Buah Bit, Cara Tanam dan Manfaatnya

Posted by

Macam dan Jenis Buah Bit

Buah Bit gula (Beta vulgaris) adalah sebuah tanaman berbunga dalam familia Chenopodiaceae, yang berasal dari daerah pesisir barat dan selatan Benua Eropa, dari Swedia selatan dan Kepulauan Britania ke selatan Laut Mediterania. Tanaman ini penting karena varitasnya yang dikembangkan, fodder beet, bit dan bit gula yang menghasilkan gula. Bit merupakan tanaman semusim yang berbentuk rumput. Batang bit sangat pendek, hampir tak terlihat. Akar tunggangnya tumbuh menjadi umbi. Daunnya tumbuh terkumpul pada leher akar tunggang (pangkal umbi) dan berwarna kemerahan.

Dikutip dari wikipedia, Ubi bit merah dimasukkan ke dalam kelas Beta vulgaris dan subspecies group vulgaris Conditiva. Karena warnanya yang merah keunguan yang kuat, selain untuk makanan, juga digunakan sebagai pewarna makanan dan pengobatan.
Kandungan Gizi Ubi bit merah
Jumlah Per 100 g
Kalori (kcal) 43

Jumlah Lemak 0,2 g
Lemak jenuh 0 g
Lemak tak jenuh ganda 0,1 g
Lemak tak jenuh tunggal 0 g
Kolesterol 0 mg
Natrium 78 mg
Kalium 325 mg
Jumlah Karbohidrat 10 g
Serat pangan 2,8 g
Gula 7 g
Protein 1,6 g
Vitamin A 33 IU Vitamin C 4,9 mg
Kalsium 16 mg Zat besi 0,8 mg
Vitamin D 0 IU Vitamin B6 0,1 mg
Vitamin B12 0 µg Magnesium 23 mg
Buah Bit Merah
Umbi bit berbentuk bulat atau menyerupai gasing. Akan tetapi ada pula yang berbentuk lonjong. Ujung umbi bit terdapat akar. Bunganya tersusun dalam rangkaian bunga yang bertangkai panjang banyak (racemes). Tanaman ini sulit berbunga di Indonesia. Bit banyak digemari karena rasanya enak, sedikit manis, dan lunak.

Ada 2 varietas bit (Beta vulgaris L.var. rubra L.) umbinya berwarna merah tua. Sementara bit putih atau bit potong (B. vulgaris L. var cicla L.) umbinya berwarna merah keputih-putihan. Di Indonesia kedua jenis bit tersebut tidak dapat berbunga dan berbiji sehingga benihnya masih didatangkan dari luar negeri.

Cara Bertanam Buah Bit, Pemeliharaan dan Pemanenan

Bit banyak ditanam di dataran tinggi dengan ketinggian lebih dari 1.000 m dpl, terutama bit merah. Akan tetapi, bit putih ditanam pada ketinggian 500 m dpl. Di dataran rendah bit tidak mampu membentuk umbi. Bit banyak ditanam di pulau Jawa, terutama Cipanas, Lembang, Pangalengan, dan Batu.

Ada pun syarat penting agar bit tumbuh dengan baik adalah tanahnya subur, gembur, dan lembap. Selain itu tanah liat yang berlumpur dengan pH tanah 6-7 lebih sesuai untuk bit. Sebaiknya waktu tanam bit pada awal musim hujan atau akhir musim hujan.

Bit Dikembangbiakan dengan cara ditanam bijinya. Biji bit tersebut langsungditanam tanpa disemaikan terlebih dulu. Tanah yang akan ditanami dicangkul selama 30 cm dan daiberi pupuk kandang sebanyak 15 ton per ha.

Setelah tanahnya diratakan, dibuat alur-alur dangkal dengan jarak antaralur 20 cm. Biji-biji bit tersebut ditaburkan merata di sepanjang alur, kemudian ditutup tipis-tipis dengan tanah. Untuk penanaman seluas 1 ha dibutuhkan 8 kg biji bit.

Biji bit akan tumbuh setelah ditanam 6 hari. Setelah berumur 3-4 minggu, tanaman diperjarang sehingga jarak antartanaman menjadi 15-20 cm. Jika ditemukan bijinya tumbuh 2-3 tunas (poliembrioni), tunas-tunas yang lemah dipisahkan dan disisakan satu tanaman yang subur. Penjarangan dapat bersamaan dengan penyiangan untuk penggemburan tanah.

Pemberian pupuk buatan untuk tanaman bit jarang dilakukan. Namun, agar hasil yang diperoleh lebih baik, dianjurkan tanaman bit diberi pupuk buatan. Pupuk buatan tersebut berupa campuran urea, TSP, dan KCl dengan perbandingan 2:1:1 sebanyak 200 kg/ha atau 100 kg urea, 50 kg TSP, dan 50 kg KCl per ha. Pupuk tersebut ditebar di kanan-kiri setiap tanaman sejauh 5 cm dari batangnya. Pemberian pupuk ini bersamaan dengan penyiangan.

Pada saat tanaman baru ditanam, penyiraman dilakukan setiap hari (pagi atau sore) dengan gembor yang lubangnya halus supaya tidak merusak pertanaman. Setelah tanaman berumur 3 atau 4 minggu dari waktu menyebar, tanaman perlu diperjarang dengan hanya memilih tanaman yang bagus pertumbuhannya saja. Setelah penjarangan selesai, diusahakan agar jarak antartanaman menjadi sekitar 15 - 20 cm. Jika ada biji yang tumbuhnya menjadi 2 atau 3 tunas, harus disisakan satu tunas yang tumbuhnya baik.

Sambil menjarangkan tanaman, kegiatan pendangiran juga dapat dilakukan. Di samping itu, dapat juga dilakukan penyiangan dengan cara mencabut rumput liar atau gulma yang tumbuh. Pendangiran atau penggemburan dilakukan dengan hati-hati jangan sampai menyentuh perakaran tanaman. Selanjutnya kegiatan ini dilakukan 2 minggu sekali.

Pemupukan dengan pupuk ZA, DS dan ZK dengan perbandingan 2:1:1. Selain itu, dapat juga digunakan pupuk lain asalkan perbandingannya diperhatikan. Pupuk diberikan di kiri dan kanan tanaman, kira-kira jaraknya 5 cm dari batang tanaman.

Tanaman bit tidak memerlukan pemeliharaan khusus. Pemeliharaan hanya denagan cara membersihkan rumput-rumput yang mengganggu. Penyakit yang biasa tampak adalah midew embun. Penyakit ini disebabkan oleh Peronospora schachtii yang dapat diatasi dengan semprotan Benlate 0,2 persen.

Hama dan penyakit yang menyerang tanaman bit yang ditemui tidaklah begitu serius. Hal ini bukan berarti tanaman itu tidak perlu dikontrol gangguan hama dan penyakitnya. Beberapa penyakit seperti bercak daun dan bercak hitam ternyata dapat merusak dan menurunkan hasil bit hingga cukup tinggi. Untuk itu, jika gejala penyakit ini terlihat hendaklah segera diberantas dengan fungisida. Beberapa hama yang suka pula pada pertanaman bit antara lain larva Pegomya hyoscyami yang mengisap jaringan daun tanaman. Hama ini bisa dikendalikan dengan insektisida. Sedangkan yang lebih sering dijumpai adalah rusaknya umbi bit sebagai akibat dari penyakit fisiologis, seperti black spot. Penyakit ini disebabkan kekurangan unsur boron.

Bit dapat dipanen pada umur 2,5-3 bulan setelah disebarkan. Panen ini dilakukan dengan cara umbi dicabut secara hati-hati, jangan sampai merusak umbi. Semakin tua tanaman, semakin banyak kandungan gulanya sehingga rasanya bertambah manis, begitu pula kadar vitamin C nya makin tinggi. Akan tetapi, jika terlalu tua, umbinya menjadi agak keras (mengayu). Setelah dicabut, umbi lalu dibersihkan dan daunnya dipotong setengahnya agar tidak terjadi penguapan yang berlebihan.

Manfaat Buah Bit

Buah bit atau dikenal dengan akar bit mapun bit merah ini merupakan salah satu jenis tanaman dari kelompok Amaranthaceae dan memiliki nama latin Beta Vulgaris. Tanaman ini tumbuh di dalam tanah sejeni umbi-umbian yang berwarna merah keunguan yang paling banyak ditemukan di wilayah Amerika Utara maupun Inggris. Bit adalah salah satu buah yang sering digunakan sebagai pewarna alami untuk berbagai jenis makanan.

Dikutip dari Buku Khasiat Buah dan Sayur, umbi bit ini tersedia sepanjangn tahun. Ia biasa dipanen setelah berumur 60-80 hari sejak ditanam. Menyoal rasa, ia memiliki rasa yang manis, garing, lembut dan memberikan warna merah pada kuahnya. Bit merupakan sumber karbohidrat, asam folat, dan kalium. Daunnya mengandung beta karoten, vitamin C, riboflavin, dan magnesium dengan kadar tinggi.

Kandungan nutrisi daun bit lebih tinggi daripada umbinya. Baik daun maupun umbi, kaya akan mineral (zat besi, kalsium, magnesium fosfor), dan vitamin (A, B6, C). Umbi bit kaya asam folat, serat, mangan, dan kalium. Pigmen bit yang berwarna cerah merupakan kombinasi dua senyawa, yaitu betasianin yang berwarna merah delima dan berkhasiat antikanker, serta betaxanthin yang memberi warna kuning. Senyawa yang disebut betanin, merupakan donor elektron untuk menetralkan radikal bebas. Folat penting untuk pertumbuhan jaringan normal, menurunkan risiko timbulnya penyakit jantung, dan mencegah cacat lahir. Menurut National Institutes of Health (NIH), folat melindungi DNA dari kerusakan sehingga terhindar dari penyakit kanker. Kandungan zat besi pada bit tidak setinggi daging sapi.

Menyoal khasiatnya, bit berkhasiat sebagai penguat pada darah, mencegah kanker, bermanfaat untuk gangguan hati, dan memberikan efek stimulan pada proses detoksifikasi di hati. Kandungan seratnya mempunyai efek laksatif yang bermanfaat untuk mengatasi kesulitan buang air besar dan menjaga agar kadar kolesterol tidak meningkat.

Ia juga berfaedah baik untuk mengatasi kesulitan buang air besar (konstipasi), radang hati (hepatitis), radang lambung (gastritis), dan kadar kolesterol darah tinggi. Gabungan serat, pigmen warna, dan betanin pada bit berperan melindungi tubuh terhadap kanker usus besar, lambung, paru, payudara, dan sistem saraf.

Nah, jika Anda tertarik memanfaatkan bit sebagai obat herbal, Anda bisa mengolahnya dengan cara dibuat jus. Namun, perlu Anda ketahui bahwa kandungan gula pada bit cukup tinggi. Setelah dikupas, bit bisa dimakan mentah atau dimasak sekadarnya untuk mengurangi kadar saponin (yang menimbulkan banyak busa bila diblender) sehingga mendapatkan nutrisi terbaik, bisa juga diasamkan. Namun, pemanasan tinggi akan merusak khasiat antitumor pada bit.

Tips Bertanam Bit Dari Petani Buah Bit

Mochammad Wahyudi, petani buah bit di kota Batu, Malang, Jawa Timur, mengatakan, budidaya buah bit tergolong mudah. "Sama seperti tanaman lain," ujar pria yang akrab disapa Yudi.

Buah bit bisa dikembangkan dari biji atau dengan sistem stek. Yudi sendiri memilih mengembangkan buah bit dengan biji. "Biji buah bit banyak dijual," katanya.

Biji buah bit bisa ditanam langsung di tanah dengan kedalaman 30 sentimeter (cm). Setelah lubang siap, berikan pupuk organik secukupnya. Adapun jarak antar tanaman sekitar 20 cm. Untuk satu hektare tanah diperlukan 8 kilogram (kg) bibit.

Pada saat baru ditanam, harus rutin lakukan penyiraman setiap pagi dan sore. Penyiraman harus memakai alat halus supaya tidak merusak tanaman.
"Tidak boleh air terlalu banyak. Tidak boleh ada genangan," ujar Yudi.

Biasanya, biji buah bit sudah mulai keluar tunas ketika usia tanam seminggu. Nah, ketika sudah berumur tiga atau empat minggu lakukan seleksi untuk tunas yang baik pertumbuhannya. "Tunas yang lemah dicabut saja," katanya.

Lalu jika ada biji yang tumbuhnya menjadi dua atau tiga tunas harus disisakan satu tunas. Pilih tunas yang baik. Menurut Yudi, tanaman bit sudah dipanen dalam waktu satu bulan sejak ditanam.

Namun, bukan berarti dia dapat memanen selama 12 kali dalam setahun. "Karena tergantung dari musim dan cuaca juga," ujar Yudi. Cuaca yang terlampau panas atau hujan yang terlalu banyak akan menurunkan kualitas pertumbuhan buah bit.

Saat panen, pencabutan umbi harus dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak umbi. Kandungan gula dan vitamin C dari buah bit akan semakin tinggi seiring bertambahnya usia. Namun jika terlalu tua, umbi tersebut akan menjadi keras.

Pembudidaya buah bit lainnya, Aris Kidjo dari Dieng, Jawa Tengah, menambahkan, selama pemeliharaan cukup lakukan sekali pemupukan. Ia menyarankan untuk menggunakan pupuk kandang ketimbang pupuk kimia. Tanaman bit tidak memerlukan pemeliharaan khusus. Pemeliharaan rutin cukup dengan membersihkan rumput yang mengganggu di sekitar tanaman bit.

Diolah dari berbagai sumber
www.kontan.co.id
www.bibitbunga.com
dll

loading...
Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Sakadoci Updated at: 19:58:00

0 komentar:

Loading...
Powered by Blogger.