Juara 1 Kontes Ternak Boyolali 2017 Kategori Sapi PO Penggemukan

Posted by

Kontes sapi Boyolali 2017 diikuti puluhan peternak dari 16 kabupatan/kota di Jawa Tengah. Kontes digelar selama dua hari dan untuk kategori penggemukan sapi PO telah muncul juara pertama yaitu seekor sapi PO berbobot 870 kg dan bernama Gombloh..

Gombloh dipelihara saat berusia 1 tahun dan dibeli dengan harga Rp 25 juta. Saat ini, Si Gombloh pernah ditawar Rp 75 juta, namun oleh sang pemilik tidak dilepas.
Sapi PO tersebut adalah milik dari Supar Mentholo, warga Dukuh Mudal, Desa Tlogo, Prambanan, Klaten. “Umurnya baru 4,5 tahun, tapi sudah berulang kali menjadi juara,” kata Supar menceritakan sapi kebanggannya, Rabu (4/10).

Ketika disinggung kiat-kiat hingga sapi miliknya bisa berbobot 870 kg, Supar mengaku selalu memberi jamu berupa telur bebek dan beras kencur. Tiap dua minggu sekali, Si Gombloh diberi telur bebek sebanyak 10 butir.

“Selain jamu, perawatan dan kebersihan juga menjadi prioritas,” tambahnya.

Supar bercerita, Gombloh dipelihara saat berusia 1 tahun dan dibeli dengan harga Rp 25 juta. Saat ini, Si Gombloh pernah ditawar Rp 75 juta, namun oleh sang pemilik tidak dilepas.

“Saya masih eman-eman,” ucapnya.

Selain Gombloh, masih banyak sapi-sapi dengan bobot hampir satu ton. Sapi–sapi besar tersebut menarik perhatian pengunjung. Bahkan oleh pengunjung dimanfaatkan untuk berselfi dan ada pula yang naik ke punggung sapi untuk berfoto. Seperti sapi milik Wiyono, warga Kecamatan Kemalang, Klaten, menjadi juara I untuk kategori pejantan PO, digunakan pengunjung untuk berfoto dengan menunggang di punggungnya.

“Sudah jinak, sudah biasa ditunggangi,” tandas Wiyono.

Juara I Kategori Calon Pejantan Sapi PO

Sementara itu, Guntur Karyanto (40) warga Desa Sanggarahan, Kecamatan Prambanan, Klaten terlihat semringah. Pasalnya, Sapi peranakan ongol (PO) berusia 22 bulan miliknya menggondol juara pertama dalam ajang Gelar Potensi Peternakan Jawa Tengah 2017 di Kompleks Perkantoran Terpadu Pemkab Boyolali, Rabu (4/10).

Guntur menerangkan, sapi yang dia beri nama Diyo Bagong tersebut memiliki bobot 523 Kilogram. Ia tak menyangka menyabet juara pertama kategori Calon Pejantan Sapi PO. Alhasil, Guntur pun menerima piala dan uang pembinaan Rp 7 juta yang diserahkan langsung oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

"Senang banget. Dulu beli 3 dari Kebumen seharga Rp 15 juta saat usia 3 bulan. Beberapa waktu lalu juga juara pertama Festival Gerobak Sapi di Prambanan," terang Guntur, yang juga menyabet Juara II kategori sapi jantan penggemukan.

Ditanya rahasia menjadi juara kontes sapi, dia mengaku, tidak ada penanganan khusus. Dari 9 ekor sapi miliknya di rumah, tiap hari dia hanya melakukan rutinitas memberi pakan, mandi, hingga menjemur.

"Perawatannya, pagi hari dibawa mandi lalu dijemur. Sore harinya fisik, dan malam hari diberi makan. Biaya pakannya per ekor sapi sekitar Rp 25 ribu dengan diberi Jamu Jawa. Termasuk saat digunakan untuk menarik gerobak," beber Guntur.

Sementara itu, sapi milik Widido asal Boyolali berhasil menjadi juara I untuk kategori indukan PO. Lantas sapi milik Sutarno dari Kebumen menjadi juara I kategori calon indukan. Kategori sapi persilangan juara I diraih Rudi, warga Boyolali.

Selain sapi, kontes ternak juga memperlombakan untuk kambing peranakan etawa kategori pejantan, calon pejantan, induk dan calon induk. Sedangkan untuk ayam kedu, kategori kedu jantan dan kedua betina serta lomba ayam bangkok.

Seperti diketahui, Gelar Potensi Peternakan Jawa Tengah tahun 2017 dilangsungkan di Boyolali selama dua hari, Selasa-Rabu (3-4/10/2017). Salah satu kegiatannya yakni kontes ternak unggulan, yang diselenggarakan di komplek kantor terpadu Pemkab Boyolali, tepatnya di Jl. Jenderal Sudirman. Ignasius Hariyanta Nugraha, Kabid Budidaya Disnak Keswan Jateng, disela-sela kegiatan mengungkapkan, ada sejumlah agenda dalam gelar potensi peternakan kali ini, di antaranya yakni upaya khusus percepatan populasi sapi dan kerbau bunting (Upsus Siwab). Jateng lanjut dia, merupakan salah satu penyangga program ini dan selama sembilan bulan pelaksanaan, posisinya selalu teratas di 34 provinsi di Indonesia.

Agenda lainnya, yakni kontes ternak dengan berbagai kategori, di antaranya kategori sapi jantan, calon jantan, penggemukan lokal, dan silangan, betina induk serta calon indukan. Tak hanya kontes sapi, ternak kambing, domba, dan ayam pun juga dikonteskan dalam gelar potensi peternakan Jateng 2017 ini. Selain itu, gelaran juga meliputi pameran produk peternakan dari hulu sampai hilir. “Jateng memiliki cukup banyak ternak lokal unggulan yang sudahmengantongi SK dari Mentan,” ungkap dia.

Sementara itu untuk kontes sapi, salah satunya sebanyak 59 sapi non perah dari 16 Kabupaten/Kota di Jateng yang ikut dalam lomba di berbagai kategori. Kategori ternak yang dilombakan, jelas  Hariyanta, yakni sapi peranakan ongol (PO) pejantan dan induk, sapi PO calon pejantan dan sapi jantan penggemukan. Selain itu juga kategori kambingPE pejantan dan induk, kambing PE calon pejantan dan induk serta ayam jantan (bulu dan katuranggan). Ternak yang dikonteskan merupakan ternak yang telah lolos penilaian awal oleh tim juri Dinas Peternakan dan Keswan Provinsi Jateng atau yang telah ditetapkan oleh Asosiasi. Nantinya, juara kontes ternak akan mendapatkan trophi, piagam dan uang pembinaan dari Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Loading...
loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Sakadoci Updated at: 23:05:00

0 komentar:

Loading...
Powered by Blogger.