Loading...

Celepuk Flores (Otus alfredi), Habitatnya Semakin Menyempit

Loading...
loading...
Celepuk Flores, Burung Hantu Langka Endemik Flores
Jenis Burung Hantu Endemik Flores Ini, Habitatnya Semakin Sempit Sehingga Terancam Punah
Celepuk Flores adalah burung dari keluarga Strigidae. Untuk pertama kalinya, burung ini ditemukan di Gunung Repok, Flores. Ditemukan pada tahun 1896. Burung ini merupakan endemik Flores. Nama ilmiah burung ini mengutip dari wikipedia adalah: Otus alfredi.
Celepuk Flores atau Otus alfredi merupakan satu diantara puluhan jenis burung hantu di Indonesia. Bahkan Celepuk Flores adalah salah satu burung endemik Indonesia dengan daerah persebaran terbatas di pulau Flores. Satu lagi, Celepuk Flores menjadi satu dari tiga burung hantu (famili Strigidae) paling langka (terancam punah) di Indonesia. Dua jenis lainnya adalah Celepuk Siau (Critically Endanged) dan Serak Taliabu (Endangered).
Burung ini pertama kali diketahui keberadaannya pada tahun 1896 oleh Hartert yang mendapatkan burung ini dari Gunung Repok pada ketinggian sekitar 1.000 meter. Sejak itu, tidak ada lagi laporan mengenai keberadaan burung yang satu ini. Baru pada tahun 1994 burung ini ditemukan kembali di Taman Wisata Ruteng di Danau Rana Mese (bulan Maret) dan lereng utara Poco Mandasewu (Mei). Catatan terakhir tentang burung ini ada di sekitar Danau Rana Mese yang dibuat pada tahun 1997. Sebagai celepuk, burung yang satu ini relatif pendiam, tidak seperti saudaranya yang rajin memanggil-manggil. Kebiasaan diam begini, ditambah tempat nangkringnya yang tinggi dan aktifnya hanya di malam hari membuat burung ini sulit dilihat. Warna badannya yang merah kecoklatan seperti warna karat cantik sebenarnya untuk dilihat, berpadu serasi dengan matanya yang bundar besar berwarna kuning. Celepuk flores terdaftar sebagai salah satu jenis burung yang secara global terancam punah dengan status Genting (Endangered). Terancam punah begini bukan karena ia diburu tetapi lebih karena rumahnya (hutan-hutan itu) terus menyusut luasnya.
Oleh CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora), Celepuk Flores didaftar sebagai Appendix II. Sedangkan di Indonesia, meskipun termasuk salah satu burung paling langka, Celepuk Flores masih luput dari daftar hewan yang dilindungi.

Klasifikasi Ilmiah Celepuk Flores : Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: Aves. Ordo: Strigiformes. Famili: Strigidae. Genus: Otus. Spesies: Otus alfredi (Hartert, 1897).

Nama latin hewan yang dinamai Celepuk Flores ini adalah Otus alfredi (Hartert, 1897). Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Flores Scops-owl atau Flores Scops Owl.

Gambar: Celepuk Flores (Otus alfredi) Source image hbw.com
Nama Lokal : Celepuk Flores
Nama Bahasa Inggris : Flores Scops-owl
Nama Latin : ( Otus alfredi )
Habitat : Gunung Repok, Flores.
Warna : Wajahnya coklat tua, alis putih, jambul telinga kemerahan pendek serta bundar, warna mata kuning. Di sekitar leher ada kerah bentuk segitiga warna putih. Warna sayap coklat kemerahan dengan putih pada bulu primer dan dipundak juga ada warna putihnya. Panggul dan perut bagian bawah berpola garis gelap tidak beraturan.
Panjang : 19-21 cm diukur dari kepala hingga ekor dan Panjang sayapnya 13,7 – 16 cm

Suara : UH-UH-UH-UH
Ancaman : Hilangnya habitat dan degradasi habitat.
Status : Terdaftar di IUCN dengan status Endangered B1ab(ii,iii,iv,v);C2a(ii) ver 3.1 – Terancam punah

Burung Celepuk Flores atau Flores Scops-owl (Otus alfredi) merupakan burung endemik pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Keberadaan hanya ditemukan di dua wilayah yaitu di pegunungan Todo dan Ruteng yang terletak di sisi barat pulau Flores. Pertama kali diidentifikasikan oleh Hartert pada tahun 1896. Spesimen didapat dari Gunung Repok (Pegunungan Todo). Setelahnya spesies langka ini tidak pernah terlihat hingga pada tahun 1994 ditemukan lagi Celepuk Flores di Gunung Poco Mandasawu dan Danau Ranamese (Pegunungan Ruteng).
Celepuk Flores atau Otus alfredi adalah salah satu jenis burung hantu yang berasal dari Indonesia dengan daerah persebarannya hanya di pulau Flores. Burung hantu yang memiliki nama latin Otus alfredi (Hartert, 1897) ini juga termasuk dalam burung hantu yang terancam punah. Sehingga burung ini menjadi salah satu dari tiga burung hantu paling langka di Indonesia. Burung hantu yang ditetapkan sebagai burung hantu paling langka di Indonesia adalah Celepuk Siau (Critically Endanged), Serak Taliabu (Endangered) dan Celepuk Flores (Endangered).
Habitat burung endemik ini adalah hutan pegunungan di Pulau Flores dengan ketinggian lebih dari 1000-1400 meter di atas permukaan laut. Daerah distribusinya sangat terbatas dan sempit, dengan kisaran luas hanya 450 km2 saja. Populasinya diperkirakan hanya berkisar antara 250-2499 ekor burung dewasa atau setara dengan 370-3,800 individu secara total. Ancaman terbesar bagi kelestarian burung ini adalah hilangnya habitat sebagai akibat dari deforestasi hutan.

Sumber: wikipedia.org. alamendah, mediaronggolawe.com dan sumber lainnya

Loading...
loading...

Blog, Updated at: 01:00:00