Obat Alami Untuk Hepatitis dan Cacingan, Tanaman Daruju

Posted by

Cara Membuat Ramuan dan Memanfaatkan Tanaman Daruju Untuk Obat Kanker, Hepatitis dan Cacingan
Demikian banyaknya herbal atau tanaman obat yang tersebar di seluruh nusantara dan lebih banyak lagi yang orang awam tidak tahu bahwa mereka adalah tanaman obat yang bermanfaat untuk mengobati berbagai macam penyakit. Salah satu tanaman obat yang jarang diketahui oleh orang awam padahal bisa untuk mengobati hepatitis dan penyakit lainnya adalah tanaman Daruju.
Tanaman Daruju. Tanaman ini memiliki batang bulat silindris, agak lemas, permukaan licin, berwarna kecokelatan, berduri panjang dan runcing, Berkayu,dan bercabang. Tumbuhan daruju dikategorikan sebagai semak tahunan, memiliki batang basah, tumbuh tegak atau berbaring pada pangkalnya, tinggi 0,5-2 m, dan berumpun banyak.

Sinonim Daruju : Acanthus doloariu Blanco., Acanthus ebracteatus Val., Acanthus volubilis Wall., Dilivaria ilicifolia Nees. (Juss. ). Bahasa Jawa: daruju, Jeruju, Bahasa Mandarin China: Lao shu le. Bahasa Inggris: sea holly. Nama simplisia: Acanthi Radix (akar daruju).
Daun, akar dan biji tanaman daruju mengandung saponin, flavonoida dan polifenot, di samping itu bijinya juga mengandung alkaloida. Daruju memiliki khasiat obat, terutama pada akar yang mengandung flavone dan asam amino. Tumbuhan daruju diyakini berkhasiat sebagai antiradang (antiflogistik) dan peluruh dahak (ekspektorans). Biji berkhasiat sebagai pembersih darah.
Tanaman jeruju dikenal juga dengan nama daruju, tanaman yang berasal dari tanah Melayu dan tanah Jawa tumbuh liar di daerah pantai, tepi sungai, serta tempat-tempat lain yang tanahnya berlumpur dan berair payau, tumbuh tegak atau berbaring pada pangkalnya; tinggi 0,5-2 meter, berumpun banyak. Tanaman jeruju hidup di daeraH lembab atau rawa-rawa. Di daerah seperti ini tanmaan jeruju dapat ditemukan berlimpah tetapi secara keseluruhan habitat tanaman ini termasuk jarang. Hal ini menyebabkan tanaman jeruju merupakan salah satu indikator dari lahan basah. Tanaman ini tumbuh dengan baik pada lingkungan dengan intensitas cahaya 1000 – 1500 lux, kelembaban tanah 80 – 100% dan kelembaban udara 74 – 82%. Ketinggian tempat yang ideal untuk pertumbuhan tanaman ini adalah 50 – 560 mdpl.


Daruju
Tumbuhan daruju mempunyai daun tunggal, bertangkai pendek, letak berhadapan bersilang. Helaian daun berbentuk memanjang atau lanset, pangkal dan ujung runcing, tepi bercangap menyirip dengan ujung-ujungnya berduri tempel, panjang 9-30 cm, lebar 4-12 cm.
Daun pelindung berlapis dua, bagian dalam lebih kecil, gugur sebelum bunga mekar, kelopak panjang 12,5-15 mm, berbagi empat, mahkota panjang 3-4,5 cm, bertabung putih, bibir bulat telur, ujung bertaju tiga, ungu kebiruan.

Daruju memiliki bunga majemuk berkumpul dalam bulir yang panjangnya 6-30 cm, keluar dari ujung batang, mahkota bunga berwarna ungu kebiruan. Buah buni berbentuk memanjang ± 3 cm coklat kehitaman, Buah duduk pada dasar bunga yang melebar ditambah sisa-sisa dari kelopak  Biji : Bentuk ginjal, dua sampai empat, hitam, jumlahnya 2-4 buah. Akar Tunggang, putih kekuningan.

Daun, akar dan biji mengandung saponin, flavonoida dan polifenot, di samping itu bijinya juga mengandung alkaloida. Daruju memiliki khasiat obat, terutama pada akar yang mengandung flavone dan asam amino.
Tumbuhan daruju diyakini berkhasiat sebagai antiradang (antiflogistik) dan peluruh dahak (ekspektorans). Biji berkhasiat sebagai pembersih darah.

Akar digunakan untuk pengobatan : radang hati (hepatitis) akut dan kronis, pembesaran hati dan limpa, pembesaran kelenjar limpa, termasuk pembesaran kelenjar limpa pada tuberkulosis (TBC) kulit, gondongan, sesak napas, cacingan, nyeri lambung, sakit perut, kanker, terutama kanker hati.
Akar daruju rasanya pahit, sifatnya dingin, berkhasiat sebagai antiradang (antiflogistik) dan peluruh dahak (ekspektorans). Biji berkhasiat sebagai pembersih darah. 
Ternyata, infus akar daruju 0,8 g/kg bb dan 1,2 g/kg bb pada kelinci yang telah diberikan parasetamol dosis toksik dapat mempercepat penurunan aktivitas enzim SGPT dan SGOT secara nyata. Namun, tidak memberikan perubahan aktivitas enzim ALP. Dosis 1,2 g/kg bb lebih cepat menurunkan SGOT dan SGPT dibanding dengan dosis 0,8 g/ kg bb. Infus akar daruju tidak memberikan efek yang nyata terhadap gangguan bendungan saluran empedu (Asmawati, FF WIDMAN, 1990).

Mengobati Penyakit Kanker
Rebus 30-120 g akar daruju kering dan 60-120 g daging sapi tanpa lemak dalam 500 cc air dalam periuk tanah atau panci email dengan api kecil selama 6 jam, sampai airnya tersisa satu mangkuk. Jika airnya mengering sebelum 6 jam, tambahkan air panas secukupnya sambil terus direbus. Setelah dingin, saring dan air saringannya dibagi dua untuk dua kali minum, pagi dan sore hari (masing-masing 1/2 mangkuk). Setiap kali minum tambahkan madu secukupnya. Lakukan pengobatan ini setiap hari.

Mengobati Penyakit Hepatitis akut dan kronis
Iris 60 g akar daruju yang telah dikeringkan tipis-tipis. Masukkan ke dalam panci email, lalu tuang 500 cc air bersih ke dalamnya. Rebus dengan api kecil sampai airnya tersisa 100 cc. Setelah dingin, saring dan airnya dibagi dua untuk 2 kali minum, pagi dan sore hari. Setiap kali minum dapat ditambahkan madu secukupnya.

Mengobati Luka terkena pisau beracun
Kunyah akar kering sampai halus, lalu bubuhkan pada luka dan balut dengan kain perban. Ganti 2-3 kali sehari.

Mengobati Penyakit Bisul:
Giling empat butir biji daruju sampai menjadi bubuk. Seduh dengan air secukupnya, lalu diminum sekaligus. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

Mengobati Penyakit Cacingan:
Giling 3-5 butirbiji daruju sampai halus. Seduh dengan 1/2 cangkir air panas. Setelah dingin, minum sekaligus. Pengobatan ini dapat dilakukan selama 2-4 hari berturut-turut.

Loading...
loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Sakadoci Updated at: 00:26:00

0 komentar:

Loading...
Powered by Blogger.