Loading...

Celepuk Biak (Otus beccarii). Burung Hantu Pulau Kembar Biak

Loading...


Jenis Burung Hantu, Celepuk Biak (Otus beccarii)

Celepuk Biak merupakan spesies burung hantu berukuran kecil. Panjang tubuh dewasanya hanya sekitar 20 - 23 cm dengan sayap yang pendek dan membulat. Memiliki bulu yang sedikit meruncing dan terlihat seperti daun telinga di kiri kanan kepala.



Nama Lokal : Celepuk Biak

Nama Bahasa Inggris : Biak Scops-owl

Nama Latin : (Otus beccarii)

Habitat : Pulau kembar Biak – Supiori di Teluk Geelvink , Papua

Warna : Coklat, sedangkan wajah dan alisnya berwarna putih pucat, jumbai telinga cukup panjang. Untuk bagian tubuh bawah warnanya coklat merah karat.

Panjang : 20-25 cm
Berat : –

Suara : Serak dan mirip dengan korvet ( jenis kapal perang )

Makanan : Vertebrata atau serangga kecil

Ancaman : –

Status : Terdaftar di IUCN dengan status Vulnerable B1ab(ii,iii,v); C2a(ii) ver 3.1 – Rentan

Celepuk Biak merupakan spesies burung hantu berukuran kecil. Panjang tubuh dewasanya hanya sekitar 20 - 23 cm dengan sayap yang pendek dan membulat. Memiliki bulu yang sedikit meruncing dan terlihat seperti daun telinga di kiri kanan kepala. Celepuk Biak memiliki bulu berwarna dominan cokelat dengan iris mata berwarna kuning.

Habitat celepuk biak adalah di daerah hutan dengan ketinggian mencapai sekitar 300 m di atas permukaan laut, termasuk di hutan rawa yang terlindungi tebing. Daerah penyebaran celepuk biak hanyalah di Pulau Biak, Papua, Indonesia.

Tidak banyak yang diketahui dari spesies burung hantu yang satu ini. Diperkirakan burung ini memiliki kebiasaan yang tidak jauh berbeda dengan jenis celepuk yang lain yaitu aktif di malam hari untuk mencari makan. Makanan utama celepuk biak adalah serangga dan binatang-binatang kecil lainnya.

Sebuah survey yang dilakukan pada tahun 1973 hanya menemukan sepasang celepuk biak yang ada di habitatnya Setelah itu 3 survey berikutnya yang dilakukan selama tahun 1990-an tidak ada lagi yang berhasil ditemukan. Pada tahun 1995 hanya terdengar dua suara mereka di pagi hari. Itu pun posisi burung tidak dapat ditemukan.

Menurut Red List IUCN, populasi burung celepuk biak di alam liar berada pada status "Terancam Punah (EN)". Diperkirakan menyempitnya habitat akibat penebangan hutan menjadi salah satu faktor utama kelangkaan celepuk biak ini.

Loading...
loading...

Blog, Updated at: 23:08:00