loading...

Burung Hering Berjenggot ( Gypaetus ), Jenis Pemakan Bangkai Berwajah Seram

loading...

Burung Hering Berjenggot ( Gypaetus ), Burung Bangkai Penggemar Sumsum Tulang
Hering berjanggut merupakan burung pemangsa dan satu-satunya anggota genus Gypaetus. Secara tradisional dianggap sebagai Hering Dunia Lama, yang sebenarnya membentuk sebuah keturunan minor Accipitridae. Menurut situs Wikipedia, Nama ilmiah dari burung hering berjanggut adalah Gypaetus barbatus.
Burung Hering Berjenggot Burung Hering Berjanggut ( Gypaetus ) ini adalah jenis burung pemakan bangkai satu dari sedikit spesies yang mempunyai bulu di wajahnya yang menjadi nama dari jenis spesies burung yang suka memakan bangkai ini.

Untuk Burung ini merupakan pemangsa yang pada umumnya dianggap sebagai Hering Dunia lama. Pada umumnya jenis burung ini adalah pemakan bangkai , akan tetapi terkadang membunuh mangsa yang masih hidup termasuk memburu hewan kura kura , kelinci dan juga marmut.

Selain memakan bagian dagingnya, burung ini juga memakan sumsum yang terdapat pada tulang hewan yang diburunya. Pada saat tahun 2014 spesies ini di perhatikan paling rendah dan sudah sangat terancam kepunahannya.

Burung Hering Berjanggut atau Bearded Vulture yang bernama latin Gypaetus barbatus. Burung yang juga dikenal sebagai Lammergeier atau Lammergeyer adalah burung pemangsa, hidup di tebing, pegunungan batu, cadas, dan pemakan bangkai, tulang dan sumsum tulang dari bangkai. Cara si Lammergeyer dalam memakan sumsum tulang sangat unik, burung ini mampu terbang dengan membawa tulang dengan diameter 10 cm dengan berat kurang lebih 4 kg, dengan ketinggian 50-150 m dan menjatuhkan tulangnya pada tebing dengan tujuan memecahkan tulang sehingga dapat dimakan sumsumnya. Cara menjatuhkan dengan terbang di ketinggian tertentu ini membutuhkan akurasi terbang dan akurasi jatuhan yang sangat presisi. Dan proses akurasi ini dilakukan dengan sabar diajarkan oleh indukan Lammergeyer kepada anaknya selama 7 tahun.

Jenis burung ini bisa ditemukan di Benua Eropa ,Asia dan juga di benua Afrika . Akan tetapi, penurunan lokal menjadikan konservasionis sekitar 10 .000 pasang dari burung ini diperkirakan sudah ada tersebar di seluruh dunia.

Loading...
loading...

Blog, Updated at: 18:44:00