Loading...

Burung Gelatik, Gacor Kicauannya dan Indah Warnanya

Loading...
Jenis-jenis Burung Gelatik Yang Sedap Dipandang Mata Karena Keindahan Warna Bulunya
Gelatik mencakup dua jenis burung pengicau dari selatan Indonesia. Kedua jenis ini adalah gelatik jawa dan gelatik timor. Pola warna keduanya agak bermiripan, dengan yang terakhir berukuran lebih kecil. (Wikipedia).

Burung Gelati
Ada banyak sekali jenis burung gelatik yang ada di Indoensia misalnya saja gelatik batu atau wingko, kemudian ada juga gelatik putih, dan gelatik jawa. Secara fisik sebenarnya jenis-jenis burung gelatik tersebut tidak jauh berbeda namun untuk warnanya sendiri memang sebagai ciri khas dari masing-masing jenis. burung gelatik untuk semua jenis memiliki keunggulan masing-masing sehingga tidak mengherankan kalau kemudian harganya juga lumayan tinggi.

Apabila dilihat dari fisiknya jenis-jenis burung gelatik tersebut tidak jauh berbeda. Akan tetapi pada sektor warnanya bulunya sendiri memang sebagai ciri khas dari masing-masing jenis.

Burung Gelatik Batu

Burung gelatik untuk semua jenis punya kelebihan masing-masing sehingga tidak mengherankan jika kemudian harganya juga lumayan tinggi.

Akan tetapi, dari semuanya jenis burung gelatik batu sedikit lebih mahal dari pada dengan jenis gelatik jawa maupun putih. Selain itu faktor lain yang menjadikan perbedaan harga dari burung gelatik yakni ukuran tubuhnya.

Gelatik Batu
Dimana yang mempunyai bentuk tubuh terlihat sehat, terawat, bulu indah, gempal ataupun berisi membawa harga yang lebih tinggi dari pada burung gelatik dengan badan tampak kurus dan juga warna bulu kusam.

Burung gelatik dapat dinilai berkualitas apabila telah sesuai dengan kemauan para pecinta burung. Misalnya seperti suara saat berkicau yang merdu, dan tentunya sudah jinak dengan manusia.

Gelatik Batu/Wingko Gelatik Batu

Jenis burung gelatik batu punya nama latin parus major. Burung ini punya panjang rata-rata kurang lebih 13 cm dengan warna putih, abu-abu dan juga warna hitam. Burung gelatik batu jantan punya kepala dengan warna hitam pekat.

Kemudian gelatik batu betina punya bagian kepala berwarna abu-abu. Pada bagian burung gelatik mayoritas berwarna hitam dan sedikit warna putih yang berkesan seperti halnya bentuk coretan saja. 
Indonesia memiliki tiga jenis gelatik batu, salah satunya adalah gelatik wingko. Dulu ketiganya dimasukkan sebagai salah satu subspesies dari Parus major, dengan nama ilmiah Parus major cinereus. Tetapi mengingat beberapa perbedaan morfologi dan wilayah persebarannya, ketiga jenis gelatik batu asal Indonesia ini dikelompokkan dalam spesies tersendiri dengan nama Parus cinereus, tetapi hanya menjadi subspesies. Parus cinereus terdiri atas 13 subspesies tersebut. Seperti dijelaskan sebelumnya, tiga jenis di antaranya terdapat di Indonesia, yaitu:
  • Parus cinereus cinereus : habitat di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
  • Parus cinereus ambiguus : habitat di Sumatera (dan Semenanjung Malaysia).
  • Parus cinereus sarawacencis : habitat di Pulau Kalimantan, terutama di wilayah baratlaut.
Burung gelatik batu punya sifat sangat aktif bergerak serta gemar turun naik pohon dengan lincah. Kita telah tahu jenis Gelatik batu ini memiliki suara yang gacor serta bervariasi.

Dan dari situlah banyak sekali peternak burung yang hobby memelihara serta berternak jenis burung Gelatik satu ini. Selain itu, burung gelatik batu juga dapat bertelur hingga mencapai 4-5 butir pada bulan april sampi dengan juni untuk berkembangbiak.

Gelatik batu saat ini banyak disukai kicaumania sebab harganya relatif terjangkau, mudah dikembangbiakkan / ditangkarkan, serta termasuk burung kicauan.

Bahkan bisa dijadikan salah satu burung masteran. Hal ini berbeda dengan burung gelatik jawa (Padda oryzivora) atau burung gelatik belong atau pelong.

Yang lebih bermanfaat sebagai burung hias, akan tetapi kicauannya monoton. Burung gelatik jawa juga telah dikembangbiakkan secara modern di negara Inggris dan juga negara Belgia. Bahkan telah muncul berbagai varian baru hasil mutasi warna, termasuk dari burung gelatik silver.

Gelatik batu sudah mulai meramaikan dunia burung kicauan sejak pertengahan tahun 2008. Pada waktu itu banyak sekali kicaumania yang tertarik untuk memeliharanya.



Dikarenakan burung ini punya suara kicauan khas, antara lain suara wucit yang dilantunkan dengan cara berulang-ulang. Suara tersebut seakan-akan menjadi trade mark untuk burung gelatik batu, sebagaimana suara ngalas pleci dan juga ngerolnya burung anis kembang.

Gelatik Jawa Gelatik Jawa

Jenis Gelatik jawa ini memiliki sebutan nama latin antara lain oryzivora. Gelatik jenis ini memiliki postur tubuh mungil dengan ukuran panjang kurang lebih 15 cm. Ciri-ciri dari burung Gelatik jawa ini antara lain mempunyai perut yang warnamya coklat kemerahan.

Mempunyai lingkaran merah pada sekitar daerah mata. Bulu yang berwarna coklat, akan tetapi jika telah dewasa akan berubah menjadi keabu-abuan.

Kemudian warna kaki yang terlihat merah muda. Burung gelatik yang mungil ini termasuk burung pemakan buah-buahan, biji serta juga suka makan serangga. Kemudian burung ini suka hidup secara berkelompok dengan jenis burung-burung yang lainnya.

Sebab punya kemampuan beradaptasi yang begitu baik, jenis burung finch tersebut sekarang sudah tersebar pada berbagai penjuru dunia, termasuk di wilayah Eropa.

Untuk suara kicauan burung gelatik jawa ternyata asyik untuk didengar, termasuk dengan suara tembakannya. Gelatik jawa telah memikat banyak penggemarnya di luar negara.

Sebab suara dan penampilan fisiknya yang sangat indah. Burung ini banyak dibudidayakan juga di negara Eropa, bahkan juga sudah menghasilkan ribuan strain baru hasil dari mutasi warna yang unik.

Burung gelatik jawa dahulunya kerap kita temui singgah di halaman rumah, perkebunan, dan daerah hijau dekat permukiman penduduk. Namun sekarang sebagian habitatnya telah musnah, berubah menjadi area permukiman atau town house yang ada di mana saja.

Gelatik jawa menghasilkan suara sangat unik didengar yang membedakanya dari jenis burung kicauan yang lainnya. Untuk suara tembakannya yang sangat terdengar unik dan bisa dijadikan untuk suara masteran burung kicauan.

Misalnya seperti burung murai batu, jalak suren, kacer, dan juga burung cucak hijau.

Gelatik Silver

Burung Gelatik silver mtermasuk jenis burung gelatik yang punya ciri-ciri di bagian paruh yang warnanya merah cerah akan tetapi pada bagian tepinya memiliki warna putih agak kekuningan.

Pada bagian bulu sebelah samping body berwarna putih, sedangkan dagu, dada, punggung sampai ke ekor memiliki warna abu-abu muda. Panjang jenis gelatik ini pada umumnya mencapai 15 cm.

Gelatik silver atau yang sering dikatakan silver java punya dua macam variasi warna. Antara lain yaitu light silver java serta dark silver java.

Light silver java terjadi sebab mutasi yang ada kaitannya dengan gen. Warna abu-abunya cenderung pudar atau mendekati warna putih. Sedangkan untuk dark silver java (recesif gene) terjadi sebab mutasi akibat faktor resesif yang ada dalam gen.

Warna abu-abu yang dengan bentuk menjadi lebih gelap dan juga terlihat jelas. Selain kedua macam variasi warna yang telah dikenal luas tersebut, nyatanya masih terdapat dua jenis mutasi warna yang baru saja dikenal, yaitu silver red dan juga silver yellow.

Silver red termasuk mutasi baru dari gelatik silver. Bulu pada bagian dadanya dengan warna kemerah-merahan. Jenis ini relatif masih bisa dikatakan baru.

Penggemar burung di Indonesia pun juga masih banyak yang belum mengenalnya. Silver yellow juga termasuk mutasi baru dari gelatik silver.

Untuk bulu pada bagian dadanya dengan warna kekuning-kuningan. Sama halnya dengan warna silver red, jenis silver yellow ini pun juga masih tergolong baru.


Cara Merawat Burung Gelatik Agar Gacor.

  • Keluarkan dan gantang burung gelatik pada tempat yang tebuka serta aman pada saat pagi hari tiba.udara segar dan suasana pagi hari yang baik ialah pukul 5 pagi.
  • Jika sinar matahari sudah mulai hangat tepatnya jam 07.00 pagi maka burung gelatik kalian mandikan dengan cara di spray sampai basah kuyub.jangan lupa bersihkan sangkar harian dari sisa makanan dan kotoran yang menempel.jika semuanya sudah beres,tambahkan pakan harian berupa voer kering dan berikan pakan ef berupa jangkrik kecil sebanyak 3 ekor.
  • Selesai pemandian selanjutnya burung gelatik wajib kalian jemur pada sinar matahari langsung.sinar matahari yang sehat dan banyak memiliki unsur penting dimulai sejak pukul 07.00 pagi sampai 09.00.durasi penjemuran sebaiknya jangan melebihi batas dari jam 10.00 pagi.
  • Jam 09.00 atau tepatnya burung selesai dijemur,maka pindah gantangan pada tempat yang teduh untuk di angin-aginkan selama 10-15 menit.selanjutnya sangkar kalian tutup dengan kerodong dan pindah gantangan didalam ruangan yang sepi agar bisa beristirahat dengan nyaman.
  • Sore hari tepatnya jam 03.30 kerodong sangkar kalian buka dan kembali burung di gantang di luar ruangan.pada saat ini burung gelatik kalian mandikan kembali sampai basah kuyub,proses ini bertujuan agar burung gelatik giras bisa cepat jinak dan cepat terbiasa pada lingkungan manusia.selesai pemandian burung di lanjut penjemuran kembali pada sinar matahari langsung di sore hari dan jangan lupa berikan lagi pakan ef berupa jangkrik kecil sebanyak 3 ekor.
  • Jam 05.00 sore sangkar di kerodong kembali dan pindah gantangan di dalam ruangan untuk beristirahat.pada tahap ini burung bisa kalian master dengan cara memperdengarkan suara burung paforit yang karakter suaranya memiliki kesamaan dengan burung gelatik kita sampai menjelang pagi hari kembali.pemasteran tidak harus memakai burung asli melainkan boleh memakai media elektronik seperti hp maupun soud kecil.
  • Lakukan cara perawatan dengan cara sama persis seperti di atas sampai burung benar-benar jinak dan menunjukkan kualitas kicauannya.durasi hingga menuju puncak maximal tidak bisa saya pastikan,semuanya tetap tergantung pada ketekunan kalian serta karakter dari burung gelatik itu sendiri.
  • Berikan kroto segar sebanyak satu sendok makan seminggu 3 kali. Bila perlu berikan multivitamin cair pada minumannya 2 (dua) kali dalam seminggu.

Sumber: omkicau.com, https://dhbindonesia.blogspot.co.id, wikipedia.com dan sumber lainnya

loading...

Blog, Updated at: 00:15:00