Selain Manfaat, Adakah Efek Samping Pemakaian Tanaman Gandarusa?
Tanaman Gandarusa. Tanaman gandarusa tergolong tanaman yang memiliki cabang sangat banyak dan merupakan tanaman pohon meskipun tidak terlalu tinggi. Gandarusa tumbuh tegak, tinggi dapat mencapai 2 m, percabangan banyak, dimulai dari dekat pangkal batang. Gandarusa tumbuh liar di hutan, tanggul sungai atau dipelihara sebagai tanaman pagar atau tanaman obat. Seringkali ditemukan di pulau Jawa, tumbuh pada ketinggian 1 – 500 m. di atas permukaan laut. Gandarusa lebih populer yang berbatang coklat kehitaman. walaupun ada juga yang berbatang hijau. Daunnya dapat digunakan untuk membunuh serangga. Perbanyakan dengan stek batang. Daun rasanya pedas, sedikit asam, rasanya netral,sedangkan kulit kayunya berkhasiat sebagai perangsang muntah. Cabang-cabang yang masih muda berwarna ungu gelap, dan bila sudah tua warnanya menjadi coklat mengkilat.
Dari sisi daun, tanaman gandarusa mempunyai daun dengan letak yang berhadapan, berupa daun tunggal yang bentuknya lanset dengan panjang 5-20 cm, lebar 1 – 3,5 cm, tepi rata, ujung daun meruncing, pangkal berbentuk biji bertangkai pendek antara 5 – 7,5 mm, warna daun hijau gelap. Nama Lokal Indonesia : Handarusa (Sunda); Gandarusa, tetean, trus (jawa); Ghandharusa (Madura), Gandarisa (Bima), Puli (Ternate); Besi-besi (Aceh), gandarusa (Melayu). Pilipina: Tuhod manok. Cina: jian wei feng.
Tanaman gandarusa memiliki kandungan kimia antar lain Justicin, minyak atsiri, kalium dan alkaloid yang agak beracun. Gandarusa memiliki efek analgetik, diuretik, dan antispermatozoa. Daunnya mengandung alkaloid yang berpotensi racun bagi manusia. Tumbuhan ini dilaporkan digunakan sebagai alat kontrasepsi pria oleh beberapa penduduk lokal Pulau Papua.
Taksonomi Tanaman Gandarusa
Tanaman Gandarusa. Tanaman gandarusa tergolong tanaman yang memiliki cabang sangat banyak dan merupakan tanaman pohon meskipun tidak terlalu tinggi. Gandarusa tumbuh tegak, tinggi dapat mencapai 2 m, percabangan banyak, dimulai dari dekat pangkal batang. Gandarusa tumbuh liar di hutan, tanggul sungai atau dipelihara sebagai tanaman pagar atau tanaman obat. Seringkali ditemukan di pulau Jawa, tumbuh pada ketinggian 1 – 500 m. di atas permukaan laut. Gandarusa lebih populer yang berbatang coklat kehitaman. walaupun ada juga yang berbatang hijau. Daunnya dapat digunakan untuk membunuh serangga. Perbanyakan dengan stek batang. Daun rasanya pedas, sedikit asam, rasanya netral,sedangkan kulit kayunya berkhasiat sebagai perangsang muntah. Cabang-cabang yang masih muda berwarna ungu gelap, dan bila sudah tua warnanya menjadi coklat mengkilat.
Dari sisi daun, tanaman gandarusa mempunyai daun dengan letak yang berhadapan, berupa daun tunggal yang bentuknya lanset dengan panjang 5-20 cm, lebar 1 – 3,5 cm, tepi rata, ujung daun meruncing, pangkal berbentuk biji bertangkai pendek antara 5 – 7,5 mm, warna daun hijau gelap. Nama Lokal Indonesia : Handarusa (Sunda); Gandarusa, tetean, trus (jawa); Ghandharusa (Madura), Gandarisa (Bima), Puli (Ternate); Besi-besi (Aceh), gandarusa (Melayu). Pilipina: Tuhod manok. Cina: jian wei feng.
Tanaman gandarusa memiliki kandungan kimia antar lain Justicin, minyak atsiri, kalium dan alkaloid yang agak beracun. Gandarusa memiliki efek analgetik, diuretik, dan antispermatozoa. Daunnya mengandung alkaloid yang berpotensi racun bagi manusia. Tumbuhan ini dilaporkan digunakan sebagai alat kontrasepsi pria oleh beberapa penduduk lokal Pulau Papua.
Taksonomi Tanaman Gandarusa
- Kingdom (Dunia/Kerajaan):Plantae (Tumbuhan)
- Subkingdom:Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
- Super divisi:Spermatophyta (Menghasilkan biji)
- Divisio (Pembagian):Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
- Classis (Kelas):Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
- Sub Kelas :Asteridae
- Ordo (Bangsa):Scrophulariales
- Familia (Suku):Acanthaceae
- Genus (Marga):Justicia
- Species (Jenis):Justicia gendarussa Burm.
Tumbuhan gandarusa mempunyai bunga kecil,
berwarna putih, panjang 1,5-2 cm, tersusun dalam rangkaian berupa malai
atau bulir yang menguncup, berambut menyebar, dan keluar dari ketiak
daun atau ujung tangkai. Buah Gandarusa berbentuk bulat panjang sampai
menjorong, panjangnya sekitar 1,3 cm. Gandarusa sudah lama dimanfaatkan
sebagai tanaman obat. Di negara India dan Asia Tenggara, sering dipakai
sebagai penurun panas, merangsang muntah, anti reumatik, pengobatan
sakit kepala, kelumpuhan otot wajah, eczema, sakit mata dan telinga.
Sifat kimiawi dan efek farmakologis : Rasa pedas, sedikit asam, netral.
Melancarkan peredaran darah (Circulation promoting, stag-nant blood
dispelling), antireumatik.
Cara Membuat Ramuan Obat Gandarusa
Ramuan untuk mengobati Memar, keseleo, rematik, tulang patah
Caranya: Ambil dan rebus daun gandarusa segar atau yang kering dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin saring lalu diminum pagi dan sore hari. Masing-masing ½ gelas.
Caranya: Ambil dan rebus daun gandarusa segar atau yang kering dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin saring lalu diminum pagi dan sore hari. Masing-masing ½ gelas.
Gandarusa untuk melancarkan peredaran darah, antirematik, merangsang muntah (Obat di Minum)
Caranya: Ambil dan rebus daun gandarusa segar atau ditumbuk dan peras,lalu gunakan air yang terkumpul. Jika memakai yang dikeringkan, rebus daun kering atau akar kering.
Caranya: Ambil dan rebus daun gandarusa segar atau ditumbuk dan peras,lalu gunakan air yang terkumpul. Jika memakai yang dikeringkan, rebus daun kering atau akar kering.
Ramuan Gandarusa untuk obat borok, koreng, dan obat telinga (Obat Luar / pemakaian luar)
Air perasan daun segar dapat anda gunakan sebagai obat tetes pada telinga yang sakit. Bisa juga digunakan air rebusan herba untuk mencuci koreng dan borok.
Air perasan daun segar dapat anda gunakan sebagai obat tetes pada telinga yang sakit. Bisa juga digunakan air rebusan herba untuk mencuci koreng dan borok.
Efek Samping dan Bahaya Gandarusa
Sampai
saat ini belum ada laporan mengenai efek samping dan bahaya menggunakan
Gandarusa asal dipergunakan sesuai aturan dan dosis. Tidak boleh
menggunakannya secara berlebihan meskipun belum ada laporan resmi efek
negatif gandarusa.