Bukti Ilmiah Manfaat Kencur Bagi Kesehatan

Posted by

Kencur, Siapa tidak kenal minuman kesegaran tradisional yang sudah sangat populer, beras kencur. Kombinasi antara beras, kencur dan bahan lain menjadikan minuman ini sangat nikmat dan menyegarkan, apalagi jika diminum sehabis berolah raga atau saat cuaca panas dengan tambahan beberapa butir es batu.

Kencur adalah tanaman yang sudah lama dikenal sebagai kekayaan bumbu dan rempah masakan/Kuliner Nusantara sebagaimana jahe, laos dan kunyit serta bumbu dapur lainnya.

Kencur sudah lama dimanfaatkan sebagai pereda serak ditenggorokan dan melancarkan pernafasan. Kencur juga sangat efektif jika dimakan mentah tanpa dikupas untuk dijadikan obat batuk yang membandel terutama untuk batuk tidak berdahak. Anda bisa mencoba mengobati batuk yang tidak sembuh sembuh dengan rajin mengonsumsi kencur tanpa dikupas pagi dan sore. Mau tahu caranya? Ambil 1 buah rimpang kencur ukuran sedang, cuci bersih, cocol pada garam untuk mengurangi rasa tidak nyaman, makan dan kunyah-kunyah sampai lembut kemudian ditelan. Lakukan secara rutin, biasanya dalam 2 - 3 hari gangguan batuk membandel akan sangat berkurang. Ingat, kencur jangan dikupas hanya dicuci saja sampai bersih. Silakan dicoba semoga bermanfaat.

Pada Rimpang Kencur terdapat beberapa senyawa kimia diantaranya pati, minyak mineral, atsiri, asam cinnamic, asam metil kanil, penta dekaan, dan ethyl aster. selain itu, kencur juga mengandung asam anisic, paraeumarin, borneol, kamphene, gam. dan alkaloid.

Manfaat kencur bagi kesehatan apakah sudah terbukti secara ilmiah? Pertanyaan inilah yang menggelitik penulis untuk coba mengumpulkan berbagai makalah atau penelitian tentang kencur sebagai referensi tentang manfaat kencur bagi kesehatan secara ilmiah dan medis.

Berikut ini beberapa penelitian tentang manfaat kencur:

Penelitian Manfaat Kencur Sebagai Anti Radang
Kencur (Kaempferia galanga L.) merupakan salah satu tanaman Suku Zingiberaceae yang diketahui mengandung minyak atsiri. Secara empirik rimpang kencur sering digunakan sebagai obat tradisional, salah satunya untuk mengobati radang (inflamasi). Sampai saat ini, belum pernah dilaporkan aktivitas antiinflamasi dari ekstrak rimpang kencur.

Penelitian ini bertujuan mempelajari aktivitas antiinflamasi, kandungan minyak atsiri, dan pengaruh kandungan minyak atsiri tersebut terhadap aktivitas antiinflamasi rimpang kencur. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rimpang kencur yang berasal dari dua daerah yaitu Kabupaten Subang dan Kabupaten Sukabumi. Aktivitas antiinflamasi ditentukan melalui uji terhadap inflamasi akut yang diinduksi dengan karagenan dan analisis kandungan minyak atsirinya dilakukan menggunakan GC/MS.

Hasil pengujian aktivitas antiinflamasi menunjukkan bahwa ekstrak rimpang kencur dari Kab. Subang dapat menginhibisi inflamasi sebesar 36,47±2,46; 40,07±2,09; dan 51,27±2,63 % sedangkan dari Kab. Sukabumi menghambat sebesar 40,19±4,12; 39,44±6,66; dan 48,90±5,09 % berturut-turut pada dosis 18, 36, dan 45 mg/kg bobot badan tikus. Kadar minyak atsiri ekstrak rimpang kencur dari Kab. Subang lebih kecil yaitu sebesar 5,825% dibandingkan kadar minyak atsiri ekstrak kencur dari Kab. Sukabumi(14,41%), namun rimpang kencur dari Kabupaten Subang maupun dari Sukabumi mengandung minyak atsiri yang sama yaitu 2,4,6-trimetil oktan, etilsinamat, limonen dioksida, asam etil ester 3-(4-metoksifenil)-2-propenoat, dan etil p-metoksisinamat.

Manfaat kencur sebagai anti radang ini  menjadikan kencur bisa digunakan sebagai obat alami untuk radang tenggorokan, batuk dan gangguan pernafasan lainnya.

Penelitian Manfaat Kencur Untuk Obat Luar (Kulit)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya efek daya hambat ekstrak etanol rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) terhadap Trichophyton mentagrophytes, yaitu jamur jenis kapang penyebab penyakit kurap pada kulit, dan Cryptococcus neoformans, jamur jenis ragi penyebab penyakit paru pada
manusia atau hewan. Penelitian dilakukan di laboratorium Mikologi Balai Besar Penelitian Veteriner (BBALITVET) Bogor mulai Februari sampai April 2008. Ekstrak etanol rimpang kencur yang digunakan diekstraksi di Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik (BALITTRO), Bogor.

Pengujian dilakukan dengan uji in vitro dengan metode tuang (pouring dilution method). Ekstrak kencur diencerkan pada taraf 0,03; 0,06; 0,09; 0,12; dan 0,15% untuk diuji daya hambatnya terhadap T. mentagrophytes, dan 0,25; 0,50; 1,0; 1,5; dan 2% untuk uji daya hambat terhadap C. neoformans. Masing-masing 1 ml ekstrak dan jamur uji yang dilarutkan dalam air suling steril (enceran 10-3) dituangkan ke dalam cawan petri steril, lalu dicampur secara merata. Kemudian media agar Sabouraud yang dicairkan, dituangkan ke masing-masing cawan petri. Setelah membeku, biakan diinkubasi pada suhu 37 derajad C selama 5 hari. Pengujian dilakukan dengan 3 kali ulangan.

Pengamatan dilakukan terhadap pertumbuhan koloni jamur uji, dan dihitung jumlahnya. Pada enceran ekstrak yang menunjukkan tidak adanya pertumbuhan koloni jamur, ditentukan sebagai nilai konsentrasi hambat minimal (KHM). Hasil penelitian menunjukkan nilai KHM ekstrak adalah 0,15% terhadap T. mentagrophytes, dan 2% terhadap C. neoformans. Daya hambat ekstrak rimpang kencur lebih besar terhadap T. mentagrophytes dibandingkan dengan C. neoformans.

Penelitian Manfaat Rimpang Kencur Untuk Menghambat Pertumbuhan Bakteri E. Coli
Rimpang Kencur, Antimikroba, Escherichia coli Escherichia coli merupakan bakteri patogen yang dapat menimbulkan gastroenteritis akut. E. coli dilaporkan sudah mengalami resisten terhadap beberapa obat antimikroba sehingga perlu dilakukan penelitian untuk menemukan alternatif terapi lain. Alternatif terapi adalah menggunakan bahan alami sebagai bahan antimikroba, yaitu rimpang kencur (Kaempferia galanga L.). Kandungan aktif rimpang kencur yang diduga bermanfaat sebagai antimikroba adalah saponin, minyak atsiri, alkaloid, flovanoid serta tanin.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antimikroba ekstrak rimpang kencur (K. galanga L.) terhadap E. coli. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode difusi kertas cakram untuk menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM). Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah E. coli yang diperoleh dari Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Konsentrasi ekstrak rimpang kencur yang digunakan yaitu 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%, masing-masing dengan tiga kali pengulangan. Analisis data menggunakan one way ANOVA pada taraf signifikan 5%.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rimpang kencur berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan E. coli. Konsentrasi minimum yang dapat menghambat pertumbuhan E. coli adalah 80% dengan diameter hambat 16,79 mm.

Beberapa Contoh Pengobatan Alami dengan Kencur

Untuk Mengobati Gangguan Perut (Mulas)
Caranya: Siapkan 1 rimpang kencur kemudian cuci sampai bersih. Parut kencur yang sudah kita bersihkan tersebut. Tambahkan dua sendok makan air masak dan sedikit garam. Saring ambil airnya. Minum air ramuan tersebut. Lakukan perawatan tersebut 2-3 kali sehari.

Untuk Mengatasi Gangguan Pada Otot (Keseleo)
Caranya: Ambil 1 rimpang kencur cuci bersih. Campur rimpang kencur tersebut kesegenggam beras yang sudah direndam air. Tumbuk sampai halus kedua ramuan tersebut. Balurkan atau oleskan pada bagian tubuh yang keseleo.

Obat Alami Untuk Diare
Caranya: Siapkan 2 rimpang kencur dan cuci bersih. Ambil juga Dua siung bawang merah. Tumbuk sampai halus kedua ramuan tersebut. Bungkus kedua ramuan yang sudah kita tumbuk tersebut dengan daun pisang. Bakar beberapa saat (jangan sampai gosong, hanya hangat). Balurkan atau oleskan ramuan tersebut kebagian perut.

Mengatasi Radang Lambung
Caranya: Siapkan 2 rimpang kencur sebesar ibu jari dikuliti sampai bersih dan dikunyah. Di telan airnya, ampasnya di buang, kemudian minum 1 gelas air putih dan diulangi sampai sembuh.

Mengatasi Flu
Caranya: Siapkan 1 rimpang kencur sebesar ibu jari dan 2 lembar daun kemukus, ditumbuk halus kemudian ditambah beberapa sendok air hangat, lalu dioleskan seputar hidung.

Mencegah dan Mengobati Masuk Angin
Caranya: Siapkan 1 rimpang kencur sebesar ibu jari dikulit bersih, lalu di makan dengan garam secukupnya, kemudian minum 1 gelas air putih. Dapat di lakukan 2 kali sehari.

Meringankan Sakit Kepala
Caranya: Siapkan 2-4 lembar daun kencur di tumbuk halus, lalu dioleskan ( dikompres/pilis ) pada dahi. Biarkan ramuan ini beberapa lama pada dahi.

loading...
Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Sakadoci Updated at: 23:51:00

0 komentar:

Loading...
Powered by Blogger.