Budidaya Pohon Salak Pondoh, Cara Tanam Dari Pembibitan Hingga Panen

Posted by

Cara Menanam Buah Salak, Cara Pembibitan Dari Biji dan Cangkok, Pengendalian Penyakit Sampai Panen

Buah Salak. Tanaman salak merupakan tanaman asli hutan Indonesia, tanaman salak ini dapat ditemukan di daerah dataran rendah dengan ketinggian sekitar 50 meter hingga 800 meter diatas permukaan laut. Tanaman salak baik ditanam pada lahan yang memiliki derajat keasaman atau pH tanah sekitar 4-7,5, memiliki curah hujan sekitar 200-400 mm/bulan, memiliki kelembaban sekitar 80%-90%, serta memiliki suhu sekitar 20°C-30°C.
Salak pondoh adalah salah satu kultivar salak yang banyak tumbuh di wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, di lereng Merapi. Salak pondoh memiliki ciri rasa yang manis atau tidak sepet sejak buah masih muda. (Wikipedia)..

Persiapan Lahan Tanam Pohon Salak Pondoh dan Pengolahan Tanah

Pembuatan saluran air
Saluran di sekitar kebun dibuat untuk saluran air di musim hujan, dan untuk mengairi kebun di musim kemarau.

Pembuatan Lubang Tanam dan Pengaturan jarak tanam
Pengaturan jarak tanam antara system penanaman monokultur berbeda dengan polikultur. Sistem monokultur adalah system penanaman yang hanya menanam satu jenis tanaman dalam satu areal. Jarak yang dipakai untuk menanam salak pondoh adalah 2 x 2 meter, dengan jumlah tanaman 1.800 rumpun untuk tiap hektarenya. Sedangkan system polikultur adalah menanam areal kebun dengan beberapa jenis tanaman. Untuk system ini, jarak tanam antara tanaman yang satu dengan yang lain adalah 1,5 x 1,5 meter. Selain itu, ada tambahan bahwa untuk tanah yang subur, jarak tanam antara tumbuhan satu dengan yang lain lebih luas dibandingkan tanah yang kritis.

Ukuran lubang tanam adalah 50 x 50 x 50 cm atau 75 x 75 x 75 cm. Setelah pembuatan lubang selesai, lubang dibiarkan dahulu selama 3 minggu agar terkena sinar matahari. Selain itu, kedalaman lubang ditambahkan pupuk kandang atau pupuk kompos kira-kira 15 kg. Masukkan kembali tanah yang telah berisi pupuk, tunggu selama 1 minggu baru dapat ditanami dengan tanaman salak pondoh.

Waktu dan Cara Penanaman Salak Pondoh
Langkah selanjutnya setelah pengolahan tanah adalah penanaman bibit salak pondoh, yang dilakasanakan pada awal musim hujan yaitu sekitar bulan Nopember. Sebab selain udara yang sejuk, juga tersedianya air yang cukup pada musim hujan, sehingga tumbuhan salak pondoh cepat tumbuh dengan baik.

Waktu untuk penanaman bibit salak pondoh yang baik adalah pada awal musim penghujan, yaitu sekitar bulan November. Pada saat itu masih tersedia cukup air yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembang biakkan salak pondoh. Selain itu, juga untuk menghemat tenaga penyiraman, karena lingkungan tempat hidup tanaman salak pondoh sudah basah oleh air hujan.

Jika bibit salak pondoh yang merupakan hasil perbanyakan dari biji,, di tiap lubang tanam diberi 2 rumpun, sebab kita tidak tahu jenis kalamin dari tiap rumpun tanaman salak pondoh tersebut. Jadi untuk persiapan agar tanaman salak pondoh dapat berbuah. Namun, jika bibit tanaman salak pondoh berasal dari bibit cangkokan, maka untuk setiap lubang tanam hanya diberi satu rumpun bibit tanaman salak pondoh, karena jenis kelamin induknya sudah diketahui sebelumnya.

Cara penanaman bibit salak pondoh:
  • Keluarka bibit dari kantong plastic/polybag.
  • Masukkan dalam lubang tanam yang telah tersedia.
  • Timbun dengan tanah yang sudah bercaampur dengan pupuk.
  • Tambahkan ajir di sekeliling tanaman salak pondoh agar tidak roboh oleh angin.
  • Pangkaslah sebagian daunnya kurang lebih sebanyak 75%, dengan tujuan untuk mengurangi penguapan.
  • Hati-hati dalam menanam bibit salak pondoh, jangan sampai akarnya rusak sebab tumbuhan tersebut akan mati.
  • Jangan mencampur jenis bibit salak pondoh yang satu dengan yang lain. Jika dicampur akan menyebabkan terjadinya perkawinan silang, sehingga yang didapat adalah buah salak yang berbeda dari tanaman induknya atau tidak seperti yang kita harapkan. 
Cara Mengembangkan Bibit Salak Pondoh Dari Biji
Menanam salak dari biji atau secara generatif jauh lebih murah dan cepat dari pada menanam salak secara vegetatif dengan mengambil anakan. Tanaman salak yang berasal dari biji pada umumnya mempunyai perakaran yang cukup kuat sehingga umur tanaman akan lebih panjang, lebih tahan rebah dan lebih tahan kekeringan.

Syarat penting dalam menanam salak yang berasal dari biji ialah memastikan jenis salak yang akan ditanam merupakan jenis salak yang unggul dan pohon indukan minimal sudah pernah berbuah sebanyak lima kali. Hal tersebut dilakukan untuk menjamin secara genetik peluang gen resesif yang merugikan dapat diminimalisir. Maka dari itu umur buah yang dipakai sebagai bibit dipilih yang telah berumur 5 bulan hingga 5,5 bulan dengan bobot kisaran 4 gram hingga 5 gram setiap biji. Biji salak yang akan dipakai sebagai bibit tidak boleh lebih dari delapan hari sejak pada saat pertama dipetik.

Biji salak yang dipilih harus sehat dan tanpa ada cacat selanjutnya biji salak direndam dalam air selama 24 jam. Perendaman biji salak ini bertujuan untuk memecah masa dormansi biji salak sehingga biji salak akan lebih cepat untuk bertunas. Sambil menunggu biji salak direndam, sahabat Inspirasi Berkebun siapkan media tanam di dalam sebuah polibag yang memiliki diameter 30 cm. Polibag tersebut diberi lubang di sekelilingnya agar drainase dan aerasi di dalamnya bisa berjalan lancer dan tidak terganggu.

Media tanam yang digunakan ialah tanah yang dicampurkan dengan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1, sebagai media pertama. Media pertama ini selanjutnya dicampurkan lagi dengan pasir dan abu sekam dengan perbandingan 1:1:1. Selanjutnya biji salak yang telah siap dibenamkan ke dalam polibag tersebut. Setiap satu polibag dibenamkan 10 biji salak hingga 15 biji salak. Pastikan terlebih dahulu kondisi polibag lembab dan diletakan ditempat yang memiliki naungan.

Bibit salak mulai muncul setelah 2 minggu. Pada saat bibit salak berumur 30hari hingga 40 hari, taburkan pupuk Urea sebanyak 3 sendok hingga 4 sendok makan ke dalam polibag. Lakukanlah penyiraman setiap hari hingga setiap bibit mengeluarkan 2helai hingga 3 helai daun dan selanjutnya dapat dipindahkan ke lahan atau ditanam di pot secara tunggal.

Cara Pembibitan Salak Pondoh Dengan Metode Cangkok
Bibit cangkok diperoleh dari tanaman yang unggul, pernah berbuah setidaknya 2 kali, sehat dan memiliki anakan yang cukup untuk dicangkok. berikut adalah cara mencangkok :
  • Rumpun salak dibersihkan dari dedaunan kering dan juga sisa tangkai buah.
  • Pilihlah beberapa anakan yang akan dijadikan bibit.
  • Kemudian pisahkan anakan dari indukan dengan memotongnya menggunakan pisau, namun jangan sampai benar terpisah dengan indukannya.
  • Siapkan media tanam berupa campuran tanah dengan humus atau pupuk kandang halus.
  • Siapkan botol bekas air mineral atau infus, lalu tempelkan ke pangkal calon anakan dan isi dengan media tanam yang telah disiapkan.
  • Jaga selalu kelembapan media tanam dengan melakukan penyiraman setiap hari. Biasanya setelah satu bulan akar mulai tumbuh.
  • Setelah 2 bulan penyapihan, pisahkan anakan tersebut dari tanaman induk.
  • Kemudian lepaskan mwdia tanam dan pindahkan bibit cangkok ke polybag tanam atau keranjang.
  • Untuk mengurangi penguapan dan stres tanaman maka lakukan pengurangan daun pada bibit.
  • Letakkan bibit tersebut pada tempat yang teduh. Setelah berumur sekitar 1 bulan, bibit dapat dipindah tanamkan ke lahan tanam.
Pemeliharaan Tanaman Salak Pondoh

Penyulaman
Penyulaman adalah kegiatan untuk mengganti bibit tanaman salak yang sudah ditanam, biasanya terjadi karena beberapa alas an, yaitu:
a. Bibit tanaman salak pondoh yang sudah ditanam mati.
b. Bibit tanaman salak pondoh terhambat atau lambat pertumbuhannya/tidak sama seperti yang lain.
c. Bibit tanaman salak tidak sesuai yang diingiinkan, misalnya perbandingan antara salak pondoh yang jantan dan yang betina tidak seimbang.
d. Tanaman dapat diketahui jenis kelaminnya setelah salak pondoh tersebut berbunga.

Penggantian bibit atau penyulaman ini, sebaiknya dengan menggunakan bibit yang sehat, umurnya sama, dan berbuah banyak. Waktu penyulaman pada awal musim hujan agar kita tidak repot menyiraminya dan cepat tumbuh pohon salak pondohnya.

Cara pengambilan bibit untuk penyulaman dilakukan dengan cara putar, yaitu dengan membongkar bibit bersama tanahnya, lalu dibersihkan agar akar dapat tumbuh baik dan terbebas dari rayap.
Tahap-tahap pembongkaran tanaman salak pondoh yang sudah dewasa, yaitu:

a. Ikat pelepah tanaman salak pondoh dengan tali yang kuat.
b. Tanaman salak pondoh ditopang dengan bamboo agar tidak roboh.
c. Pembomgkaran tanaman dilakukan dengan jarak dari pangkal pohon sejauh 20 cm
d. Potong akar sebanyak 75%, dan sisakan sebanyak 25% agar tanaman tidak mati.
e. Isilah lubang galian dengan pupuk kandang atau pupuk kompos, dengan perbandingan 1:1.
f. Bongkar dan pindahkan tanaman dengan hati-hati agar tanaman salak pondoh tidak rusak.
g. Angkut dan masukkan pada tempat penanaman, jangan lupa beri ajir atau penyangga agar tidak roboh.

Pemupukan
Seperti makhluk hidup yang lain, salak pondoh juga memerlukan makanan yang berguna untuk pertumbuhan sampai menghasilkan buah. Zat makanan tumbuhan berasal dari dalam tanah, yang diambil oleh akar lewat pembuluh kayu di bawa ke daun untuk fotosintesis, dan hasilnya kemudian diedarkan ke seluruh bagian tumbuhan oleh pembuluh tapis.

Tujuan pemberian pupuk adalah agar tumbuhan menjadi:

a. Tumbuh dengan baik dan subur, karena tersedianya unsure hara di dalam tanah secara lengkap.
b. Sehat, tidak mengalami gangguan, baik hama ataupun penyakit karena kekurangan salah satu unsure.
c. Berproduksi dengan banyak. Produksi yang banyak dapat terwujud jika tanaman salak pondoh dalam keadaan subur dan sehat.
Macam-macam pupuk yang dapat dipakai untuk tanaman, yaitu:
a. Pupuk alamiah: pupuk kandang dan pupuk kompos.
b. Pupuk buatan:Urea, NPK, TSP, KCL, ZA.

Sedangkan pupuk yang dipakai untuk tanaman salak pondoh adalah pupuk kandang atau kompos dan NPK (pupuk buatan yang terdiri dari unsure natrium, kalium dan fospat)
Tujuan pemberian pupuk kandang agar kesuburan tanah dan struktur tanah tetap terjaga dengan ukuran 15 kg untuk tiap rumpun tanaman salak pondoh selama setahun sekali. Sedangkan pemakaian pupuk buatan atau organic yang berupa NPK (Natrium kalium Fospat), dan campurkan antara urea, TSP dan KCL, dengan perbandingan 1 : 1 : 1.

Penggemburan tanah
Penggemburan tanah adalah usaha untuk menjaga agar tanah tetap gembur. Tanah yang gembur mempermudah akar untuk bernapas dan dapat bergerak dengan leluasa untuk mencari sumber air atau sumber makanan, sehingga tumbuhan salk pondoh dapat tumbuh dengan subur. Selain itu, dapat merangsang tumbuhnya tunas baru yang dapat menjadi tunas anakan untuk bibit tanaman salak pondoh yang baru. Penggemburan dilakukan pada waktu pemberian pupuk. Penggemburan dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak akar tanaman salak pondoh induk maupun tunas anakan yang sudah mulai tumbuh.

Hasil penggemburan dapat diletakkan disekitar tanaman salak pondoh, sehingga tanamannya menjadi lebih kokoh dan merangsang tumbuhnya tunas baru. Jangan menimbun tanah terlalu tinggi dan tanahnya jangan dipadatkan, sebab akar akan kesulitan dalam mengambil makanan yang lebih luas dan mengalami kesulitan dalam bernapas. Hal ini akan menyebabkan beberapa masalah pada tumbuhan salak pondoh, antara lain:

a. Pertumbuhan yang terjadi sacara tidak sempurna.
b. Waktu berproduksi yang lebih lambat dibandingkan dengan yang lain.
c. Bila berproduksi, didapatkan hasil yang sedikit dan mutu tidak seperti yang diharapkan.

Penyiangan Rumput Liar dan Gulma
Penyiangan adalah kegiatan pembuangan rumput liar di sekitar tanaman salak pondoh. Kegiatan ini dilakukan agar pertumbuhan salak pondoh adalah saat pemberian pupuk yang pertama, yaitu dilakukan sekitar 6 bulan pertama umur tanaman.
Untuk seterusnya, kegiatyan penyiangan dilakukan secara rutin tiap 4 bulan sekali. Tujuan penyiangan bagi tanaman salak pondoh adalah untuk:
a. Menjaga kestabilan tanah
b. Menjaga kesuburan tanah
c. Menambah kesuburan tanaman
d. Menjaga pertumbuhan salak pondoh agar sempurna
e. Mendapatkan hasil produksi berupa buah yang bermutu dan berjumlah banyak.

Pengairan
Pengairan adalah kegiatan pembarian dan penyediaan air bagi tanaman. Kebutuhan akan air yang terpenuhi akan membuat tanaman menjadi tumbuh dan berproduksi dengan baik. Tanaman salak pondoh memerlukan air yang cukup banyak, terutama dimusim kemarau. Pengaturan pemberian air pada tanaman salak pondoh dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain:

a. Jenis tanah
Jik tanah tempat tumbuh salak pondoh berpasir, maka kebutuhan akan air lebih banyak dibandingkan tanah liat, karena tanah berpasir cepat basah dan cepat menguap/kering.
b. Iklim
Pada musim hujan kebutuhan akan air sudah tercukupi, sehingga tidak perlu penyiraman. Lainhalnya pada musim kemarau, tanaman membutuhkan air yang banyak.
c. Kesuburan tanah
Tanah yang subur adalah tanah yang banyak mengandung zat organic, termasuk air, sehingga kebutuhan air untuk tanah yang subur lebih sedikit dibandingkan tanah yang tandus atau gersang.
d. Pancaran sinar matahari
Daerah yang pancaran sinar matahari diterima langsung dan penuh, misalnya daerah dataran rendah, membutuhkan air yang lebih banyak . Sedangkan daerah dataran tinggi/pegunungan membutuhkan air yang lebih sedikit karena pancaran sinar mataharinya agak berkurang jumlahnya.
e. Luas lahan dan tingkat pertumbuhan
Lahan yang luas membutuhkan air yang lebih banyak dibandingkan lahan yang sempit. Selain itu, tingkat pertumbuhan salak pondoh juga mempengaruhi kebutuhan air, misalnya tanaman yang kecil tentunya memiliki kebutuhan air lebih sedikit dibandingkan tanaman salak pondoh yang sudah besar.

Pemangkasan
Kegiatan pemangkasan pada tanaman salak pondoh bertujuan untuk:
a. Mengatur banyaknya pelepah daun.
b. Mengatur banyaknya tunas
c. Agar lingkungan tidak terlalu lembap.
Pemangkasan ditujukan pada pelepah yang sudah tua dan tunas anakan yang terlalu banyak. Waktu pemangkasan yaitu pada saat tanaman salak pondoh sudah mulai berbunga dan mulai berbuah, agar konsentrasi ditujukan untuk proses pembuahan. Pelaksanaan pemangkasan secara rutin setiap 2 bulan sekali atau setelah panen, termasuk pemangkasan tandan buah yang sudah kering.

Penyerbukan
Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari di kepala putik atau peristiwa perkawinan. Perkawinan ini akan diikuti dengan pembuahan. Tanaman salak adalah tumbuhan yang dapat melakukan penyerbukan sendiri, tanpa campur tangan manusia. Namun, kadang-kadang dapat dibantu oleh angin dan serangga, termasuk manusia ikut membantu penyerbukan tanaman salak pondoh karena ingin mendapatkan hasil yang baik.

Tanaman salak pondoh mulai berbunga pada umur 2 tahun untuk bibit dari tunas anakan dan 3 tahun untuk bibit dari biji. Tanaman salak pondoh berbunga pada umur 3 tahun.

Tanda-tanda tanaman salak pondoh siap untuk penyerbukan adalah:

a. Pecahnya seludang bunga betina,
b. Berbau wangi, dan
c. Berwarna merah.

Cara penyerbukan bunga tanaman salak pondoh adalah sebagai berikut:
a. Oleskan bunga jantan pada bunga betina.
b. Usahakan benang sari bunga jantan menempel pada bagian putik bunga betina.

Penjarangan Buah
Sejak 6-8 minggu bunga mekar. Lakukan penjarangan buah, buah yang tumbuh tidak ideal atau cacat dibuang dan apabila buah terlalu berhimpitan maka kurangi pula agar nutrisi yang disalurkan lebih lancar dan buah dapat tumbuh dengan sempurna.

Pembungkusan Buah
Setelah penjarangan, buah dibungkus dengan menggunakan kain atau keranjang bambu. Pembungkusan ini bertujuan agar buah aman dari serangan hama.

Pengendalian Hama Penyakit

Walaupun tanaman salak pondoh termasuk tanaman yang tahan terhadap hama penyakit, namun tetap saja ada beberapa tanaman yang terkena serangan hama dan penyakit. Jika kita ingin bercocok tanam salak pondoh dengan baik dan tidak terserang hama penyakit, kita perlu melakukan beberapa pencegahan, antara lain:

a. Menjaga kebersihan kebun, baim dari sampah maupun dari gulma/tanaman pengganggu.
b. Memberikan pupuk yang sesuai, baik jenis maupun dosisnya agar tumbuh dengan sehat.
c. Menjaga kelembapan lokasi bertanam salak pondoh, lakukan pemangkasan bila perlu.
d. Lakukan penyemprotan bila terdapat hama atau penyakit.
e. Menjaga kesuburan dan kegemburan tanah sehingga pertukaran udara berlangsung dengan baik.
Kita perlu mengenal beberapa jenis hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman salak pondoh. Jenis hama dan penyakit yang sering merusak tanaman salak pondoh, yaitu:

a. Hama perusak akar tanaman salak pondoh
Hama ini berupa cacing tanah, yang mengakibatkan tanaman menjadi pendek/kerdil, daun menguning, dan akhirnya mati. Pengobatannya dengan memberikan Furadan 3 G, Curater 3 G, dan Khriphos 25 EC.

b. Hama perusak batang tanaman salak pondoh.
Hama ini berupa kumbang yang meyerang tanaman muda. Mula-mula bagian daun, lalu masuk melalui pelepah ke dalam batang. Akibat yang dialami tanaman salak pondoh adalah daunnya menguning, kerdil, dan akhirnya mati. Penanggulangannya dengan membasmi kumbang menggunakan insektisida Thiodan, Decis, dan Superdice. Cara pemberantasan dilakukan dengan penyemprotan pada bagian yang terkena serangan.

c. Binatang perusak buah salak pondoh
Binatang yang sering merusak buah salak pondoh adalah tupai dan tikus. Gejalanya berupa bekas gigitan pada buah atau pangkal buah. Pemberantasan dilakukan dengan racun pospit, dan klerat atau dengan cara memburu tikus dan tupai tersebut.

d. Penyakit jamur pada salak pondoh
Cendawan atay jamur adalah penyakit yang menyerang bagian pangkal batang dan bagian buah. Penyakit ini muncul pada musim hujan yang terus-menerus dan kebun tanaman salak pondoh yang lembap. Pemberantasannya dengan menyemprotkan fungisida Dithane, Antracol, dan Velimex.

Waktu dan Cara Pemanenan Buah Salak

Tanaman salak yang berasal dari biji akan mulai berbuah setelah berumur 3-4 tahun setelah semai bahkan lebih. Tanaman yang berasal dari cangkok akan mulai berbuah setelah berumur 1,5 dan akan berbuah optimal setelah berumur 2,5 tahun. Buah salak akan matang setelah berumur 6 bulan setelah mekarnya bunga. Cara pemanena adalah dengan memotong rumpun buah salak yang sudah benar-benar tua sehingga kualitasnya terjaga.

Darimana sebenarnya asal buah salak? tidak ada literatur yang memastikan asal tanaman buah ini, tetapi diduga dari Thailand, Malaysia dan Indonesia. Ada pula yang mengatakan bahwa tanaman salak (Salacca edulis) berasal dari Pulau Jawa. Pada masa penjajahan biji-biji salak dibawa oleh para saudagar hingga menyebar ke seluruh Indonesia, bahkan sampai ke Filipina, Malaysia, Brunei dan Muangthai.
Diolah dari berbagai Sumber

loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Sakadoci Updated at: 00:38:00

0 komentar:

Powered by Blogger.