Teknik Fistula Untuk Mengetahui Proses Pencernaan Sapi

Posted by

Terlihat Seperti Penyiksaan, Sapi Dengan Perut Berlubang Ini Adalah Sarana Penelitian Untuk Meningkatkan Kualitas Produksi Sapi Dengan Mengetahui Proses Pencernaan Pakan Dalam Rumen Sapi Secara Langsung

Metode penelitian dengan melubangi perut ternak sapi untuk mengetahui kondisi pencernaan secara langsung dalam rumen sapi sebenarnya sudah lama dilakukan para peneliti. Metode ini memang sangta praktis untuk mengetahui proses pencernaan pakan dalam perut sapi, kondisi mikroba dalam rumen sapi dan kondisi lainnya dalam perut sapi yang bisa mendukung peningkatan kualitas produksi seekor sapi. Seperti yang dilakukan oleh para peternak di Swiss ini. Guna memenuhi riset studi terhadap hewan ternak, para peternak di Swiss melakukan cara unik dalam meneliti. Seperti dikutip dari laman Wittyfeed dalam Brilio.net, Selasa (11/4/2017), lubang yang disebut fistula atau kanula ini ialah sebuah pipa yang menghubungkan langsung ke bagian pencernaan sapi.

Melalui fistula berdiameter 20 cm ini, para peternak dapat memeriksa dan mengetahui dengan jelas apa saja yang dimakan oleh sapi dan bagaimana proses pencernaan sapi itu bekerja. Jika dilihat secara kasat mata metode ini memang seperti menyiksa sapi karena perut sapi yang dilubangi dan dimasukkan fistula yang diberikan penutup yang bisa dibuka sewaktu-waktu dibutuhkan untuk mengambil cairan  rumen yang dibutuhkan untuk penelitian.
Sapi Dengan Lubang Fistula
Selama proses penelitian, sapi-sapi ini hanya diberi makan gandum dan rumput. Sebagian dari makanan yang telah dicerna oleh sapi akan diambil untuk diteliti melalui kanula tersebut. Berbagai jenis pakan bisa diujicobakan dan sekaligus dilihat efeknya terhadap sapi secara langsung. Hasil dari penelitian nantinya digunakan untuk membantu peternak memberikan makanan yang lebih seimbang untuk sapi. Selama pemasangan dan proses penelitian lewat kanula, sapi-sapi itu dibius.
Sapi FH Berfistula
Praktik yang sudah dilakukan sejak tahun 1833 ini sebenarnya menuai banyak kritikan. Organisasi perlindungan hewan menganggap teknik ini merupakan salah satu penyiksaan karena lubang itu selalu terbuka. Namun setelah dilakukan penelitian, sapi berkanula ini ternyata cenderung hidup lebih lama. Itu semua dikarenakan perawatan yang diberikan kepada mereka lebih maksimal.
Sapi Perah

Oleh karena dampak positifnya, praktik ini pun belakangan mulai menyebar di seluruh dunia. Banyak peternak di Eropa dan Amerika Serikat mulai menggunakan teknik ini untuk meningkatkan kualitas hewan di peternakan mereka.
Dibeberapa Universitas di Indonesia terutama pada Fakultas Peternakan, cara ini lazim dilakukan sebagai metode penelitian dalam pengamatan proses pencernaan dalam perut ternak ruminansia ini. Penelitian biasanya ditujukan untuk mengetahui kecernaan bahan pakan, mikroba dalam rumen serta enzim dll.

Sumber referensi suratkabar.id

loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Sakadoci Updated at: 19:39:00

0 komentar:

Powered by Blogger.