Toko Pertanian MARDIKA TANI. Jl. Raya Sragen-Solo KM 7, Sragen Jawa Tengah. "Sedia AOS AMINO Ternak Untuk Sapi Cepat Gemuk dan Sehat" Kontak: Hp. 0822 2656 7891 / 0822 2122 5555

Macam-macam Jenis Pakan Belut dan Cara Memberikannya

Posted by

Apakah Pakan Alami Terbaik Untuk Ternak Belut Agar Pertumbuhannya Optimal? Bagaimana Analisa Usaha Beternak Belut?

Agar pemeliharaan belut bisa optimal hsailnya maka perlu diperhatikan faktor pakan yang merupakan faktor penting untuk tumbuh kembang belut.
Cacing tanah merupakan salah satu pakan alami terbaik, yang memiliki nilai protein yang sangat tinggi. Cacing tanah jenis lumbricus rubellus adalah cacing tanah yang dapat dibudidayakan dengan mudah. Kandungan nutrisi cacing lumbricus menurut laverach (1963), dalam bentuk segar atau basah: Protein 16,3%, karbohidrat 17%, lemak 4,5%. Sedangkan dalam keadaan kadar kering 15%-20%, kandungan protein 53,5 – 71,5 %.
Cara pemberian pakan belut dengan cacing tanah adalah sebagai berikut:
  • Timbang cacing sesuai bobot kebutuhan pakan perhari.
  • Bersihkan cacing dari sisa-sisa media dengan cara disiram air sebaiknya cacing dipotong– potong atau digunting agar tidak terlalu besar dan disesuaikan dengan ukuran mulut belut.
Taburkan potongan cacing tersebut tepat disaluran air (kamalir) pada kolam belut. Tidak boleh menabur pakan pada sembarang tempat. Karena belut hanya akan mencari makan disaluran air (kamalir) saja.
Belut termasuk hewan karnivora yang lebih suka pakan alami dan segar, namun demikian belut juga bisa diberikan pakan buatan. Cara makan belut di media lumpur adalah dengan menunggu mangsa di dalam lubang dan akan aktif keluar luar lubang untuk mencari makan ketika malam hari, ini sebabnya anda sebaiknya memberi makan di atas jam 17.00.
Ingatlah, di dalam pemberian pakan pada belut, hal yang harus diperhatikan bukan hanya pemberian yang tepat waktu dan cukup saja, tetapi kualitas pakan yang diberikan juga harus diperhatikan karena berkualitas atau tidaknya pakan buatan yang diberikan akan mempengaruhi kesehatan dari belut. Jika pakan yang diberikan tidak berkualitas, belut akan mudah sekali terserang penyakit karena daya tahan tubuhnya menurun.

Dua faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan pakan yang baik untuk belut adalah kualitas dan kuantitas serta harganya yang ekonomis. Percuma saja memelihara belut cepat berkembang tetapi berbiaya pakan yang mahal sehingga saat panen malah tidak menguntungkan.
Berikut beberapa pakan belut
  • Cacing Lumbricus rubellus (cacing tanah) Cacing tanah merupakan salah satu pakan alami terbaik, yang memiliki nilai protein yang sangat tinggi. ...
  • Keong mas atau keong sawah. ...
  • Bekicot (Achatinafulica. ...
  • Cacing Sutera (tubifex) ...
  • Kepiting Air Tawar. ...
  • Pasta. ...
  • Pakan awal. ...
  • Jasad Renik.
Pakan Alami Belut Budidaya

Pakan alami merupakan pakan yang berasal dari alam. Ada sebagian pakan alami yang mudah ditemukan namun ada pula yang sulit ditemukan.

Kebanyakan pakan alami yang sulit ditemukan dikarenakan jumlahnya semakin lama semakin menipis. Selain itu, faktor alam juga dapat mempengaruhi keberadaan pakan alami.

Contohnya seperti kutu air. Tidak setiap hari kutu air dapat ditemukan, sedangkan pakan tersebut dibutuhkan setiap harinya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, para pembudidaya biasanya membudidayakan kutu air. Dengan cara seperti ini, stok kutu air bisa didapatkan setiap harinya dan kebutuhan pakan belut dapat terpenuhi.

Selain kutu air, jenis pakan alami lainnya yang dapat diberikan pada belut seperti cacing sutera, ikan kecil-kecil, ika rucah, cacing tanah, usus ayam, bangkai unggas, dan masih banyak lagi jenis pakan yang dapat diberikan pada belut.

Pakan Buatan belut Budidaya

Selain pakan alami, pakan buatan juga dapat diberikan pada belut. Ada beberapa jenis pakan buatan yang dapat diberikan pada belut. Beberapa jenis tersebut seperti remah, pelet, dan tepung. Ketiga jenis pakan buatan tersebut dapat diberikan pada belut.

Namun untuk jenis pakan tepung dan remah diberikan pada belut kecil atau sering disebut dengan benih belut. Sedangkan untuk pelet diberikan pada belut yang sudah dewasa.

Tidak selamanya pakan alami itu mengandung nilai gizi yang cukup. Untuk memenuhi kandungan gizi tersebut, pakan buatan adalah jawabannya. Di dalam pakan buatan mengandung beberapa nilai gizi yang dibutuhkan oleh belut.

Ingatlah, di dalam pemberian pakan pada belut, hal yang harus diperhatikan bukan hanya pemberian yang tepat waktu dan cukup saja, tetapi kualitas pakan yang diberikan juga harus diperhatikan karena berkualitas atau tidaknya pakan buatan yang diberikan akan mempengaruhi kesehatan dari belut.
Sebenarnya pemberian pakan pada ternak belut cukup diberikan sehari sekali saja. Dan waktu pemberian pakan tersebut sebaiknya dilakukan pada sore hari. Karena belut merupakan hewan yang mencari makan pada malam hari, terutama pada jenis belut sawah. Jenis pakan yang baik untuk ternak belut adalah cacing sutra, bekicot, ikan kecil, atau keong emas. Selain itu untuk menambah kandungan, Anda bisa mencampurkan pelet atau pakan buatan dengan perbandingan 1 : 1. Misalnya, apabila Anda memberikan pakan berbahan 1 kg bekicot maka sebaiknya Anda campurkan pelet atau pakan buatan sebanyak 1 kg. Selanjutnya tinggal disesuaikan dengan jumlah populasi ternak belut yang dibudidayakan.
Jika pakan yang diberikan tidak berkualitas, belut akan mudah sekali terserang penyakit karena daya tahan tubuhnya menurun.

Selain kualitas pakan, kandungan nutrisi di dalam pakan juga harus diperhatikan. Sebagai contoh, lemak dan protein yang harus dipenuhi oleh belut.

Cara memenuhinya adalah dengan memberikan pakan yang berkualitas karena secara otomatis di dalam pakan yang berkualitas telah mengandung nutrisi yang seimbang dan komplit.

CONTOH ANALISIS USAHA PEMELIHARAAN BELUT DALAM TONG ATAU DRUM

Asumsi
1. Tong atau drum yang digunakan bervolume 200 liter sebanyak 20 buah.
2. Lama setiap periode pemeliharaan 4 bulan. Namun, tidak menutup kemungkinan jika periode pemeliharaan bisa lebih cepat menjadi 3 bulan.
3. Tong atau deum dapat digunakan selama 4 tahun (12 Periode pemeliharaan)
4. Cat Minyak, Pipa PVC dan perlengkapan pendukung dapat digunakan selama 4 tahun
5. Padat tebar bibit 2 kg per drum, menggunakan bibit berjumlah 80-100 ekor per kg. Jadi kepadatan maksimal tong 200 ekor bibit.
6. Kegiatan budi daya dilakukan sendiri oleh pembudidaya, hanya proses penyiapan tong dan pembuatan media yang menggunakan tenaga kerja borongan.
7. Media yang digunakan adalah campuran tanah yang dimatangkan dengan media instan bokashi.
8. Pakan utama yang dibudidayakan sendiri, sehingga menekan biaya pakan.

Analisis Usaha

Biaya investasi

– Tong atau drum 20 buah @ Rp100.000………………….Rp 2.000.000
– Cat minyak 7 kaleng @ Rp8.000……………………………..Rp 56.000
– Pipa PVC 2 inchi 3 batang @ Rp30.000…………………..Rp 90.000
– Perlengkapan pendukung
(ember, cangkul, serok, baskom, Was, dan jeriken)……Rp 200.000
– Upah pembuatan tong (borongan…………………………….Rp 100.000
Total investasi……………………………………………………………Rp2.446.000
Biaya operasional per periode pemeliharaan

Biaya Tetap
Penyusutan tong atau drum Rp2.000.000 : 12 …………Rp 167.000
Penyusutan cat Rp56.000 : 12 ………………………………….Rp 4.700
Penyusutan pipa PVC Rp90.000 : 12……………………….. Rp 7.500
Penyusutan peralatan pendukung Rp200.000 : 12…… Rp 16.700
Penyusutan upah persiapan drum Rp100.000: 12…….. Rp 8.400
total biaya tetap………………………………………………………….. Rp 204.300

Biaya Tidak Tetap
Bibit belut 40 kg x Rp40.000/kg……………………………………………. Rp 1.600.000
Pelet, cacing, dan ikan-ikanan kecil 474 kg x Rp3.000/kg………. Rp 1.422.000
EM4 4,5 botol x Rp , 25.000/ botol…………………………………………. Rp 112.500
Jerami padi 4 ikat x Rp5.000/ikat………………………………………….. Rp 20.000
Batang pisang 10 batang x Rp1.000/batang……………………………. Rp 10.000
Bekatul atau dedak 67 kg x Rp2.000/kg………………………………….. Rp 134.000
Pupuk kandang 4 karung x Rp6.000/karung…………………………… Rp 24.000
Gula 0,25 kg x Rp6.000/kg……………………………………………………… Rp 1.500
HSC (Humic Substance Complex) 1 botol………………………………….. Rp 90.000
Tenaga pembuatan media…………………………………………………………. Rp 50.000
Total biaya tidaktetap……………………………………………………………….. Rp3.464.000
— Total Biaya Operasional
Total biaya operasional = Total Biaya Tetap + Total Biaya Tidak Tetap
= Rp204.300 + Rp3.464.000
= Rp3.668.300

Penerimaan per Periode
Penjualan hasil panen 400 kg x Rp25.000/kg = Rp10.000.000
4. Keuntungan
Keuntungan = Total penerimaan – total biaya operasional
= Rp10.000.000 – Rp3.668.300
= Rp6.331.700

Pay Back Period
Pay back period adalah waktu titik batik modal atau titik impas,
yaitu perbandingan antara total investasi dengan keuntungan yang diperoleh.
Pay back period = (Total investasi : keuntungan) x 1 bulan
= (Rp2.446.000 : Rp6.331.700) x 1 bulan
= 0,4 bulan

Diolah dari berbagai sumber

Loading...
loading...

Blog, Updated at: 02:20:00

0 komentar: