Asal Usul dan Ciri-ciri Kambing Kacang

Posted by

Kambing Kacang, Apa Bedanya Dengan Domba?
Kambing kacang adalah merupakan hewan pememah biak berkuku genap dan hampir semuanya merupakan hewan pegunungan yang suka hidup di lereng-lereng curam serta gemar sekali mencari hijauan dedaunan yang terletak disebelah atas (Sarwono, 1991). Lebih lanjut Devendra (1974) menyatakan bahwa kambing sanggup hidup dan berkembang biak di daerah-daerah kering atau lembab serta dapat hidup dengan pakan yang rendah kualitasnya.

Diperkirakan ternak kambing merupakan hewan yang kedua didomestifikasi setelah anjing. Menurut Williamson dan Payne (1993) kambing ada lima spesies: Capra Hircus, kambing sebenarnya, termasuk Bezoar (Capra Hircus dan Aegagrus), Capra Ibex; Capra Cuacasica. Tur caucasia; Capra Pyrenaica, Ibex Spanyol; Capra Falconeri, Makhor.

Kambing yang kita kenal sekarang ini, diperkirakan diturunkan dari tiga jenis kambing liar; Capra Hircus, berasal dari daerah Pakistan dan Turki. Capra Falconeri, berasal dari daerah sepanjang Kasmir. Capra Prisca, berasal dari daerah sepanjang Balkan (Sosroamidjojo, 1985).

Menurut Sumaprastowo (1980),kambing mempunyai sifat yang lebih lincah dan sanggup membela diri dengan berkelahi. Beberapa dari bangsa kambing berjenggot dan mempunyai kulit dibagian telinga, kambing jantan mempunyai bau yang khas dan tajam dibanding kambing betina.

Mulyana (1982), mengemukakan karena adanya modifikasi (penyesuaian bentuk luar tubuh terhadap lingkungan) maka sekarang kita mengenal dari bentuk yang kita lihat dan pelihara. Kambing yang ada di Indonesia sekarang berasal dari: (1) kambing asli yang diternakkan turun-temurun, (2) kambing impor yang diturunkan secara murni, (3) kambing impor yang disilangkan dengan kambing asli Indonesia.


Mengenal asal-usul kambing, kambing kacang yang ada di Indonesia berasal dari India Muka atau Tanah Hindu yang dibawa pertama kali ke Indonesia beratus-ratus tahun yang lalu (Devendra, 1974). Sementara menurut Sosroamidjojo (1973) dan Soedjai (1975) menyatakan bahwa asal-usul kambing kacang yang terdapat di Indonesia belum diketahui secara pasti, namun menurut Natasasmita (1978) menyatakan bahwa kambing kacang adalah kambing asli Indonesia.

Tanda-tanda kambing kacang adalah badan kecil, warna bulu kebanyakan coklat belang hitam, hitam adakalanya putih, bulunya pendek dan kalau dipelihara dengan baik bulunya akan mengkilap (Sosroamidjojo 1973, Soedjai 1975 dan Rumich 1976).

Sedangkan menurut Natasasmita (1978) tanda-tanda kambing kacang ialah garis profil lurus atau cekung, daun telinga pendek dengan sifat berdiri tegak mengarah kedepan dengan panjang lebih kurang 15 cm, sedangkan pada yang betina lebih kurang 8 cm. Pada kambing betina bulunya pendek kecuali pada bagian ekornya tumbuh pula bulu panjang pada dagu (jenggot), tengkuk,pundak dan punggung sampai ekor dan paha sebelah belakang warnanya adalah putih, hitam dan cokelat, kebanyakan kambing ini berwarna campuran dari kedua atau ketiga warna tersebut. Tinggi kambing kacang jantan berkisar antara 60-65 cm dan kambing kacang betina berkisar 54-58 cm, sedangkan bobot kambing kacang jantan berkisar 25-30 kg dan betinanya 20-25 kg.

Panduan Singkat Cara Memilih kambing yang Bagus dan Sehat
  • Hewan akikah harus cukup umur. Untuk kambing, umur ideal dijadikan hewan aqiqah adalah 12 – 18 bulan. Untuk mengetahuinya, bisa dilihat dari catatan kelahiran atau gigi susu yang dimiliki kambing. Bila gigi susu telah tanggal, kambing tersebut sudah cukup umur.
  • Amati aktivitas si kambing. Bila pergerakannya aktif saat didekati, kambing tersebut sehat. Selain itu, kambing yang sehat memiliki selera makan yang baik.
  • Memiliki bulu yang halus, mengilap, tidak rontok, tidak ada perubahan warna, dan tidak dihinggapi parasit kulit.
  • Matanya bersinar jernih, terbuka penuh, pupil bereaksi cepat, tidak keluar air, tidak berwarna merah, dan selaput lendir kelopak mata bagian dalam berwarna merah terang. Hindari membeli kambing yang matanya berwarna keruh. Ciri ini menandakan kambing tersebut sedang sakit.
  • Bentuk tubuhnya standart dan tidak cacat.
  • Perhatikan mulutnya. Jika sering mengeluarkan banyak air liur dan terdapat bintil-bintil merah di dalam mulutnya, berarti kambing tersebut sedang sakit.
  • Perhatikan kondisi fisik lainnya, seperti hidung, mulut, kuku, kulit,bulu ekor, dan bagian dubur hewan tersebut. Pastikan semua dalam kondisi baik dan bersih.
  • Hati-hati ketika membeli kambing saat musim hujan. Pasalnya, pada musim hujan, kambing rawan mengalami diare atau cacingan.

Perbedaan Antara Domba dan Kambing
Domba dan kambing sebenarnya merupakan hewan yang serupa tetapi tidak sama. Perbedaan terletak pada penampakan tubuhnya dan sifat-sifatnya. Berdasarkan kedua perbedaan tersebut, maka kedua hewan ruminansia kecil ini dibedakan menjadi domba dan kambing. Berdasarkan penampakan tubuh luarnya, domba memiliki tubuh lebih bulat, sedangkan pada kambing tubuhnya lebih ramping.

Domba memiliki bulu yang tebal, sedangkan pada kambing bulunya lebih tipis dan halus sehingga apabila dilihat sepintas nampak tidak berbulu. Domba paa umumnya memiliki tanduk yang berbentuk segitiga, membelit, atau spiral, sedangkan pada kambing tanduknya berbentuk pipih. Bangsa domba umumnya tidak berjenggot, sedangkan kambing pada umumnya berjenggot.

Berdasarkan sifat-sifat nya, domba memiliki sifat lebih suka hidup bersama atau berkelompok dan tidak bersifat liar. Hal ini berlainan dengan ternak kambing yang lebih suka hidup bebas dan bersifat liar walaupun mudah dijinakkan. Kambing akan mudah menjadi liar kembali apabila mendapat kesempatan hidup bebas. Kambing mempunyai kemampuan membela diri dan suka berkelahi sehingga seringkali dijadikan hewan aduan.

Loading...
loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Sakadoci Updated at: 20:02:00

0 komentar:

Loading...
Powered by Blogger.