Macam-Macam Jenis Hormon Tanaman dan Fungsinya

Posted by

Fungsi Berbagai Jenis Hormon Yang Terdapat Pada Tanaman Dan Cara Membuat ZPT Organik


Hormon adalah suatu zat yang dalam jumlah sangat kecil tapi mampu mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan hormon tersebut tidak ikut di dalam proses metabolisme. Berbeda dengan unsur hara atau zat makanan bagi tumbuhan adalah suatu zat yang mempengaruhi pertumbuhan dan ikut / menjadi bagian /komponen produk yang dihasilkan. Oleh sebab itulah hormon dapat berpengaruh walaupun dalam jumlah yang sedikit
Secara alamiah setiap tumbuhan mempunyai kandungan hormon dalam komposisi dan konsentrasi yang berbeda-beda sesuai dengan karakter gen dari masing-masing jenis. Setiap tumbuhan spesifika kandungan hormonnya.
Tips: hormon bukanlah makanan, hormone bukanlah zat pembangun, tapi hormone itu hanyalah “profokator”. Jadi dampak dari hormone tidak akan nyata bila ternyata makanan atau energi untuk pertumbuhan tidak disediakan. Energi untuk tumbuh bisa berupa bahan baku makanan, makanan setenangah jadi atau makanan siap pakai. Makanan dalam hal ini adalah pupuk.
Secara garis besar hormon dikelompokkan menjadi 3 kelompok hormon yaitu:
  • Sitokinin, adalah kelompok hormon yang mempunyai fungsi utama mensupport pertumbuhan tunas. Sumber dihasilkan hormon sitokinin adalah diujung akar. Sitokinin diproduksi dari bahan baku adenin oleh ujung akar. Sitokinin terdiri dari: 6-furfuryl amino purine (kinetin), 4-hydroxyl 7,3 methyl trans-2-butenyl amino purine (zeatin), 6-benzyl amino purine (BAP), dan 6-benzyl adenine (BA).
    Efek sitokinin pada tanaman:
    - Meningkatkan pembelahan sel dan perkembangan kloroplast.
    - Meningkatkan pembentukan dan perkembangan daun.
    - Memperpanjang masa produktif daun.
    Catatan:
    1. Sitokinin berfungsi meningkatkan pembentukan dan perkembangan daun, akan tetapi memiliki efek negatif menghambat pembentukan dan perkembanagn akar.
    2. Cytokinin Like-Function (komponen bukan sitokinin tetapi bekerja seperti sitokinin: tyrosin dan adenin) lebih menguntungkan jika diberikan pada tanaman muda karena tidak mengganggu proses pembentukan dan perkembangan akar.
  • Auksin, adalah kelompok hormon yang mempunyai fungsi utama mensupport pertumbuhan akar. Sumber dihasilkannya auksin adalah diujung tunas. Auksin diproduksi dari asam amino tryptophan terutama oleh daun muda dan biji yang sedang berkecambah. Auksin terdiri dari: Indole-3-acetic acic (IAA), Indole-3-butyric acid (IBA), dan α-naphthalene acitic acid (NAA).
    Efek auksin pada tanaman:
    - Meningkatkan pembelahan dan diferensiasi sel pada jaringan meristem.
    - Meningkatkan perkembangan jaringan vaskuler (xylem dan phloem).
    - Meningkatkan pembentukan dan perkembangan sistem akar.
    - Meningkatkan pembentukan dan perkembangan bunga dan buah.
    Aplikasi auksin pada pertanian:
    - Mempercepat pembentukan akar pada stek batang.
    - Merangsang pembentukan bunga pada tanaman yang sulit berbunga.
    - Meningkatkan pembentukan buah pada tanaman yang sedikit berbuah.
    - Mencegah kerontokan daun, bunga, dan buah.
  • Giberelin adalah kelompok hormon yang mempunyai fungsi pembungaan dan pembuahan. Sumber dihasilkannya adalah di daun dan buah. Gibberellin diproduksi dari asam mevalonat terutama oleh daun muda dan biji yang sedang berkecambah. Gibberellin terdiri dari: GA1, GA3, GA4, dan GA7.
    Efek gibberellin pada tanaman:
    Meningkatkan pembesaran dan perpanjangan sel.
    Merangsang perkecambahan biji.
    Aplikasi gibberellin pada pertanian:
    Meningkatkan ukuran dan keseragaman buah yang dihasilkan.
    Meningkatkan perkecambahan biji.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai hormon:
  • Satu hormone mempunyai dua fungsi yang berbeda (mensupport dan menghambat) pada konsentrasi yang berbeda.
  • Satu hormon yang sama, dengan konsentrasi yang sama, akan mempunyai pengaruh yang berbeda pada bagian tanaman yang berbeda.
  • Hormon auksin menunjang pertumbuhan akar tapi menghambat pertumbuhan tunas dan juga menghambat pembungaan dan pembuahan.
  • Hormon sitokinin menunjang pertumbuhan tunas tapi menghambat pertumbuhan akar dan menghambat pembungaan dan pembuahan.
  • Hormon giberelin menunjang pembungaan dan pembuahan dan menunjang pembelahan sel akar dan tunas.
  • Hormon dalam kelompok hormon yang sama akan bersifat sinergis atau saling menguatkan.
  • Hormon dalam kelompok hormon yang berbeda akan bersifat saling melemahkan atau saling meniadakan.
Bahwa di dalam membuat ramuan hormon, maka acuannya adalah bukan sebanyak-banyaknya kandungan hormone. Tapi lebih kepada ketepatan komposisi dan konsentrasinya. karena semakin tinggi konsentrasinya justru akan menghambat pertumbuhan tanaman.

Di dalam memberikan dorongan yang kuat dalam pertumbuhan suatu organ perlu diingat bahwa hormon tersebut akan menghambat organ yang lain. Contoh: Kita bisa memacu pertumbuhan tunas dengan optimal dengan memberikan hormone sitokinin, akan tetapi harus diingat bahwa sitokinin akan menghambat akar.
Demikian pula sebaliknya bila kita memberikan hormon akar di dalam merangsang pertumbuhan akar harus diingat bahwa hormon akar tersebut akan menghambat tunas.

Di dalam mendorong pertumbuhan suatu organ terdapat konsentrasi optimal, yaitu konsentrasi yang optimal di dalam memberikan pengaruh yang terbesar dan setelah itu bila konsentrasi ditambah justru akan menghambat pertumbuhan.

Pemanfaatan Hormon Organik
Di sekitar kita banyak sekali bahan-bahan organik yang mengandung hormon tertentu. Seperti:
  • Air seni (kencing) kambing; kelinci dll secara umum mengandung hormon auksin.
  • kecambah (toge) mengandung auksin
  • bawang merah mengandung auksin
  • antanan mengandung sitokinin
  • buncis mengandung sitokinin
  • air kelapa mengandung auksin, sitokinin, giberelin
  • sirih mengandung sitokinin
  • kacang hijau mengandung giberelin
  • eceng gondok mengandung giberelin
  • pisang mengandung auksin dll
Hormon pertumbuhan pada hewan atau manusiapun memberikan dampak percepatan pertumbuhan secara umum. Seperti pil KB yang diketahui mengandung hormon pertumbuhan, mampu mempercepat pertumbuhan tanaman. Demikian pula (mohon maaf) air seni ibu hamil 4 bulan, sedang mengandung hormon pertumbuhan yang tinggi, mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman.

Pemanfaatan bahan-bahan alam / organik sangat penting karena dapat mengefisienkan biaya produksi dan dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Untuk mengetahui lebih lengkapnya mungkin bisa di lihat di buku-buku tentang buah-buahan dan sayuran ada kandungan hormon apa saja dan itu bisa dijadikan acuan di dalam membuat pupuk organik

Zat pengatur tumbuh adalah hormone tapi sebenarnya ada juga zat lain yang dapat mengatur pertumbuhan yaitu Zat Penghambat. Beda antara zat penghambat dan hormone adalah kalau hormone bisa bersifat memacu dan menghambat, sedangkan zat penghambat hanya menghambat saja. Contoh zat penghambat adalah Paklobutrazol.

Ada hormon organik dan ada hormon sintetik. Hormon organik adalah hormon yang asli/ alamiah dihasilkan oleh tumbuhan atau mahluk hidup. Hormon organi/alami tersebut bisa diproses secara modern (diisolasi) atau bisa juga dimanfaatkan secara langsung dalam bentuk pupuk organik.

Hormon Pro Analis adalah hormone yang dibuat manusia bisa alami mapun sintetik yang diolah sedemikian rupa sehingga tingkat kemurniannya sangat tinggi. Hormon ProAnalis ini biasanya dipakai pada skala laboratorium atau untuk keperluan Kultur Jaringan. Dan harganya sangat mahal. Tapi juga pengaruhnya cukup efektif.

Hormon teknis adalah hormone buatan manusia baik yang bersifat alami maupun sintetik yang tingkat kemurniannya tidak terlalu tinggi dan baisanya ada zat pembawanya berupa tepung atau lanolin dll. Hormon ini biasa dipakai pada pertanian secara umum. Harganya jauh disbanding dengan hormone Proanalis.

Pengaruh Hormon Berdasarkan konsentrasinya

1, Seluruh hormon dalam konsentrasi yang sangat rendah akan membantu pembelahan dan pembesaran sel / jaringan.
2. Dalam konsentrasi tertentu, akan menstimulir tumbuhnya organ seperti organ tunas, organ akar organ bunga dll
3. Kemudian bila ditingkatkan lagi, maka yang terjadi adalah menghambat pertumbuhan organ akan tetapi berdampak pada bertambahnya julah organ tapi ukurannya kecil-kecil.
4. Bila konsentrasi ditingkatkan lagi maka yang terjadi terhambatnya tumbuhanya organ dan terbentuk seperti embrio organik atau tunas-tunas kecil
5. Bila ditingkatkan lagi maka akan menghambat tumbuhnya organ dan akan membentuk kalus (sekumpulan sel yang tidak terorganisasi)
6. Bila konsentrasi ditingkatkan lagi akan menyebabkan penyimpangan pertumbuhan morfologi secara tidak umum, yang biasanya satu batang bisa bercabang-cabang, berakar di batang dll. Seperti pembesaran buah tanpa melalui pembuahan
7. Bila konsentrasi ditingkatkan terus akan berdampak pada terjadinya mutasi, yaitu perubahan pada level gen.
8. Ditingkatkan lagi maka akan menyebabkan “letal” (kematian). Seperti herbisida yang terbuat dari auksin.

Teknik dan Cara Pemberian Hormon Pada Tanaman

Hormon sebaiknya diberikan langsung pada target kerjanya misal : hormon akar langsung pada media tanam, hormon tunas disemprotkan pada tajuk. Hal yang perlu diingat adalah bahwa konsentrasi optimal hormon adalah konsentrasi optimal yang terjadi pada daerah target. Daerah target yang dimaksud adalah daerah perakaran dan daerah pertunasan. Berarti yang harus kita coba bayangkan adalah bila kita memberikan hormon dengan dosis tertentu, kemudian kita semprotkan pada tajuk, kira-kira berapa persennya kah yang akan bisa masuk dan sampai pada sel target? Berapa persen yang terbuang? Dan dari jumlah yang sampai pada sel target apakah konsentrasinya sudah mencapai konsentrasi yang optimal untuk menstimulir organ? Oleh sebab itulah teknik memberikan hormon berbeda dengan pemupukan. Pemberian hormon diberikan sampai terstimulirnya organ. Kecuali tujuannya hanya untuk percepatan tumbuh dan membelahnya sel.
Tercapainya tujuan pemberian hormon tidak hanya tergantung pada tercapainya konsentrasi optimal pada daerah target / sel target, tapi juga ditentukan oleh kandungan hormon endogen dari tumbuhan. Misal: bila kita ingin membungakan suatu tanaman, lalu kita memberikan hormon bunga dengan dosis tertentu, walaupun konsentrasi hormon giberelin sudah mencukupi tapi karena kandungan hormon endogen dari tanaman didominasi oleh hormon vetetatif yaitu hormon auksin dan sitokinin, maka konsentrasi hormon bunga tersebut akan menjadi lemah dan tidak mampu mendorong terbentuknya bunga atau buah.

Dengan mengacu bahwa hormon tunas diproduksi diujung akar dan hormon bunga diproduksi diujung tunas, maka kita dapat mengevaluasi kandungan dan dominasi hormon dalam suatu tanaman dengan melihat bentuk/ morfologi tanaman. Tanaman Adenium dengan bonggol yang besar dan tunas yang sedikit dan kecil menggambarkan dominasi hormon auksin. Jenis tanaman yang merambat dengan tunas yang tumbuh dengan baik dan cepat menandakan dominasi hormon sitokinin.

Hormon bukanlah makanan, hormone bukanlah zat pembangun, tapi hormone itu hanyalah “profokator”. Jadi dampak dari hormone tidak akan nyata bila ternyata makanan atau energi untuk pertumbuhan tidak disediakan. Energi untuk tumbuh bisa berupa bahan baku makanan, makanan setenangah jadi atau makanan siap pakai. Makanan dalam hal ini adalah pupuk. Sebaiknya pemberian pupuk dalam ramuan hormone harus mempertimbangkan duplikasi perlakuan pemupukan yang akan berdampak negative bagi tanaman. Agar tidak terjadi duplikasi pada perlakuan pemupukan maka pada ramuan hormone dapat diberikan makanan instant seperti: mioinositol, sorbitol, gula, madu, sari kurma dll, Jadi sebaiknya untuk ramuan hormon dapat dicampurkan komponen lain yang diperlukan oleh tanaman.

Komponen lain yang dapat dicampurkan dalam ramuan hormon adalah vitamin, mineral, asam amino, asam lemak, bahan organic lain, enzim. Bila kita ingin menggabungkan produk ramuan hormone ini dengan mikroba maka kita harus hati-hati dengan karakter mikroba, yang disatu sisi dapat membantu tapi disisi lain dapat mengkonsumsi bahan organic yang ada dalam ramuan hormone tersebut. Sebenarnya kita dapat memberikan enzimnya secara langsung. Hal lain yang harus diperhatikan dalam meramu hormone adalah bahwa sebagian besar ramuan ini adalah bahan organic, sehingga harus difikirkan benar jangan sampai terjadinya proses degradasi bahan organic karena factor lingkungan ekstrim atau rusaknya ramuan karena kontaminasi mikroba yang tidak diharapkan.
Harus diingat bahwa bila kita ingin mendorong pertumbuhan akar dan tunas secara bersamaan maka, hal tersebut justru menyebabkan pengaruh yang saling melemahkan dan meniadakan. Bila suatu tanaman sedang berbunga atau berbuah, maka jangan sekali-kali memberikan hormon akar karena akan menyebabkan gugur bunga atau buah.
Cara Membuat Zat Pengatur Tumbuh / ZPT Organik
Hormon adalah zat perangsang tumbuh bukan pupuk bagi tanaman. Pemupukkan diperlukan untuk mensuplai nutrien yang diperlukan bagi tanaman untuk tumbuh dan berkembang/berbuah selama dan paska pemberian hormon
Contoh beberapa tanaman yang bisa digunakan untuk membuat Homon/ ZPT adalah:
1. Untuk membuat Hormon/ ZPT auksin kita bisa gunakan tauge, bekicot atau keong mas.
2. Untuk membuat Hormon/ ZPT giberelin kita bisa gunakan biji jagung dan rebung.
3. Untuk membuat Hormon/ ZPT sitokinin kita bisa gunakan air kelapa dan bonggol pisang.
Langkah-langkah membuat ZPT organiknya adalah…. simak baik-baik yaa.. Pertama hancurkan dulu bagian tanaman yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Boleh ditumbuk atau diblender. Selanjutnya campurkan bagian tanaman yang sudah hancur tersebut dengan air. Perbandingannya 1 kg bagian tanaman dengan 1 liter air.

Selanjutnya tambahkan microorganisme pengurai kedalam campuran tadi, lalu diamkan selama 10 sampai dengan 15 hari. Setelah itu saring hasilnya dan ZPT organik anda siap digunakan
Bawang merah adalah zpt alami yang lumayan kuat, ambil 6-10 buah lalu hancurkan untuk 1 liter air. Rendam benih tanaman apa saja selama 6-12jam jika mau ditanam, bisa membantu tingkat daya tumbuh. Juga bisa disemprot untuk membantu merangsang pertumbuhan tunas tanaman lain, dosis 200ml-400ml untuk 1 tangki semprot.

Jika ditambah dgn bawang putih dgn jumlah yg sama, bisa sebagai fungisida organik dan pengusir hama. Bisa juga dicampur dgn pupuk daun, tetapi proses untuk zpt organik ini tidak boleh sampai busuk.

MACAM-MACAM ZPT (ZAT PENGATUR TUMBUH) ORGANIK

Zat Perangsang Bunga
Bahan :
· Tubis/rebung : 5 kg
· Gula putih/pasir : 1 kg
Cara :
· Tubis diambil dari lapangan sebelum matahari terbit, kemudian dicincang halus, ditempatkan dalam wadah tanah liat/plastik.
· Dari atas taburi dengan 1 kg gula pasir. Kemudian tekan dengan papan (menggunakanbatu).Biarkanselama 1 minggu
· Selanjutnya air disaring dan siap untuk digunakan dengan dosis 15 s/d 20 cc/sdm tiap 15 l air ( 1tangki).

Zat Perangsang Akar atau tunas
Bahan :
- Bawang merah
Bawang merah diparut atau diblender lalu peras. Ambil cairan dari bawang merah yang telah dihaluskan tersebut. Siap digunakan dengan cara dioles pada tempat tumbuh akar atau pada titik tumbuh tanaman.

Zat Pengatur Tumbuh Lengkap ( Auksin, Giberelin dan Sitokinin )
Bahan :
1.Rebung : 2 kg
2.Kacambah (Tauge) : 1 kg
3.Bonggol Pisang : 2 kg
4.Pucuk daun-daunan : 2 kg
5.Gula merah : 1 kg
6.Bakteri pengurai : 200 cc
7.Air kelapa : 20 liter
Alat :
1.Blender/lesung/Lumpang
2.Tong/Jerigen 30 liter
3.Parang/pisau
4.Baskom
5.Saringan
6.Plastik penutup
7.Tali karet
Cara Pembuatan
Ø Bongol pisang, rebung, daun-daunan dicacah kecil-kecil dan di tumbuk hingga lembut, di blender akan lebih bagus
Ø Kecambah atau tauge ditumbuk atau di blender hingga lembut
Ø Gula merah di direbus setelah mencair di diginkan
Ø Semua bahan-bahan yang sudah ditumbuk di masukkan ke tong/jerigen, kemudian masukkan air kelapa dan tambahkan bakteri pengurai/bio starter
Ø Setelah bahan sudah di jadikan satu kedalam tong lalu diaduk sampai merata kemudian di tutup dengan plastik dan di ikat, tetapi plastik di kendorkan
Ø Setiap hari di aduk selama ± 4 hari dan ZPT buah sudah jadi
Ø Setelah jadi ZPT Organik di saring tempatkan pada jerigen dan di tutup rapat
Cara Pengunaan

Cabai
Direndam selama 2 – 3 jam dosis 1 sdk mkn/liter air

Bawang Merah
Sesaat sebelum tanam tanah disiram dengan larutan

Mentimun
direndam selama 2 – 3 jam

Tomat
direndam selama 3 – 4 jam

Kacang panjang
direndam selama 1 jam

Padi
direndam selam semalam ( 12 – 24 jam)

Nilam
Stek diikat dan direndam 1 – 2 jam

Terong
direndam selama 3 – 4 jam

Stek Kopi,lada,sirih, bunga
Stek diikat dan direndam 1/2 jam

Zat Perangsang Buah 1
Bahan:
EM 4 1 liter
Kuning telur ayam kampung 3 butir
Cara Pembuatan:
Bahan dicampur lalu dikocok sampai rata, kemudian difermentasi selama 24 jam.
Aturan penggunaan:
Setiap akan digunakan, kocok 1 sendok makan ditambah 5 liter air, lalu disemprotkan.
Fungsi:
Merangsang pertumbuhan bunga calon buah / biji.
Membuat buah beraroma dan manis rasanya.
Membuat biji menjadi bernas / mentes

ZPT Perangsang Buah II
Bahan:
Susu segar mentah 1 liter
Kuning telur ayam kampung 3 butir
Cara Pembuatan:
Bahan dicampur lalu dikocok sampai rata, kemudian difermentasi selama 24 jam.
Aturan penggunaan:
Setiap akan digunakan, kocok 1 sendok makan ditambah 5 liter air, lalu disemprotkan.
Fungsi:
Merangsang pertumbuhan bunga calon buah / biji.
Membuat buah beraroma dan manis rasanya.
Membuat biji menjadi bernas / mentes.

Teknik Mengekstrak Hormon/ZPT Organik
Hormon pada tanaman diperlukan sebagai zat pertumbuhan. Secara alamiah hormon dapat dibentuk sendiri di dalam tubuh tanaman, sebagai contoh adalah hormon auksin, hormon ini di bentuk di pucuk batang dan bekerja di akar sebagai zat pengatur perakaran.

Hormon-hormon dari tanaman berada pada bagian-bagian tanaman. Hormon auksin banyak tersedia pada kecambah (toge), hormon sitokinin banyak tersedia pada air kelapa (hormon sitokinin juga dapat ditemukan pada hati ikan) dan hormon giberelin yang banyak terkandung di dalam biji jagung.
Banyak hormon-hormon sintetis yang dapat ditemui di pasaran seperti α-Naphthalene acetic acid (α-NAA) yang merupakan hormon sintetis dari auksin. Jika kita enggan membeli hormon di pasaran dengan harga yang tinggi, mungkin ada baiknya untuk mencoba mengekstraknya langsung dari tanaman.

Langkah-Langkah Mengekstrak Hormon Organik
  • Bahan pokok ini diperlukan sebanyak 1 kg.
  • Kelompokkan sumber hormon, jangan dicampur jadi satu karena tiap hormon memiliki fungsi masing-masing dan dapat bertolak belakang satu sama lain.
  • Lakukan penghancuran bahan pokok dengan blender untuk mempercepat proses dekomposisi.
  • Beri 1 liter air dan 30 gram gula saat menghancurkan.
  • Saring ampas dari larutan untuk memudahkan pengaplikasian pada penggunaan sprayer.
  • Fermentasikan larutan dengan menambahkan starter seperti EM-4 sebanyak 1 tutup botol (10 ml).
  • Tutup rapat hingga hari kelima kemudian buka.
  • Buka dan tutup lagi setiap 2 hari sekali hingga hari ke 15.
  • Biarkan hingga mengendap, pisahkan cairan bening untuk diaplikasikan ke tanaman
  • Larutkan 10 ml ekstrak hormon dengan 2 liter air
  • Aplikasikan dengan menggunakan sprayer pada pagi hari (6-9) atau sore hari (3-6) setiap minggu
Referensi: http://akson-freedom.blogspot.co.id dan sumber lainnya

loading...
Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Sakadoci Updated at: 00:31:00

0 komentar:

Loading...
Powered by Blogger.