan, kesabaran, ketulusan, kesederhanaan, dan kesetiaan. Asteraceae merupakan keluarga asal dari bunga Aster dimana banyak terdapat variasi warna pada beberapa jenis bunga Aster.

Beberapa kelebihan dari bunga Aster tersebut, menjadikan bunga ini sangat disukai masyarakat untuk dirangkai menjadi kiriman bunga pada acara tertentu. Pemanfaatan bunga Aster adalah sebagai berikut:

Peluang Bisnis Usaha Bunga Potong

Bunga Aster merupakan bunga yang dapat dijadikan rangkaian kiriman bunga untuk acara tertentu untuk mengekspresikan perasaan pemiliknya. Dengan ini, banyak pengusaha bunga membudidayakan bunga Aster untuk dijual kembali dalam bentuk bunga potong yang sudah siap dikirimkan.

Bunga aster mempunyai nilai ekonomi yang tinggi karena banyak orang menyukai keindahan dari bunga ini. Semakin tinggi minat atau kadar suka dari masyarakat terhadap suatu barang maka akan semakin naik omset yang kita dapatkan.

Berekspresi Melalui Bunga Aster 

Bunga Aster adalah salah satu bunga yang berasal dari tanaman hias dari keluarga Asteraceae. Beberapa jenis bunga Aster mempunyai warna yang beragam dan sangat mudah dikombinasikan dengan bunga lain.Dalam kiriman bunga biasanya terdapat makna atau ekspresi perasaan dari pengirim untuk penerima karangan bunga tersebut. Jadi bisa dikatakan, bunga merupakan sarana berekspresi selain raut wajah ataupun perbincangan secara langsung.

Berbagi Keceriaan Menggunakan Bunga Aster

Bunga aster itu sendiri dapat melambangkan keceriaan dan berbagai perasaan lainnya. Untuk itu, bunga Astert merupakan pilihan yang sangat cocok bagi anda yang ingin berbagi perasaan menggunakan bunga.

Menghias Taman atau Pekarangan dengan Bunga Aster

Pada umumnya bunga Aster dapat tumbuh dan beradaptasi dengan berbagai macam suhu. Bagi pecinta bunga, tentunya mereka tidak akan membiarkan lahan tanah disekitar rumah atau pekarangan dan taman hanya ditumbuhi rumput liar bukan? Untuk itu, pemilihan bunga aster sebagai penghias taman atau pekarangan merupakan pilihan yang tepat untuk memperindah keadaan sekitar.

Penghias dalam Acara Pernikahan

Acara pernikahan akan semakin terasa menawan dengan berbagai hiasan yang menggunakan bunga untuk mempercantik dekorasi tertentu. Bunga Aster yang melambangkan kesetiaan dapat dijadikan simbol kebaikan dan harapan bagi sepasang suami istri untuk menjaga kesetiannya. Rangkaian bunga Aster dapat dijadikan penghias meja ataupun rangkaian bunga papan sebagai ucapan selamat. 

Tips Menanam dan Perawatan Bunga Aster

Jika anda tertarik untuk menanam atau merawat bunga aster maka anda juga harus mengetahui apa saja yang harus anda lakukan selama perawatan nantinya. Bunga Aster sendiri merupakan jenis bunga yang tidak sulit dalam hal perawatannya. Hanya saja bunga Aster membutuhkan kadar air yang lumayan banyak supaya tidak layu atau mati. Berikut tips perawatannya:
Pilihlah bibit bunga Aster dari biji yang berkualitas sehingga nantinya akan tumbuh bunga yang berkualitas pula.
Tebar biji bunga Aster pada media yang digunakan untuk menanam didalam pot atau polybag
Dalam satu media didalam pot atau polybag sebaiknya jangan menebar bibit terlampau banyak karena akan menghambat pertumbuhan antara bibit satu dengan yang lainnya
Setelah tumbuh, sebaiknya siram bunga Aster dua kali dalam sehari yakni pada waktu pagi dan sore
Gunakan pupuk tertentu yang dapat menyuburkan tumbuhan bunga aster serta mencegah tumbuhan tersebut terserang oleh hama.
Rutin memangkas tunas – tunas bunga aster supaya cabang – cabang baru segera tumbuh. Cabang ini nantinya dapat menentukan seberapa banyak bunga aster yang akan mekar.

Ragam-ragam bunga aster tersebut diantaranya adalah 

Aster chinensis tipe perincess, aster tipe ini memiliki bentuk warna merah muda, biru tua, biru muda, kuning tua dan warna putih.
Aster chinensis tire amerika, jenis aster tipe ini memiliki warna bunga yang biru, merah, merah muda dan lembayung.
Aster chinensis liliput, jenis aster ini memiliki warna putih, merah muda, biru dan merah tua.
Aster chinensis tipe giancome, jenis aster tipe ini memiliki warna bunga merah muda, merah tua dan wrna putih.
Aster novae anline, jenis aster tipe ini memiliki warna ungu muda
Aster incisus, jenia aster yang satu ini memiliki warna violet serta biru

Khasiat Bunga Aster Ungu (Zi Wan) - Dalam bahasa Cina bunga aster ungu disebut Zi Wan, jenis tanaman ni merupakan tanaman berbunga dari anggota aster. Tidak banyak ditanam di Indonesia namun populer di bagian wilayah Asia Timur, bahkan dalam bahasa Jepang disebut dengan ‘shion’ yang artinya “aku tidak akan melupakanmu”.

Rasa dari herbal ini tajam, pahit, dan bersuhu hangat. Kandungan kimia di dalamnya adalah shionone, friedelin, epifriedelanol, stigmasterol, friedel-3-ena, asetat aurantimide, b-sitosterol, b-amirin, karoten, spinasterol, dll.

Bekerja pada bagian tubuh organ paru. Berkhasiat mengobati: mentransformasi dahak dingin pada dahak yang sulit keluar, dahak berdarah, difisiensi dingin pada pasien lansia; berhenti batuk pada batuk kronis, batuk pada psien usia lanjut, membasahai paru-paru, batuk karena kekurangan; mengarahkan qi bawah pada aliran tertahan, batuk kronis, batuk kering, tenggorokan kliring, tidak ada dahak, paru-paru qi tenggelam; menyebar dingin pada tenggorokan kering, dahak yang sulit untuk diludahkan, batuk kronis pada pasien lansia; membasahi kekeringan batuk kronis.

Bagian yang digunakan adalah akar tanaman yang telah dikeringkan. Dosis; 3-10 gram, standar 6 gram. Dimasak selama 20 menit.

Efek farmakologi, antineoplastik, antibiotika dan ekspektoran. Dosis tinggi atau dalam pemakaian jangka panjang tidak dianjurkan. Kontraindikasi, api sebagai akibat dari difisiensi Yin, penggunaan selama kehamilan diperbolehkan.

Tanaman aster (Callistepus chinensis) yang banyak ditanam dan dipasarkan di Indonesia adalah aster Cina. Cina memang disebut-sebut sebagai negara nenek moyang tanaman aster. Tapi, konon nama aster berasal dari kata a star, yang artinya bintang. Hal ini barangkali karena penampilan sosok bunganya yang hamper menyerupai bintang, mulai dari bulat sampai mirip cakram. Juga, helaian bunganya yang tersusun membentuk lingkaran. Sementara tangkai bunganya ada yang pendek, ada yang panjang. Pun ukuran bunga bervariasi berkisar diameter 4-7 cm.

Sepintas, kadang kita rancu membedakan aster dengan krisan. Tampilan visualnya hampir sama. Namun, jika ditelusuri lebih cermat, kita akan tahu. Daun aster berwarna hijau, berbentuk lanset, tidak lebar, dan tepi daun agak bergigi. Tinggi tanaman juga bervariasi, tergantung varietasnya, yakni sekitar 20 cm (Aster tipe Liliput) hingga 75 cm (Aster Amerika). Tanaman ini tumbuh merumpun dan bercabang.

Daerah yang ideal untuk bertanam aster adalah daerah pegunungan. Namun tidak tertutup kemungkinan, di daratan rendah pun aster bisa tumbuh. Aster sendiri menyukai tempat yang terbuka atau terkena sinar matahari langsung. Itu berarti, aster yang biasanya dijadikan bunga potong (cut flower) dapat juga tampil cantik sebagai penghias halaman rumah.

Salah satu bunga yang sering digunakan untuk berbagai acara itu adalah bunga aster. Bunga satu ini punya keunggulan, karena bisa hadir hampir di setiap kegiatan atau acara. Mungkin itu karena bunga satu ini punya warna bermacam warna, bergantung jenisnya. Ragam warna bunga aster itu juga didukung oleh usaha mengintroduksi berbagai varietas dari Eropa dan Amerika.

Budidaya

Bibit bunga aster banyak terdapat di toko atau kios pertanian, dalam bentuk biji-biji aster, yang sudah berada dalam kemasan. Sebelum biji-biji tersebut ditabur, sediakan bak persemaian yang telah diisi media tanam. Media tanamnya berupa campuran tanah halus, pasir dan kompos (1 : 1 : 1). Siram air hingga lembap.


Buatkan larikan dalam bak persemaian, lalu sebar biji-biji tersebut. Tutup dengan tanah. Tak lama, biji-biji pun akan berkecambah, dan akhirnya kita akan mendapatkan bibit aster. Jika bibit aster memiliki daun 4 - 5 helai dan tingginya 10 - 15 cm, itu berarti aster siap ditanam di halaman.

Tanah halaman pun perlu diolah. Cangkul dan biarkan selama sekitar 2 minggu, lalu cangkul lagi. Buatkan bedengan dengan ukuran lebar 100 - 200 cm, lalu taburkan pupuk kandang di atas bedengan sebanyak 2 kg per meter persegi.

Kini, saatnya bibit ditanam. Caranya, buat lubang tanam, lalu bibit ditanam secara tegak pada lubang tersebut. Padatkan tanah di sekitar lubang tersebut, dan pasang penyangga bambu. Waktu tanam biasanya sore hari pada musim penghujan.

Langkah berikutnya adalah perawatan. Pemupukan dilakukan sebulan sekali. Gunakan pupuk NPK (15 : 15 : 15) sebanyak 1 sendok makan (10 gr) per rumpun. Cara pemupukan, masukkan dalam larikan, dengan jarak 10 - 15 cm dari batang tanaman, lalu bumbun lagi.

Jangan lupa melakukan pemangkasan pucuk (pinching). Ini dimaksudkan untuk merangsang pertumbuhan kuncup-kuncup. Dari kuncup-kuncup tersebut akan tumbuh dan berkembang menjadi cabang-cabang samping. Cara pemangkasan pucuk, pangkaslah kuncup terminal pada tanaman yang tingginya sudah mencapai lebih dari 15 cm atau berumur 3 bulan sejak tanam, dengan kondisi memiliki minimal 3 - 4 pasang daun.

Biarkan bekas pangkasan beberapa saat hingga tumbuh tunas-tunas baru. Kemudian teruskan dengan pemangkasan berikutnya, ketika tunas-tunas baru telah tumbuh sekitar 15 - 20 cm. Demikian seterusnya, dan pemangkasan dihentikan bila tanaman aster mulai membentuk bakal bunga.

Hama Minirder dan Phythopthora

Seringkali, tanaman aster mati gara-gara serangan hama. Sebut saja hama ulat minirder. Ulat ini suka bikin lorong-lorong berliku pada daun. Lama-kelamaan, daun pun akan kering dan rontok. Akibat rontoknya daun, proses pembuangan pun amat terganggu. Bagaimana penanganannya? Jika serangannya sudah menghebat, semprot dengan insektisida, seperti Curacron 500EC atau Decis 2,5 EC.

Tanaman aster juga sering terjangkit penyakit busuk daun. Penyebabnya jelas, cendawan Phythopthora sp. Semula, cendawan ini menghabisi daun-daun aster, lalu daun tersebut mengering, dan muncul warna cokelat sampai hitam. Celakanya, tanaman bisa menjadi layu, dan akhirnya mati.

Untuk mengatasinya, secara preventif, jagalah kondisi ideal sekitar tanaman aster. Misalnya pembuangan air lancar, tidak terlalu lebat, dan tidak lembap. Kalau tingkat serangan cendawan ini masih dini, potong bagian tanaman yang terserang, kemudian dibuang atau dibakar. Lain halnya jika serangan Phythopthora semakin membabi buta. Segera semprot dengan fungisida. Ada beberapa merek yang mudah didapatkan, seperti Dithane M-45, Scrobat 50WP, atau Kocide 77WP.

loading...
Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Sakadoci Updated at: 23:12:00

0 komentar:

Loading...
Powered by Blogger.