Loading...

Wilson's Bird of Paradise, Burung Endemik Papua Barat

Loading...

Wilson's Bird of Paradise, Burung Indah Botak Asal Tanah Papua
Cendrawasih botak atau dalam nama ilmiahnya Cicinnurus respublica adalah sejenis burung pengicau berukuran kecil, dengan panjang sekitar 21 cm long, dari marga Cicinnurus. Menurut Wikipedia, Nama ilmiah burung cendrawasih botak ini adalah: Cicinnurus respublica
Wilson's Bird of Paradise ini berbentuk kecil sampai dengan 21 cm. Burung jantan berwarna merah dan hitam dengan jubah kuning di leher, paruh hijau muda, kaki biru dan dua bulu ekor berwarna ungu yang melengkung. Sementara itu sang betina berwarna kecokelatan dengan mahkota berwarna biru.

Burung ini merupakan epidemik Indonesia dengan daerah penyebaran di bukit dan hutan hujan dataran rendah kepulauan Waigeo dan Batanta di Papua Barat.

Menurut catatan sejarah, burung Cendrawasih pertama kali dibawa ke Eropa pada tahun 1522 oleh awak kapal Magellan sang penjelajah dunia. Menurut buku harian Antonio Pigafetta, burung yang sudah diawetkan itu adalah hadiah dari Sultan Bacan dari salah satu pulau di kepulauan Maluku untuk Kaisar Charles V. Selanjutnya hingga akhir tahun 1540-an pajangan burung ini “adalah pemandangan umum di lemari orang Eropa dan Turki”.
Mendengar nama burung cendrawasih memang langsung terbayang tanah papua. Hal ini sangat beralasan karena "burung surga" yang indah ini merupakan burung endemik Papua. Banyak sekali jenis burung cendrawasih di papua yang saat ini semakin langka keberadaannya. Salah satu jenis yang berukuran kecil adalah burung cendrawasih botak, meski disebut botak tetapi keindahan bulu cendrawasih ini tetap menawan untuk dipandang.
Teknik pengawetan agresif bangkai burung yang digunakan pedagang pribumi di masa itu dengan memotong kaki dan sayap burung, menyebabkan para ilmuwan eropa percaya bahwa burung ini tidak memiliki tulang, perut atau kaki. Burung ini kemudian di deskripsikan sebagai burung yang berenang perlahan di antara awan, hidup hanya dengan meminum embun di langit dan sinar matahari. Mereka tidak pernah mendarat sehingga tidak memerlukan kaki. Bahkan untuk berkembang biak sang betina meletakkan telurnya ke rongga khusus pada punggung jantan. Sungguh burung yang luar biasa, ditambah lagi dengan ke elokan bulunya, maka burung ini kemudian diberi nama Burung Surga (Birds of Paradise). Dan spesies Cendrawasih Kuning Besar yang terkenal itupun mendapat nama latin Paradisaea apoda (apoda = tidak mempunyai kaki). 

Loading...
loading...

Blog, Updated at: 19:14:00