Benarkah Secara Medis Biji Pepaya Bermanfaat Bagi Kesehatan?

Posted by

Bukti Ilmiah Penelitian Manfaat Biji Pepaya Untuk Kesehatan Sebagai Obat Herbal Berbagai Jenis Penyakit.

Jangan buang biji pepaya, manfaat sebagai obat tradisional bermacam penyakit. Temukan hasil penelitian ilmiahnya dibawah ini.

Penelitian Biji Pepaya Untuk Obat Cacing

Secara tradisional biji pepaya dapat dimanfaatkan sebagai obat cacing gelang, gangguan pencernaan, diare, penyakit kulit, kontrasepsi pria, bahan baku obat masuk angin dan sebagai sumber untuk mendapatkan minyak dengan kandungan asam-asam lemak tertentu. Penelitian ini menggunakan biji pada buah pepaya umur 2, 3, dan 5 bulan dengan bakteri uji Escherichia coli dan Streptococcus pyogenes. Penelitian ini ingin mengetahui apakah umur buah mempengaruhi daya antibakteri pada bakteri uji.

Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa biji buah pepaya dapat menghambat Escherichia coli dan Streptococcus pyogenes dengan kemampuan menghambat tertinggi terhadap Escherichia coli diperoleh pada umur 5 bulan dengan zona hambat yang diperoleh sebesar 117,5145 mm2, sedangkan untuk Streptococcus pyogenes diperoleh pada umur 3 bulan dengan zona hambat yang diperoleh sebesar 49,5335 mm2. Pengujian KHM pada penelitian ini menggunakan variasi konsentrasi 1, 5, 25, 50, 75, dan 100% dan hasil yang diperoleh menunjukkan konsentrasi 1% sudah dapat menghambat bakteri uji dengan diameter 9 mm untuk Escherichia coli dan 8,5 mm untuk Streptococcus pyogenes.

Penelitian biji pepaya untuk Menurunkan Kadar Kolesterol Jahat (LDL) Dalam Dalam

Penelitian dilakukan oleh beberapa mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FKIK – UMY) yang melakukan penelitian terhadap ekstrak biji buah pepaya dan berhasil mengungkapkan jika biji buah tersebut ternyata juga berkhasiat bagi kesehatan manusia.

Hal tersebut disampaikan salah satu peneliti, Muti’ah Nuraini, di Kampus Terpadu UMY, Selasa (13/9). Penelitian ini dibimbing oleh S. Orbayinah (Bagian Biokimia FKIK-UMY) dan dibantu tiga mahasiswa lainnya, D. Asharini, A.P. Dewi, N.Wulandari.

Menurut Muti’ah , dalam penelitiannya mengenai jus biji buah Pepaya (Carica papaya L), mereka menemukan jika biji pepaya terbukti secara signifikan dapat menurunkan kadar kolesterol dan LDL (lipoprotein densitas rendah), serta meningkatkan kadar HDL. Analisa ini memberikan hasil signifikan yang bermanfaat bagi orang dengan konsumsi jus biji buah pepaya karena berdasarkan analisis fitokimia, ekstrak biji pepaya ini menunjukkan adanya alkaloidflavonoidtaninsaponin, dan anthocyanosides. “Dengan adanya kandungan ekstrak tersebut, biji buah ini mempunyai efek hipolipidemia dan anti oksidan dalam darah.” terangnya.

Lebih lanjut Muti’ah menerangkan jika efek hipolipidemia sangat berguna bagi terapi alternatif hiperlipidemia yang disebabkan adanya lemak nabati atau kolesterol dalam jumlah terlalu tinggi. “Jika kalori dalam makanan yang dikonsumsi melebihi dari batas yang diperlukan oleh tubuh, kalori yang berlebihan akan tersimpan di dalam otak dalam bentuk trigliserida dan menjadi lemak, lalu hal tersebut menyebabkan kandungan lemak dalam darah meningkat,” paparnya.

Biji Pepaya
Secara khusus saponin yang ada dalam biji buah pepaya, bermanfaat untuk menurunkan aktifitas kolesterol serum seperti aksi resin, yaitu dengan mengurangi sirkulasi enterohepatik asam empedu. “Melalui penghambatan reaksi oksidasi kolesterol LDL ini maka dapat menurunkan kadar kolesterol darah,” tambah Muti’ah.

Penelitian Manfaat Biji Pepaya Untuk Obat Diare

Upaya pengobatan diare sebagian besar dengan obat kimia yang dapat
menimbulkan efek samping. Maka diperlukan alternatif obat herbal antidiare dari jenis tanaman salah satunya biji pepaya dengan senyawa aktif yang mampu menekan diare. Tujuannya adalah mengetahui efektivitas biji pepaya sebagai obat diare dengan dosis pemakaian yang tepat.

Penelitian menggunakan dua tahap. Tahap I pembuatan ekstrak metode RAK dua faktor dengan analisa total tanin, fenol, rendemen. Faktor I adalah jenis biji pepaya (biji pepaya mentah dan matang). Faktor II adalah jenis pelarut (etanol 96%, aseton, etil asetat). Tahap II pengujian in vivo metode RAL dengan analisa konsistensi, berat, diameter feses serta lama terjadinya diare dengan perbandingan dosis 200, 400, 800 mg/kgbb. Data dianalisa ANOVA.

Hasil menunjukkan jenis biji dan jenis pelarut berpengaruh nyata terhadap total tanin dan fenol. Perlakuan terbaik diperoleh tanin 7758.84 ppm, fenol 4321.77 ppm, rendemen 19.47%. Total rentang waktu diare tercepat 6.48 jam dengan pemberian dosis 800 mg/kgbb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biji pepaya dapat dimanfaatkan sebagai obat diare alami.

Bagaimana Cara Mengolah dan Mengonsumsi Biji Pepaya Sebagai Obat

Ada dua cara. Pertama, biji pepaya itu diblender dan disajikan seperti kita membuat jus. Kedua, dengan mengeringkannya, dan meblendernya, sebelum kemudian menyeduhnya seperti kita menyeduh kopi.

Untuk cara kedua, begini langkah yang harus dilakukan.

1. Cuci biji pepaya, lantas jemur 2-3 hari.
2. Setelah kering, blender/tumbuk biji pepaya tersebut hingga jadi serbuk.
3. Ambil satu sendok teh serbuk dan campur dengan satu gelas air hangat. Bisa dicampurkan dengan madu atau sedikit gula agar rasanya lebih nikmat. (Atau bisa dibuat Jus langsung campur daging buah pepaya dengan bijinya dan minum 1-2 gelas jus biji pepayatersebut setiap hari).

Rasakan hasilnya dalam 14 hari pencernaan menjadi makin sehat tubuh makin bugar. Cara ini juga terbukti mampu menurunkan kolesterol darah yang sebelumnya kolesterol 270, dalam 10 hari menjadi 170.

Loading...
loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Sakadoci Updated at: 18:48:00

0 komentar:

Loading...
Powered by Blogger.