Loading...

Jenis Ayam Kalkun dan Cara Beternak (Panduan Singkat)

Loading...
loading...
Jenis-jenis Ayam Kalkun 
Kalkun merupakan ejaan bahasa Indonesia untuk bahasa Belanda "kalkoen" yang diambil dari nama kota Kalikut di India. Sedangkan Ayam Belanda merupakan sebutan bahasa Melayu untuk kalkun. Dalam bahasa Denmark dan Norwegia, kalkun juga disebut sebagaikalkun, atau kalkon (bahasa Swedia), Kalkuun (bahasa Jerman hilir), kalkkuna (bahasa Finlandia), dan kalakuna dalam bahasa Papiamento.
Ayam kalkun adalah jenis ayam berukuran besar yang memiliki bunyi khas seperti "kluk-kluk-kluk" dan suka makan sayur-sayuran disamping pakan ayam lainnya. Kalkun sangat terkenal diluar negeri tetapi tidak begitu familiar dengan masyarakat Indonesia. Disini kepopuleran kalkun kalah jauh jika dibandingkan dengan ayam kampung.

Seperti halnya jenis unggas lainnya, ayam kalkun juga memiliki beberapa jenis yang dibedakan dari warnanya. Apa saja jenis-jenis kalkun yang ada di Indonesia?


Berikut ini jenis ayam kalkun yang saat ini ada di indonesia :


BRONZE
Jenis kalkun Bronze adalah jenis kalkun paling populer dan paling banyak populasinya, di Indonesia jenis ini selain termasuk jenis untuk hias juga termasuk jenis kalkun pedaging / konsumsi.


Golden Palm
Jenis Golden Palm juga termasuk salah satu kalkun yang populasinya sering sekali ditemui dipasaran lokal indonesia. Jenis ini memiliki banyak sekali variasi campuran / perpaduan warna.


PENCILLED PALM
Jenis pencilled palm memiliki perpaduan warna menyerupai warna batik, dibagian bulu ekor ada juga perpaduan warna yang menyerupai corak warna bulu macan sehingga ada juga yang menyebut jenis ini dengan sebutan kalkun pencilled tiger.


NARAGANSETT
Jenis kalkun yang satu ini memiliki perpaduan warna abu-abu gelap berpadu dengan warna kuning keemasan serta corak menyerupai batik dibagian bulu ekor.


WHITE HOLLAND
Jenis Kalkun ini dinamakan white holland karena konon asal asli dari kalkun jenis ini berasal dari belanda.


BOURBON RED
Kalkun jenis ini di indonesia masih tergolong jenis warna kalkun yang masih langka, ciri dari jenis ini memiliki warna coklat kemerahan yang pekat dibagian bulu badan serta bulu warna putih di bagian sayap.


BLACK SPANISH
Black spanish juga merupakan jenis ayam kalkun yang populasinya di indonesia masih sangat langka, karena kelangkaannya di pasaran harganya dijual dengan harga tinggi dibanding jenis lainnya yang disebutkan diatas.


BLUE SLATE
Blue slate adalah kalkun yang populasinya masih sangat langka, di indonesia sendiri kalkun jenis ini baru saja ada pada tahun 2016 ini dimana kami ayamkalkun.com yang pertama kali mengimpor jenis ini masuk ke indonesia.

Kalkun dan Virus Flu Burung. Guna mencegah penularan virus flu burung, diperlukan biosecurity. Langkah ini adalah langkah yang mudah dilakukan jika kita tahu caranya. Kasus-kasus penularan virus flu burung ini pada dasarnya terjadi karena kurangnya pengetahuan peternak, kurang sosialisasi, dan ketidak disiplinan. Sebagai langkah awal, pastikan dulu bahwa kalkun yang anda beli sudah divaksin dan berasal dari peternakan yang bisa dipertanggungjawabkan dari sisi kesehatannya. Vaksin untuk H5N1 ini sebenarnya disediakan gratis oleh pemerintah. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak mem-vaksin ternak anda. Langkah selanjutnya, selalu menyemprot areal kandang dan lokasi-lokasi yang menjadi akses ke kandang. Penyemprotan dilakukan dengan desinfektan dua kali sehari, yaitu pagi dan sore. Kemudian, setiap pintu masuk lokasi kandang harus kita beri larutan desinfektan dalam ember atau baskom. Manusia yang ingin memasuki kandang kita persilahkan untuk mencelupkan tangan dan kaki mereka dalam larutan tersebut. Salah satu desinfektan yang cukup ampuh memberantas virus flu burung, dan beberapa penyakit lainnya, adalah Benzalkonium Chloride. Obat ini bisa dibeli di poultry shop dengan nama dagang yang bermacam-macam dan harganya terjangkau.

Ayam kalkun adalah sebutan untuk dua spesies burung berukuran besar dari ordo Galliformes genus Meleagris.
Kalkun atau burung kalkun adalah sebutan untuk dua spesies burung berukuran besar dari ordo Galliformes genus Meleagris. Kalkun betina lebih kecil dan warna bulu kurang berwarna-warni dibandingkan kalkun jantan. (Wikipedia)
Nama ilmiah: Meleagris
Ordo: Galliformes
Famili: Phasianidae
Genus: Meleagris; Linnaeus, 1758
Kelas: Aves
Kalkun betina lebih kecil dan warna bulu kurang berwarna-warni dibandingkan kalkun jantan. Sewaktu berada di alam bebas, kalkun mudah dikenali dari rentang sayapnya yang mencapai 1,5-1,8 meter.

Spesies kalkun asal Amerika Utara disebut M. gallopavo sedangkan kalkun asal Amerika Tengah disebut M. ocellata.

Kalkun hasil domestikasi yang diternakkan untuk diambil dagingnya berasal dari spesies M. gallopavo yang juga dikenal sebagai kalkun liar (Wild Turkey). Sedangkan spesies M. ocellata kemungkinan adalah hasil domestikasi suku Maya. Ada orang yang berpendapat kalkun yang diternakkan untuk diambil dagingnya berasal dari kalkun suku Maya. Alasannya kalkun suku Maya lebih penurut dari kalkun liar asal Amerika Utara, tapi teori ini tidak didukung bukti morfologis. Kalkun hasil domestikasi mempunyai pial (bagian bergelambir di bawah paruh) sebagai bukti bahwa kalkun negeri berasal dari kalkun liar M. gallopavo. Kalkun M. ocellata yang dipelihara orang Maya tidak memiliki pial.

Kalkun liar merupakan hewan buruan di Amerika Utara, tapi tidak seperti kalkun negeri, kalkun liar gesit dan pandai terbang.

Kalkun dalam berbagai bahasa

Ketika kalkun pertama kali ditemukan di Amerika, orang Eropa salah mengenalinya sebagai burung asal Afrika Numida meleagris yang juga dikenal sebagai "ayam turki" karena diimpor dari Eropa Tengah melalui Turki. Dalam bahasa Inggris, kalkun tetap disebut sebagai "Turkey" hingga sekarang. Kalkun termasuk genus Meleagris yang dalam bahasa Yunaniberarti "unggas asal Guinea".

Nama-nama dalam berbagai bahasa dunia untuk kalkun hasil domestikasi juga mencerminkan nama negeri asal kalkun yang "eksotik" menurut orang zaman dulu. Sekaligus terlihat kebingungan orang zaman dulu tentang negara asal kalkun. Pada waktu, orang percaya lokasi benua Amerika yang baru saja ditemukan terletak di Asia Timur. Selain itu, orang zaman dulu suka menamakan binatang dengan nama-nama tempat yang jauh dan eksotis supaya bisa dijual mahal.

Kalkun merupakan ejaan bahasa Indonesia untuk bahasa Belanda "kalkoen" yang diambil dari nama kota Kalikut di India. Sedangkan Ayam Belanda merupakan sebutan bahasa Melayu untuk kalkun. Dalam bahasa Denmark dan Norwegia, kalkun juga disebut sebagaikalkun, atau kalkon (bahasa Swedia), Kalkuun (bahasa Jerman hilir), kalkkuna (bahasa Finlandia), dan kalakuna dalam bahasa Papiamento.

Menentukan Jenis Kelamin Kalkun
Untuk menentukan jenis kelamin pada ayam kalkun ada beberapa cara, berikut cara yang bisa dilakukan untuk menentukan jenis kelamin ayam kalkun:

Memasukkan jari ke kloaka anak ayam. Metode ini membutuhkan pelatihan yang ekstensif yang dapat memakan waktu beberapa bulan agar ahli, tapi orang yang sudah ahli dan berpengalaman akan dapat menggunakan jari telunjuk untuk membuka kloaka anak ayam dan mengetahui alat kelamin nya. Hal ini mungkin akan melukai anak ayam. Sehingga harus diajarkan oleh seseorang yang benar-benar ahli.

Gunakan perangkat proctoscope, alat seperti untuk memeriksa usus besar anak ayam itu. Alat ini dapat membantu anda melihat melalui dinding usus anakan kalkun dan menemukan gonad anak ayam itu, Jantan yang akan memiliki dua testis, dan betina satu ovarium. Metode ini juga membutuhkan pelatihan yang menyeluruh agar tidak membahayakan anak ayam.

Bandingkan bulu halus anak-anak ayam dengan bulu utama mereka. Kita bias membandingkan bulu yang lebih cepat tumbuh adalah jantan dan lambat betina, betina akan memiliki bulu halus yang selalu lebih pendek daripada bulu primer, karena merupakan karakteristik seksnya. Ini bisa menjadi metode yang berguna untuk penentuan jenis kelamin kalkun yang berumur hanya beberapa jam saja, dengan pelatihan yang minimal.

Tunggu sampai anak Kalkun berusia delapan minggu, Kalkun Jantan akan mengembangkan kakinya lebih besar memiliki sedikit bulu di kepala mereka. betina akan tampak lebih tinggi dan langsing.
Tunggu sampai musim kawin pertama mereka. Anda tidak perlu menjadi seorang pengamat kalkun yang ahli untuk mengetahui siapa yang jantan atau betina, saat terjadi perkawinan.

Ukuran Kandang Box Berdasarkan Umur
Kalkun umur 0- 1.5 bulan (20-25 ekor kalkun):
Kandang bambu rapat dengan alas kertas kardus, panjang 1 meter, lebar 80 cm, tinggi 40 cm.

Kalkun umur 1.5- 2,5 bulan (10-15 ekor kalkun):
Kandang bambu lebih renggang tanpa alas kertas kardus, panjang 1 meter, lebar 80 cm, tinggi 40 cm.

Kalkun umur 2,5- 3.5 bulan (15-20 ekor kalkun):
Kandang kawat strimin dengan rangka kayu, panjang 2 meter, tinggi 70 cm, lebar 80 cm.

Kalkun umur 3.5 bulan ke atas s.d indukan (50-70 ekor kalkun):
Kandang umbaran tanah yg berkarakter kering & tidak keras serta ditumbuhi rumput & tanaman perdu ukuran minimal 5x10 meter.

CATATAN :
Kandang umbaran tanah yg untuk indukan. Lahan 5x10 meter dibuat sebagian beratap dan di tempat beratap disediakan tempat bertengger yang cukup bagi semua ayam kalkun.

Kandang karantina juga harus dipersiapkan bagi pejantan yang suka berbuat onar (tarung), sakit, atau cidera.

untuk ayam kalkun pejantan , indukan sakit : kandang bambu ukuran 80cm x 80cm x 80cm (diisi 1 ekor ayam kalkun dewasa)
untuk ayam kalkun yang masih muda, ukuran bisa lebih kecil (tetap diisi 1 ekor)
untuk ayam kalkun dalam pengobatan cidera/terluka bisa di dalam kandang yang agak besar, dapat dicampur dengan kalkun lain yang juga terluka.

Kandang Ayam Kalkun

1. Kandang untuk mengumbar

Kalkun membutuhkan ruangan untuk bergerak dan beraktivitas sehari-hari (termasuk perkawinan). Untuk itu diperlukan lokasi yang berguna sebagai umbaran. Lokasi umbaran ini harus dikelilingi pagar yang rapat agar aman. Sebenarnya, kalkun bukan tergolong hewan yang senang melarikan diri. Penggunaan pagar lebih bermaksud untuk menjaga keamanan dari tangan jahil dan binatang pengganggu lainnya.

Untuk memelihara 50-70 ekor indukan, kandang umbaran seluas 5x10 meter sudah cukup. Jika kita menanam sayuran di lokasi kandang ini, maka lokasi tanaman juga perlu dipagar agar tidak habis oleh kalkun. Sayuran yang biasa dikonsumsi yaitu:
-Sawi
-Kangkung
-Genjer
-Eceng gondok
-Daun pepaya
-Daun pisang
-Som jawa
-Selada air
Dan sebagainya.

2. Kandang kalkun umur 0-30 hari

Kalkun yang berumur satu minggu sampai satu bulan membutuhkan kandang boks yang hangat. Kandang dapat dibuat dari bambu atau kayu, atau kawat strimin dengan rangka kayu. Kandang kawat sangat membantu jika didaerah kita banyak terdapat hama tikus. Agar praktis, kandang dibuat ukuran panjang 1 meter, lebar 80 cm, tinggi 40 cm dan kaki-kaki setinggi 10 cm atau menyesuaikan dengan keadaan. Kandang dengan luasan seperti diatas cukup untuk menampung 20 ekor kalkun. Sebagai alas kandang, gunakan lapisan koran. Koran akan menyerap cairan yang berasal dari kotoran atau sisa minuman. Jika koran sudah jenuh air dan penuh kotoran, kita tinggal angkat, buang dan ganti dengan koran yang baru.

Pada umur 1,5 sampai 2,5 bulan, kalkun sudah mengalami perkembangan yang lumayan. Untuk itu kalkun perlu menempati kandang yang lebih lega. Untuk kandangnya, sama dengan kandang kalkun berumur 0-1 bulan diatas. Hanya saja populasinya perlu dikurangi menjadi sepuluh ekor kalkun saja.

3. Kandang kalkun umur 2,5 bulan ke atas

Kalkun berumur 2,5 bulan ukuran kandangnya yaitu panjang 2 meter, tinggi 70 cm, lebar 80 cm dan kaki-kaki menyesuaikan pada kondisi setempat. Kandang dengan luasan seperti diatas diisi dengan 20 ekor kalkun. Saat kalkun berumur 3 bulan, maka populasinya dikurangi menjadi 10 ekor/kandang. Kemudian pada umur 3,5 bulan, dikurangi lagi sehingga dalam satu kandang hanya terdapat 8 ekor kalkun.

Pada umur 3 bulan, kalkun harus mulai dipisah-pisah menurut jenis kelaminnya. Jadi, antara kandang jantan dan kandang betina dibuat sendiri-sendiri. Kalkun jantan juga mulai diseleksi untuk mendapatkan calon pejantan yang baik. Kalkun jantan yang kurang bagus kita gunakan sebagai kalkun potong.

4. Kandang lantai

Selain menempati kandang boks, kalkun mulai umur 2 bulan keatas juga bisa menempati kandang lantai. Ukuran kandang lantai ini, sebagai contoh, panjang 6 meter, lebar 3 meter, dengan tinggi menyesuaikan dengan keadaan. Tentu saja ukuran ini tidak baku dan melihat pada kondisi setempat. Populasi kandang lantai ini sekitar 20-30 ekor untuk tiap meter perseginya. Jadi kita bisa menghitung sendiri ukuran kandang dan isinya.

5. Kandang pejantan

Kalkun pejantan mutlak harus diberi kandang boks tersendiri. Ini berguna agar kalkun tidak berkelahi yang akan mengakibatkan luka dan bulu rontok. Ukuran kandang untuk pejantan ini 80x80x80 cm. Kandang juga dibuat berkaki. Tiap satu kandang hanya berisi satu kalkun saja.

6. Kandang untuk mengeram

Saat bertelur dan mengeram, kalkun harus disediakan kandang khusus. Kandang ini berupa boks dengan ukuran 40x40x40 cm. Sebagai alasnya, bisa ditaruh merang/tangkai padi. Jika kita memelihara kalkun dalam jumlah banyak, maka kandang pengeraman ini juga harus disediakan dalam jumlah banyak. Jumlahnya bisa disesuaikan sesuai dengan jumlah indukan yang ada.

Tempat makan minum. Tempat makan dan minum untuk kalkun disesuaikan dengan umurnya. Untuk kalkun kecil, buatlah tempat makan dari bahan bambu yang panjangnya 40 cm dan berdiameter 8-10 cm yang dibelah dua. Cara membelahnya tidak sama tapi untuk bagian yang digunakan lebih besar, kira-kira 2/3 luas penampang. Bagian bawah bambu kita beri tahanan/alas supaya tidak terguling. Tempat makan ini cukup untuk memberi makan 20-25 ekor kalkun kecil.

Selain tempat makan dari bambu, tempat makan yang praktis bisa terbuat dari tempat minum yang biasa dijual di poultry shop. Jadi, dalam tempat minum itu kita isikan makanan untuk kalkun.

Untuk kalkun dewasa, tempat makan bisa berupa wadah plastik seperti baskom kecil. Jika mau dibuat sendiri, bahannya bisa dari kayu untuk bagian tepinya, dan tripleks sebagai alasnya. Untuk tempat makan kalkun dewasa ini sebenarnya sangat fleksibel, yang penting kalkun bisa makan bersama-sama tanpa kesulitan.

Sebagai tempat minum, bisa kita gunakan tempat minum untuk ayam pedaging. Tempat minum ini mudah kita dapatkan di toko-toko. Untuk kalkun kecil, penempatannya perlu diatur agar tidak membahayakan. Posisi tempat minum harus agak tinggi agar kalkun tidak mudah masuk ke bagian tempat yang berisi air. Usahakan agar saat menggantung tempat minum ini tidak terlalu tinggi agar kalkun tidak susah saat minum.

Kalkun adalah hewan yang tidak memerlukan banyak air, terutama yang kecil. Jika kita memberi air terlalu banyak, kalkun akan berkurang nafsu makannya dan gampang terkena penyakit. Untuk itu, waktu minum harus diawasi. Setelah makan, kalkun kita beri minum. Setelah semua selesai minum, tempat minum diambil/disingkirkan dari kandang.

Ransum untuk kalkun Kalkun adalah hewan yang tidak begitu pemilih. Artinya, jenis-jenis makanan seperti bekatul, sisa nasi, sisa sayur dan sejenisnya, bisa dipakai. Akan tetapi untuk pemeliharaan yang intensif, kita harus mengetahui jenis dan kebutuhan perharinya.

Kalkun kecil dan kalkun dewasa membutuhkan ransum yang berbeda macam dan porsinya. Dari jenisnya, makanan yang biasa dikonsumsi kalkun untuk hidupnya adalah:

1. Konsentrat.
Konsentrat yang diberikan untuk kalkun adalah konsentrat jenis BR yang harganya dipasaran Rp 5000/kilogram. pemberian konsentrat BR disesuaikan menurut umur kalkun. Seperti kita ketahui, dipasaran terdapat konsentrat jenis BR1 dan BR 2. Selain konsentrat, ada juga ransum untuk penggemukan seperti polar. Untuk penguat tulang, konsentrat jenis AD1 juga bisa diberikan kepada kalkun.

2. Bekatul.
Bekatul sebagai salah satu bahan campuran makanan ini diberikan pada kalkun dewasa. Bekatul atau dedak bisa kita dapatkan di warung-warung, poultry shop atau penggilingan padi. Untuk jenisnya, bekatul dibagi menjadi dua yaitu bekatul kasar dan bekatul halus. Bekatul kasar biasanya masih mengandung banyak sekali kulit padi. Untuk itu, usahakan memberi kalkun-kalkun peliharaan dengan bekatul halus.

3. Tahu.
Tahu yang kita pergunakan adalah tahu putih tawar (bukan yang asin) yang belum digoreng. Bahan makanan kalkun muda ini mudah kita dijumpai dimana-mana. Yang perlu diwaspadai, jangan sampai membeli tahu yang berpengawet untuk non makanan seperti formalin. Agar lebih hemat kita dapat membeli tahu ini dengan cara berlangganan di tempat pembuatan/pabrik. Untuk tahu yang disimpan dalam kulkas/frezzer, sebelum digunakan sebagai ransum, rendam dahulu dalam air panas selama beberapa saat.

4. Hijauan.
Hijauan (sebagai sumber vitamin) paling populer bagi kalkun adalah daun pisang. Cara menyajikannya bahkan sangat mudah. Kita hanya perlu memetik daun pisang dengan pisau dan langsung melemparkannya ke kerumunan kalkun. Dengan lahap pasti kalkun-kalkun tersebut akan memakannya sampai habis.

Selain daun pisang, beberapa hijauan seperti kangkung, sawi, daun pepaya dan sebagian jenis sayuaran juga disukai kalkun. Untuk itu, tidak ada salahnya membudidayakan tanaman ini sebelum kalkun-kalkun muda mengisi kandang kita.

5. Nasi aking.
Nasi aking adalah nasi sisa yang dicuci bersih dan dijemur sampai kering. Makanan ini juga salah satu makanan sumber karbohidrat yang disukai kalkun. Untuk menyajikannya, kita harus terlebih dahulu merendamnya dalam air panas agar lebih lunak. Saat membeli nasi aking, kita harus memilih yang bersih dan tidak tercampur bahan lain.

Pemberian Pakan Kalkun Sesuai Umurnya

Bagi peternak ayam kalkun yang sudah berpengalaman, tentunya sudah tahu atau setidaknya tidak perlu bingung untuk memberikan porsi pakan ayam kalkun. Tetapi bagi peternak ayam kalkun pemula atau yang masih ingin berencana memelihara ayam kalkun, akan sedikit kebingungan dalam hal ini. Maka dari itu mari simak referensi pemberian pakan ayam kalkun sesuai umurnya berikut ini.

Pemberian pakan ayam kalkun sesuai kondisi dan umurnya itu sangat penting, karena untuk jenis ayam kalkun anakan dan ayam kalkun dewasa memiliki porsi pakan dan menu yang berbeda, karena kemampuan lambung ayam kalkun untuk menampung makanan dan kemampuan untuk mencerna makanan akan berbeda. Di masa pertumbuhan, biasanya ayam kalkun membutuhkan gizi dan nutrisi yang lebih tinggi. Adapun porsi yang bisa diberikan kepada ayam kalkun sesuai umurnya sebagai berikut :

AYAM KALKUN UMUR 1 HARI SAMPAI 7 HARI :

Untuk pemberian pakan ayam kalkun umur 1 hari sampai 7 hari berikanlah full BR 1 (BR 1 100%) yang dicampur dengan air secukupnya. Aduk BR 1 dengan memasukkan air sedikit demi sedikit sampai merata, pemberian air ini hanya sedikit tidak sampai adonan menjadi lembek, jadikan adonan bila diperas dengan cara digenggam tidak mengeluarkan air tetapi adonan terasa basah. Fungsi air di sini adalah untuk melunakkan tekstur BR 1 agar lebih mudah dimakan dan dicerna oleh anak ayam kalkunini. Selain itu, air ini berfungsi untuk mencukupi kebutuhan cairan yang diperlukan tubuh anak ayam kalkun, karena dalam umur ini anak ayam kalkun tidak diperkenankan untuk diberikan full air minum di dalam wadah, karena dikhawatirkan anak-anak ayam kalkun ini akan masuk ke dalam wadah yang berisi air minum, sehingga anak ayam kalkun ini merasa kedinginan dan berakibat kematian. Untuk pemberian full BR 1 ini juga bertujuan untuk memberikan asupan protein yang maksimum yang terkandung oleh BR 1, sehingga pertumbuhan anak ayam kalkun akan semakin cepat dan lebih sehat.

AYAM KALKUN UMUR 1 MINGGU SAMPAI 2 MINGGU :

Anak ayam kalkun umur 1 minggu sampai 2 minggu berikanlah campuran BR 1, Bekatul, dan Hijauan (daun/sayur). Cara membuatnya yaitu dengan cara memotong-motong hijauan sampai berukuran kecil yang sekiranya bisa dimakan atau sesuai dengan ukuran paruh anak ayam kalkun ini. Kemudian campurkan semua bahan tersebut dengan perbandingan 50% BR 1, 30% Bekatul, dan 20% Hijauan. Jangan lupa menambahkan air secukupnya pada adonan ini, jumlah air bisa lebih banyak tetapi tidak encer. Anak ayam kalkun pada umur ini juga sudah bisa diberikan full air minum yang ditaruh dalam wadah. Meskipun begitu, pastikan anak-anak ayam kalkun ini jangan sampai masuk ke dalam air minum ini, karena umur sekian juga masih rentan terhadap suhu rendah.

AYAM KALKUN UMUR 2 MINGGU SAMPAI 4 MINGGU :

Pada waktu anak ayam kalkun umur 2 minggu sampai 4 minggu, bahan-bahan pakannya sama seperti porsi pakan anak ayam kalkun saat umur 1-2 minggu. Meskipun sama tetapi porsinya berbeda, untuk porsinya sendiri adalah 40% BR 1, 30% Bekatul, dan 30% Hijauan. Jumlah air dalam adonan dan cara membuatnya juga sama seperti porsi pakan anak ayam kalkun 1-2 minggu. Pemberian air minum dalam wadah juga sangat diperkenankan, karena kebutuhan cairan pada tubuh anak ayam kalkun ini sudah mulai meningkat. Dan jangan lupa untuk mengganti air minum bila sudah kotor, dan bersihkan juga wadah air minum ini agar tidak ditumbuhi oleh sumber penyakit.

AYAM KALKUN UMUR 1 BULAN SAMPAI 2 BULAN :

Pemberian pakan ayam kalkun pada tahap ini juga masih sama dengan bahan-bahan makanan dan cara membuat pakan ayam kalkun pada umur-umur sebelumnya, tetapi porsi BR 1 dan Bekatul sudah bisa dikurangi dan menambah porsi hijauan. Untuk perbandingan porsinya adalah 25% BR 1, 25% Bekatul, dan 50% Hijauan.

AYAM KALKUN UMUR 2 BULAN KE ATAS :

Pada ayam kalkun saat 2 bulan sudah mulai gampang untuk masalah pakannya, karena porsi BR 1 dan Bekatul sudah banyak dikurangi. Tetapi bahan-bahannya masih sama dengan bahan pakan ayam kalkunpada tahap sebelumnya, yaitu masih memberikan campuran BR 1, Bekatul, dan Hijauan. Untuk perbandingan porsinya adalah BR 1 10%, Bekatul 20%, dan Hijauan 70%.

Adapun pengurangan porsi BR 1 dan Bekatul bertujuan untuk memangkas biaya pengeluaran untuk belanja pakan ayam kalkun, karena harga Hijauan jauh lebih murah dibandingkan harga BR 1 dan Bekatul. Karena kita bisa mendapatkan hijauan dengan mudah di pekarangan rumah yang kita tanam sendiri atau kita bisa membeli sisa-sisa sayuran di pasar tradisional dengan harga yang sangat murah. Meskipun porsi BR 1 dan bekatul dikurangi, gizi yang terkandung masih tetap terjaga, karena Hijauan juga memiliki kandungan gizi yang melimpah. Jadi para kalkuner juga harus tahu mana jenis hijauan yang mengandung banyak gizi yang cocok bagi pertumbuhan dan kesehatan ayam kalkun kita.

Penyakit pada Ayam Kalkun

Penyakit pada Ayam Kalkun dan Cara pengobatan.

Seperti unggas lain, kalkun juga bisa terserang penyakit. Untuk pencegahan penyakit pada unggas, kita bisa memberikan vaksin. Namun pemberian vaksin ini harus tepat dosisnya, jika tidak kalkun malah akan mati. Vaksin untuk kalkun sama dengan vaksin untuk unggas lain. Aturan dan dosisnya bisa melihat pada kemasan. Lebih baik lagi jika kita sebelumnya berkonsultasi dengan dinas kesehatan ternak.

Untuk vaksin, yang bisa digunakan adalah Vaksin ND Hitchner B1 dan vaksin ND LASOTA yang diberikan dengan cara Suntik / air minum mencegah penyakit ND . Berikan juga obat cacing yang di ulang 2-3 bulan sekali untuk mencegah cacingan.

Selain vaksin, banyak peternak yang lebih suka mengobati kalkunnya dengan obat-obatan herbal, dan sebagian lagi dengan obat yang biasa dikonsumsi oleh manusia. Dibawah ini adalah beberapa contoh penyakit kalkun dan cara mengobatinya.

1. Pilek/hidung berlendir.

Penyakit ini secara medis dinamakanInfectious Bronchitis (IB). Kalkun yang terserang penyakit ini mempunyai ciri-ciri hidungnya keluar lendir, sayapnya menggantung dan nafasnya berbau. Lama kelamaan, kalkun akan mengalami penurunan nafsu makan. Jika sudah parah, maka kalkun harus disuapi agar tetap bisa bertahan hidup. Sebagai pencegahan, lokasi kandang harus kering, tidak lembab. Usahakan juga agar disekitar kandang tidak terdapat selokan yang mempunyai air kotor dan tergenang. Penularan penyakit ini terjadi lewat gigitan nyamuk, lalat dan kontaminasi air minum. Jika terlihat tanda-tanda tersebut, kalkun sakit segera dipisahkan dan diberi obat seperti tetrachlor.

2. Cacar/bercak merah

Penyakit ini disebabkanoleh virus familia poxviridae dan genus Avipoxvirus. Kalkun yang terserang dipenuhi bercak-bercak merah diseluruh tubuhnya. Pengobatan dan pencegahan dengan vaksin dilakukan setelah terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter hewan. Sebagai obat tradisional, kita bisa membuat ramuan dari bensin yang dicampur oli (baru). Campuran ini kita kuaskan pelan-pelan ke permukaan tubuh yang terkena bercak-bercak cacar. Beberapa peternak mengatakan cara tradisional ini cukup ampuh.

3. Lumpuh.

Lumpuh pada kalkun disebabkan karena pakan berlebih. Kelebihan pemberian pakan ini mengakibatkan kalkun mengalami obesitas. Kalkun muda yang tulangnya belum kuat tidak akan mampu menahan berat tubuhnya. Untuk itu, pemberian makanan harus terkontrol dengan baik. Untuk pencegahan, kita bisa memberikan konsentrat AD1 (untuk kekuatan tulang) pada ransum makanan kalkun muda.

Kelumpuhan pada kalkun muda juga bisa diakibatkan karena konsumsi daun pepaya. Kalkun yang terserang akan mengalami lumpuh total dan jari-jarinya bengkok kedalam. Sebagai pencegahan, kalkun usia dibawah tiga bulan sebaiknya tidak kita beri daun pepaya.

4. Kolera.

Gejala pada kalkun yang terserang yaitu pial yang terlihat membengkak. Jika kalkun terserang kolera, bisa diobati dengan antibiotik seperti tetrasiklin atau streptomycin.

5. Blackhead/Histomoniasis

Kalkun yang terserang menunjukkan gejala-gejala susah makan, berat badan turun dan kotorannya berwarna kuning. Penyebab penyakit ini adalah protozoa Histomonas meleagridis. Kalkun yang terserang sebaiknya dikarantina agar tidak menular ke kalkun lain. Sebagai tindakan pengobatan, gunakan Emtryl, yang mengandung dimetridazole.

6. Avian Infuenza/Flu burung

Guna mencegah penularan virus flu burung, diperlukan biosecurity. Langkah ini adalah langkah yang mudah dilakukan jika kita tahu caranya. Kasus-kasus penularan virus flu burung ini pada dasarnya terjadi karena kurangnya pengetahuan peternak, kurang sosialisasi, dan ketidak disiplinan. Sebagai langkah awal, pastikan dulu bahwa kalkun yang anda beli sudah divaksin dan berasal dari peternakan yang bisa dipertanggungjawabkan dari sisi kesehatannya. Vaksin untuk H5N1 ini sebenarnya disediakan gratis oleh pemerintah. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak mem-vaksin ternak anda. Langkah selanjutnya, selalu menyemprot areal kandang dan lokasi-lokasi yang menjadi akses ke kandang. Penyemprotan dilakukan dengan desinfektan dua kali sehari, yaitu pagi dan sore. Kemudian, setiap pintu masuk lokasi kandang harus kita beri larutan desinfektan dalam ember atau baskom. Manusia yang ingin memasuki kandang kita persilahkan untuk mencelupkan tangan dan kaki mereka dalam larutan tersebut.

Salah satu desinfektan yang cukup ampuh memberantas virus flu burung, dan beberapa penyakit lainnya, adalah Benzalkonium Chloride. Obat ini bisa dibeli di poultry shop dengan nama dagang yang bermacam-macam dan harganya terjangkau.

7. Herbal untuk kalkun.

Herbal sebagai tindakan pencegahan, dilakukan peternak saat musim pancaroba. Herbal ini dinilai lebih ampuh dan murah. Bahan-bahannya pun mudah diperoleh. Untuk membuat ramuan herbal ini kita siapkan saja jahe dan kencur sesuai kebutuhan. Kedua bahan ini kita cuci, kupas dan digiling halus atau diparut. Setelah campuran siap, suapkan ke kalkun muda (umur kira-kira 4 bulan) dengan dosis seperempat sendok teh. Sementara untuk kalkun kecil, ramuan tersebut kita campurkan ke dalam pakan. Saat musim penghujan, ramuan ini bisa menambah daya tahan dan mengusir berbagai penyakit.

Cara Mudah Beternak Kalkun Agar Cepat Besar
Di luar negeri, kalkun menjadi makanan favorit jika sedang ada acara seperti pesta tapi mungkin untuk di Indonesia masih belum begitu populer kalkun dijadikan sebagai bahan makanan. Kalkun merupakan sejenis ayam yang berukuran cukup besar dan juga memiliki bentuk tubuh unik. bagi kalian yang penasaran ingin mencoba beternak kalkun, berikut kami akan berikan penjelasan singkat mengenai cara beternak kalkun.

Cara Beternak Kalkun
Pemilihan bibit ayam kalkun Pemilihan bibit kalkun yang baik dan benar akan mempengaruhi keberhasilan dalam beternak kalkun. Saat kita membeli ayam kalkun untuk diternak, pastikan kondisi ayam dalam keadaan sehat dan juga tidak terdapat cacat pada tubuhnya. Selain itu perhatikan juga bentuk tubuh si kalkun. usahakan pilih ayam yang memiliki tubuh tegap.

Pemilihan lokasi ternak ayam kalkun
Lokasi peternakan yang strategis akan menjamin keberhasilan dalam usaha ternak kalkun. usahakan tempat ternak kalkun jauh dari keramaian untuk menjaga kenyamanan kalkun. selain itu juga untuk mengantisipasi hilangnya kalkun oleh orang-orang jail karena memang harga kalkun di pasaran sangatlah tinggi.

Kandang ternak ayam kalkun
Sama seperti hewan ternak lainnya, kalkun juga memerlukan kandang yang bisa ia gunakan sebagai tempat untuk tinggal dan melindungi diri dari gangguan di sekitarnya. Kandang kalkun tidaklah memerlukan kandang yang rumit, cukup dengan adanya pembatas seperti pagar dan juga atap untuk berteduh serta tempat untuk kalkun berkeliaran, kalian sudah bisa untuk memulai ternak kalkun. Satu hal yang perlu diperhatikan dalam kandang kalkun yaitu usahakan sinar matahari dapat masuk ke kandang terutama sinar matahari pagi. Selain itu kebersihan kandang juga perlu dijaga untuk menghindarkan kalkun dari berbagai macam penyakit. Tempat makan dan minum juga harus tersedia di dalam kandang. Pisahkan kalkun menurut usianya. hal ini untuk menghindari perkelahian antar sesama kalkun.

Pemberian pakan ayam kalkun
Pemberian pakan yang tepat dan juga sesuai akan menunjang keberhasilan dalam ternak kalkun. Untuk mengurangi biaya pakan, kita dapat memenfaatkan makanan sisa baik dari rumah makan maupun tempat usaha catering. Selain itu kita juga dapat memenfaatkan dedak yang dicampur dengan ikan-ikan kecil maupun keong yang bisa kita dapatkan dengan mudah di area persawahan. Untuk menambah nutrisi, sesekali kita bisa berikan makanan kemasan yang banyak dijual di toko-toko hewan. Pemberian makan juga harus disesuaikan dengan usia dan kondisi fisik kalkun agar makanan didalam kandang selalu habis karena apabila makanan tidak habis dan membusuk di dalam kandang dapat menyebabkan bakteri yang dapart menyerang kalkun. Selain makanan, minuman juga harus tyersedia di dalam kandang. usahakan letak antara makanan dan minuman kalkun saling berjauhan. hal ini untuk menjaga kebersihan minuman agar tidak tercampur dengan makanan kalkun.

Pemberian vaksin ayam kalkun
Untuk menjaga kesehatan kalkun, kita harus memberi ayam kalkun suplemen atau vitamin dan juga vaksin agar ayam kalkun tidak mudah terkena penyakit. pemberian vitamain dan vaksin dapat dilakukan setiap satu atau dua bulan sekali.

Loading...
loading...

Blog, Updated at: 07:51:00