Toko Pertanian MARDIKA TANI. Jl. Raya Sragen-Solo KM 7, Sragen Jawa Tengah. "Sedia AOS AMINO Ternak Untuk Sapi Cepat Gemuk dan Sehat" Kontak: Hp. 0822 2656 7891 / 0822 2122 5555

Cara Mengobati Kulit Sapi Kudisan Secara Medis dan Tradisional

Posted by

Ada 2 Cara Mengobati Penyakit Kulit (Scabies) Pada Ternak Sapi Yaitu Secara Medis Dengan Obat-obatan Kimia Produksi Pabrik dan Dengan Cara Alami Menggunakan Tanaman dan Bahan-bahan Herbal, Kedua Cara Tersebuta Ada Kelebihan dan Kekurangannya.

Apa yang dimaksud dengan penyakit gudik atau kudisan pada ternak sapi, apa penyebab dan gejala-gejala awal yang mudah terlihat?

Apa kerugian jika seekor sapi terkena serangan penyakit kudis yang kronis dan tidak segera diobati? Apakah bisa membahayakan jiwa sapinya sehingga berujung kematian sapi?

Bagaimana cara mengobati sapi yang terkena scabies? Temukan jawabannya pada uraian tentang penyakit gudig pada sapi dibawah ini.

Scabies, Gudig dan Kulit Keropeng.
Saat ternak anda terlihat kulitnya mulai berkeropeng atau terdapat koreng yang semakin lama semakin banyak, waspadalah mungkin ternak sapi anda terkena penyakit kulit atau gudig atau kudis (Scabies). Penyakit Scabies atau gudig yang disebabkan oleh tungau ini mudah menyerang dan menular ke ternak sapi lain dan juga bisa menular pada manusia.

Parasit Tungau penyebab scabies setelah menginfeksi ternak kemudian akan menembus kulit, menghisap cairan limfe dan juga memakan sel se epidermis pada hewan. Penyakit scabies ini akan menimbulkan rasa gatal yang luar biasa sehingga kambing atau ternak yang terserang akan menggosokkan badannya ke kandang. Jenis penyakit ini semakin digosok ataupun digaruk maka akan menjadi semakin gatal. Eksudat yang dihasilkan oleh penyakit gudik akan merembes keluar kulit kemudian mengering membentuk sisik di permukaan kulit. Sisik ini akan menebal dan selanjutnya terjadi keratinasi serta proliferasi jaringan ikat. Daerah sekitar yang terinfeksi parasit akan menjadi berkerut dan tidak rata. Rambut kulit pada daerah ini akan menjadi jarang bahkan hilang.

Apa Saja Kerugian Akibat Penyakit Scabies?
Beberapa kerugian akibat scabies adalah kulit sapi jadi kulit afkir, berat badan sapi terus merosot, Sapi bertambah kurus yang berarti produksi daging akan menurun. Dan efek yang tidak kalah berbahayanya adalah penyakit scabies pada sapi ini bisa menular pada manusia.

Bagaimana Cara Mengobati Scabies?
Untuk mengobati scabies bisa ditempuh dengan dua cara yaitu secara medis dan tradisional. Berikut ini cara mengobati scabies dengan dua cara tersebut.

Pengobatan Scabies Secara Medis
  • Dilakukan dengan injeksi (suntik) Ivermectin (Ivomec: merk dagang). 
  • Dosis yang diberikan umunya 1 ml untuk 20 kg bobot kambing. 
  • Pemberian dosis injeksi harus dikonsultasikan dengan dokter hewan. 
  • Injeksi diulang 10-14 hari kemudian dari injeksi yang pertama. 
  • Masa 10-14 hari adalah waktu yang diperlukan untuk sebuah telur tungau Sarcoptes scabies yang mungkin masih tersisa untuk menetas. 
  • Ivomec umumnya dijual dalam kemasan 50 ml/botol. 
Catatan: Ivomec tidak boleh diberikan kambing yang bunting karena dapat menyebabkan keguguran. Selain itu Ivomec baru bisa diberikan pada kambing diatas umur 2 bulan. 
Pengobatan tersebut sebaiknya dilengkapi dengan pengobatan yang sesuai dengan kondisi hewan bersangkutan seperti:

a. Antibiotik : untuk mencegah infeksi pada luka akibat garukan
b. Kortikosteroid jangka pendek : untuk mengurangi rasa gatal
c. Vitamin untuk meningkatkan kondisi secara umum dan daya tahan

Pengobatan scabies Secara Tradisional 
  • Pengobatan kasus ringan dapat menggunakan oli bekas + belerang + minyak kelapa (minyak goreng), dimasak lalu didinginkan atau dengan ramuan menggunakan bahan dengan komposisi 97 ml oli bekas + 3 ml cuka 3% + 5 siung bawang merah.. 
  • Untuk kasus yang parah dapat menggunakan 2 liter minyak goreng + Decis (obat serangga untuk tanaman / insektisida) 50 ml + oli bekas 50 ml. 
  • Pada kasus yang parah dimana kudis sudah menyerang seluruh tubuh kambing, ramuan ini diberikan 2 minggu (14 hari sekali).

Loading...
loading...

Blog, Updated at: 04:51:00

0 komentar: