Loading...

Contoh Ransum Formula Pakan Kambing dan Cara Menghitungnya

Loading...
loading...

Cara Menghitung Ransum Pakan Domba Kambing Untuk Penggemukan dan Kambing Susu Berdasarkan Kebutuhan Proteinnya
Ransum adalah makanan dengan campuran beberapa bahan pakan yang disediakan bagi hewan untuk memenuhi kebutuhan akan nutrien yang seimbang dan tepat selama 24 jam meliputi lemak, protein, karbohidrat, vitamin dan mineral (Anggorodi, 1995; Rasyaf, 1997). Kebutuhan pakan kambing per hari bisa dipengaruhi oleh fase hidup (kambing muda, dewasa, bunting, menyusui dan pejantan), umur, kondisi tubuh (sakit ataupun sehat), lingkungan tempat hidup (temperature dan kelembapan udara), dan juga bobot tubuhnya. Dari seekor kambing berbeda kondisinya juga memumbutuhkan pakan yang berbeda juga.
Keberhasilan usaha pemeliharaan dan budidaya kambing dan domba dipengaruhi beberapa faktor penting antara lain:
  • Bibit unggul dan jenis yang dipelihara
  • Pakan yang berkualitas dan ketepatan dalam penyusunan ransum
  • Kandang yang nyaman
  • Air minum adlibitum
  • Lokasi kandang jauh dari polusi dan keramaian
  • Managemen handling kambing dan domba yang benar 
  • Penanganan penyakit yang tepat meliputi pencegahan, kenali penyakit dan tanda-tandanya serta cara mengobatinya
Dari sekian banyak faktor diatas, ternyata faktor pakan perlu mendapatkan prioritas lebih dan faktor inilah yang akan dibahas secara detil dibawah ini.

Berdasarkan kandungan gizinya, konsentrat dibagi dua golongan yaitu konsentrat sebagai sumber energi dan sebagai sumber protein.

a. Konsentrat sebagai sumber protein

Apabila kandungan protein lebih dari 18%, Total Digestible Nutrision (TDN) 60%. Ada konsentrat yang berasal dari hewan dan tumbuhan. Berasal dari hewan mengandung protein lebih dari 47%. Mineral Ca lebih dari 1% dan P lebih dari 1,5% serta kandungan serat kasar dibawah 2,5%. Contohnya : tepung ikan, tepung susu, tepung daging, tepung darah, tepung bulu dan tepung cacing. Berasal dari tumbuhan, kandungan proteinnya dibawah 47%, mineral Ca dibawah 1% dan P dibawah 1,5% serat kasar lebih dari 2,5%. Contohnya : tepung kedelai, tepung biji kapuk, tepung bunga matahari, bungkil wijen, bungkil kedelai, bungkil kelapa, bungkil kelapa sawit dll.

b. Konsentrat sebagai sumber energi

Apabila kandungan protein dibawah 18%, TDN 60% dan serat kasarnya lebih dari 10%. Contohnya : dedak, jagung, empok, polar dll.

Konsentrat yang baik apabila terdiri dari bermacam macam bahan pakan supaya mendapatkan asam amino yang lengkap. Untuk pembuatan konsentrat harus diperhatikan bahan pakan yang digunakan sebagai penyusun ransum, baik dalam cara penyediaan maupun kandungan gizinya. Perlu diperhatikan pada pemberian jagung harus diimbangi dengan pemberian bahan yang berasal dari kedelai, pada pemberian bahan yang berasal dari kedelai sebaiknya dimasak terlebih dahulu,karena kedelai mengandung zat anti tripsin yang rusak bila kena panas.

Konsentrat pada Kambing dan Domba diberikan sesuai dengan tipenya. Kambing dan Domba perah yang berproduksi tinggi yang kadar lemak yang diinginkan tinggi maka membutuhkan protein tertinggi. Sedangkan protein sangat sedikit dibutuhkan pada Kambing dan Domba yang sedang masa kering. Program perhitungan pakan pada Kambing dan Domba biasanya dihitung berdasarkan bahan kering.
Contoh Formula Pakan Kambing atau Domba;
1 Pertumbuhan atau pembesaran         2. Penggemukan
Dedak Padi       = 50 %                       Dedak Padi       = 42 %
Bungkil Kelapa = 25 %                       Bungkil Kelapa = 15 %
Tepung Jagung = 15 %                       Tepung Jagung = 21 %
Bungkil Kacang Tanah = 8 %             Onggok             = 20 %
Garam Dapur   = 1 %                          Garam Dapur    = 1 %
Tepung Tulang = 0,5 %                      Tepung Tulang  = 0,5 %
Kapur               = 0,5%                        Kapur               = 0,5 %
Jumlah  = 100 %                                    Jumlah = 100 %
Bahan Kering = 85,5 %                         Bahan Kering  = 86,4 %
Protein Kasar = 17,2 %                         Protein Kasar   = 11,7 %
TDN             = 71,6 %                          TDN               = 74,8 %
Tabel kebutuhan Zat zat gizi Untuk Hidup pokok dan produksi Kambing & Domba perah
BERAT BADAN
UNTUK HIDUP POKOK
KADAR LEMAK SUSU
UNTUK PRODUKSI 1 KG SUSU
PROTEIN (Gr)
ME
(M. Kal)
TDN (Kg)
LEMAK SUSU (%)
PROTEIN (Gr)
ME
(M.Kal)
TDN (Kg)
30
74
1,95
543
2,5
59
1,47
333
40
93
2,42
672
3,0
64
1,49
337
50
110
2,86
795
3,0
64
1,49
337
60
126
3,28
912
3,0
64
1,49
337
70
141
3,68
1023
3,0
64
1,49
337
80
156
4,06
1131
3,5
68
1,51
342
Suber Sory Basya Siregar 1991

Kebutuhan Nutrisi Kambing/Domba
Domba/kambing termasuk dalam golongan ternak ruminansia yang dicirikan dengan berlambung ganda dan adanya aktifitas mikroorganisme dengan intensitas yang tinggi pada lambungnya. Hal ini akan mempengaruhi bahan pakan yang dibutuhkan dan kebutuhan akan zat nutrisinya. Dengan adanya aktifitas mikroorganisme maka domba/kambing tidak memerlukan protein yang tinggi dan bahkan bisa memanfaatkan urea sebagai sumber protein.

Nutrisi atau zat makanan adalah senyawa kimia yang terdapat dalam makanan yang dapat dicerna menjadi senyawa lain yang digunakan untuk berfungsinya organ fisiologis dalam rangkaian proses perkembangan, pertumbuhan dan produksi ternak. Zat gizi yang penting adalah:

1. Air
Air merupakan unsure terpenting dan mutlak dibutuhkan oleh makhuluk hidup. Lebih dari 50% berat badan ternak adalah air. Unsur air mengisi sel-sel tubuh dengan konsentrasi 7 – 90%. Hasil penelitian menunjukkan ternak lebih tahan tanpa makan dari pada tanpa air. Fungsi air dalam tubuh:
Sebagai pelarut dan media bagi reaksi kimia dalam tubuh
Sebagai media transportasi masuknya zat-zat ke dan dari sel tubuh
Sebagai pengatur temperatur tubuh

2. Protein
Merupakan unsur yang penting dan dibutuhkan dalam jumlah yang relatif besar terutama dalam masa pertumbuhan, bunting dan menyusui. Penyusun protein adalah asam amino, sehingga protein dicirikan dengan kandungan gugus aminanya (-NH2), walaupun banyak macamnya ada yang mengandung S.
Fungsi protein:
  • Pembentukan dan mengganti sel-sel yang rusak
  • Penting dalam proses pertumbuhan
  • Berperan dalam percepatan reaksi metabolisme dalam tubuh (enzim)
  • Komponen yang penting dalam otot, kulit, rambut/bulu, hormone, immunoglobulin
3. Lemak
Berfungsi sebagai penghasil asam-asam lemak dan energi, setelah dicerna menjadi asam lemak dan gliserol. Pencernaan dan penyerapan lemak pada saluran pencernaan ternak ruminansia terjadi pada usus halus dengan bantuan enzim-enzim dari pangkreas dan empedu
.
4. Mineral
Bahan yang berupa abu setelah suatu bahan dipanaskan dalam temperatur 500 ◦C selama 3 jam. Unsure ini dibedakan atas mineral makro dan mineral mikro. Termasuk dalam mineral makro yaitu unsure Ca, Cl, Mg, P, K, Na dan S. Sedangkan unsur yang termasuk dalam mineral mikro yaitu Co, Cu, Fe, I, Mn, Mo, Se, dan Zn. Mineral dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit tetapi sangat esensial karena tubuh tidak mampu mensintesanya sendiri.

5. Karbohidrat
Unsur nutrisi yang sebagian besar (50-80%) merupakan bagian dari bahan kering bahan pakan. Strukturnya terdiri dari amilum, selulose, hemiselulose dan lignin. Peranannya sebagian besar sebagai seumber energi

6. Vitamin
Kebutuhan nutrisi ternak setiap harinya dipengaruhi oleh jenis ternak, umur, bobot badan, kondisi tubuh (sakit/tidak), serta lingkungan (suhu dan kelembaban) dan status fisiologis (pertumbuhan, dewasa, bunting, menyusui dll). Jadi setiap ternak yang berbeda kondisinya membutuhkan pakan yang berbeda.

Standar untuk menentukan kebutuhan nutrisi ternak dapat digunakan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Penelitian Internasional (National Research Council/NRC). Kebutuhan nutrisi untuk domba menurut NRC seperti tertera dalam Lampiran 1 dan 2.

Cara Menghitung Kebutuhan Protein dan Energi Berdasarkan Berat Badan Kambing dan Domba
Perhitungan Kebutuhan protein dan energi berdasarkan Berat badan Kambing dan Domba dan produksi susu serta kandungan lemak susu berdasarkan tabel :

Misalnya Berat badan Kambing dan Domba 30 Kg,produksi susu 1 liter dengan kandungan lemak 3% maka:

Kebutuhan protein : 74 + (1X59) =133 gram
Kebutuhan ME : 1,95 + (1X1,47) =3,44 M Kal
Kebutuhan TDN : 543 + (1 X 333) =876 Kg

Pembuatan ransum Kambing dan Domba perah untuk memenuhi kebutuhan protein berdasarkan metode bujur sangkar latin.

Contoh : Kambing dan Domba dengan berat badan 30 Kg berproduksi 1l/hari dengan kadar lemak 3%. Kambing dan Domba diberi pakan hijauan rumput 2 Kg dan gamal 1 Kg, konsentrat kandungan protein 16% yang terdiri bungkil kelapa dan dedak. Kandungan protein rumput 9,6% dengan BK 21% sedangkan gamal dengan kandungan protein 25,2% dan BK 13,1%. Dedak mengandung protein 13% dengan BK 85,7%, bungkil kelapa mengandung protein 21,2% dan BK 87,9%. Berapa bungkil kelapa dan dedak yang harus diberikan ?

Perhitungan :

Berdasarkan tabel, kebutuhan protein untuk Kambing & Domba tersbt =74+(1×59) = 131 gram.
Protein dari rumput = 2 × 21/100 × 9,6/100 × 1 kg = 0,04032 Kg.
Gamal = 1 × 13,1/100 × 25,2/100 × 1 kg =0,03301 Kg
Jumlah protein = 0,0403 kg + 0,0330kg = 0,07330 Kg 73,30 Gr
Kekurangan Protein = 131 gr – 73,30 gr = 30,70 gr
Dedak 4,8 X85,7/100X13,8/100X1kg = 0,56767 kg=567,67 gr = 58,07%
Bungkil Kelapa 2,2 X87,9/100X21,2/100X1kg = 0,40996 kg=409,96 gr = 41,93%
jumlah = 977,64 gr

Kesimpulan : Kekeurangan protein sejumlah 30,70 gr diambil dari konsentrat
dengan protein 16 % yang terdiri dari :

Dedak = 58,07% X 30,70 gr = 17,82 gr protein
Bungkil kelapa = 41,93% X 30,70 gr =12.88 gr protein
Berat bahan sebagai berikut;
Dedak = 100:85,7 X 567,67 gr = 662,39 gr
Bungkil Kelapa = 100: 87,9 X 409,96 gr= 446,39 gr

KAMBING DAN DOMBA POTONG

Tabel kebutuhan Zat zat gizi Untuk Hidup pokok & produksi Kambing & Domba potong



Sumnber Sory Basya Siregar 1994

Contoh Kambing dan Domba dengan berat badan 20 Kg ingin dinaikkan berat badannya 150 g/hari.

Langkah pertama lihat tabel kebutuhan, ternyata Kambing dan Domba tersebut membutuhkan : BK 1 Kg ( 5%); Total protein 75 g. TDN 456 g, ME 6,9 Mcal, Calsium 0,029 kg; Fosfor 0,019 kg

Langkah kedua menentukan berapa rumput yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan Bahan Kering, dengan cara menghitung. Pada ransum ini digunakan 70% BK mengunakan rumput lapangan. Jadi BK rumput yang digunakan 70/100×1.000 = 700 g. Kekurangannya 300 g. Digunakan konsentrat yang dicampur dedak dengan tepung jagung dengan Proten 12 %.

Kandungan nutrisi;

Rumput Lapangan BK 21 %, PK 6,7,TDN 55%, Dedak BK 87,5%, PK 13,8 TDN 50 % dan Tepung Jagung BK 89,1% PK 10,8 % TDN 90%

Jumlah yang PK dapat disediakan Oleh Rumput = 6,7/100X 700 g = 46,9 g .

Kekurangan PK = 75 – 46,9 = 28,1 g = 28,1/300 X 100%= 9,37 % akan di sediakan oleh Tepung jagung dan Dedak



Dedak 1,43/5,86X 100% = 24,4 %
Tepung jagung 4,43/5,86X 100% = 75,6 %
Bahan yang diperlukan untuk meramu Pakan Kambing tersebut adalah sebagai berikut:
Rumput Lapangan = 700 g(BK)
= 100/21 X 700 g = 3333,33 g (BB)
Dedak = 24,4/100 X 300 g = 73,2 g (BK)
= 100/87,5 X 73,2 g = 83,6 g(BB)
Tepung Jagung = 75,6/100 X 300 g = 226,8 g (BK)
= 100//89,1X226,8 g = 254,5 g (BB)

Dihitung Kembali Protein Kasarnya :
PK Rumput Lapangan = 6,7/100 X 700 g = 46,9 g
PK Dedak = 13,8/100 X 73,2 g = 7,9 g
PK Tepung Jagung = 10,8/100 X 226,8 g = 21,29 g
76,08 g
Dihitung TDNnya
TDN Rumput Lapangan = 55/100 X 700 g = 330 g
TDN Dedak = 50/100 X 73,2 g = 36,6 g
TDN Tepung Jagung = 90/100 X 226,8 g = 204,12 g
570,72 g
( 570,72/1000 X 100 % = 93,6 5)
Protein dan TDN nya agak tinggi namun tidak masalah
Kesimpulannya Berat Bahan Ransumnya sebagaiberikut ;

Rumput = 3,3 kg
Dedak = 0,083 kg
Tepung Jagung = 0,254 kg

Dalam menyusun Konsentrat untuk kambing atau domba tentu perlu dipertimbangkan beberapa macam bahan baku konsentrat dengan memperhatikan nilai harga yang semurah-murahnya, namun kandungan nutrisinya yang memadai.

Tabel 1. Kandungan Nutrisi

Bahan Pakan dari Limbah Industri Pertanian
No.     Jenis bahan         BK(%)    PK(%)    LK(%)    SK(%)     TDN(%)
1    Ampas tahu               10,8         25,6        5,3              14,5          76,0
2    Ampas kecap             85,4         36,2      17,2              17,8          89,5
3    Ampas bir                  31,2         26,4      10,2               7,0           78,7
4    Ampas brem              81,6           3,1        2,1                2,1          55,8
5       Ampas gula cair    34,3            5,1       6,2              8,0           54,9
6       Bungkil kopra        90.5          27.6      11.2              6.8         75.3
7       Ampas bir               31,2          26,4    10,2               7,0         78,7
8    Bungkil kelapa         87,9          21,2       11,9           10,7        67,4
9     Bungkil kcg tanah    80,6          39,7   17,2                0,9         81,0
10   Bungkil klp sawit     88,6          16,5   11,9               10,7         67,4
11    Bungkil kedelai       89,4          52,1      1,0              25,5        40,3
12  Dedak padi                87,5            9,9      2,3             18,5        55,5
13     Kedelai BS             85,4          38,3     4,8               17,8        69,9
14    Onggok kering        88,7             1,2     0,7                 8,3        85,0
15    Tumpi kedelai         91,4           21,1      3,0             23,2       69,4
16    Tumpi jagung          87.4            8.6     0,5                21.3       48,5
17    Tepung gaplek         87,0           2,4     0,7                8,9        73,5
18     Polard                     88,4          16,4     4,0               5,8        74,8
19     Molasses                30,2             8,3      – –                              63,0

Tabel 2. Bahan Pakan dari Pertanian
Nama Bahan                        Protein %               TDN %
Klobot Jagung                         5,1                           49,5
Jerami Padi                              4,9                           45,0
Jerami Kedele                        11,9                           42,7
Jerami Kulit kedelai                 8,0                           58,9
Jerami Kacang Tanah            12,9                           62,3
Jerami Kacang Panjang         12,9                           62,3
Jerami Kacang Hijau             23,2                           58,1
Kulit coklat                           15,0                            55,5
Kulit Kacang tanah                 5,8                           31,7
Kulit Klenteng                      13,1                            52,3
Tongkol Jagung                      5,6                           53,0
Pucuk Tebu                             5,6                           55,3
Daun Ketela Pohon               16,5                           37,4
Batang Ketela pohon              5,9                           48,1
Bhengok                               14,2                           49,4
Rumput lapang                       6,7                             55
Rumput Gajah                      10,0                            67,7
Setaria                                   18,8                           58,0

Banyak hal harus diketahui untuk memberikan pakan ternak kambing per harinya diantaranya adalah:

Pakan saat masa kawin

Kebanyakan kambing yang mempunyai umur 12-15 bulan dengan bobot tubuh mencapai 30 kg sudah siap untuk dikawinkan. Sebelum di kawinkan mulai dari tiga minggu harus diberi pakan yang berkualitas, pakan hijau- hijaun yang dipotong- potong atau dicacah dan dicampur. Induk kambing juga harus diberi pakan konsentrat dengan kandungan protein kasar 18%- 20% sebnayak 0,5-1 kg per ekor per hari.

Pakan kambing bunting

Kambing bunting sangat membutuhkan pakan yang lebih banyak dan berkualitas per harinya. Tidak hanya dari induknya nutrisi dari pakan yang diberikan juga dibutuhkan untuk pertumbuhan janin yang di kandungnya. Pertumbuhan pada janin akan berlangsung dengan cepat apabila pola pakan ternak per harinya juga teratur dan dilakukan dengan baik.

Pakan induk setelah melahirkan

Kambing yang sudah melahirkan juga banyak membutuhkan nutrisi dan zat gizi tinggi untuk memulihkan kondisinya serta untuk memproduksi susu. Pakan per harinya harus mempunyai komposisi hijauan segar 50% rumput-rumputan dan 50% laguminoceae.

Pakan pejantan

Kambing penjantan dewasa juga mempunayai tugas untuk mengawini induk sepanjang tahunnya. Mkan dari itu pakan yang dibeerikan juga harus bergizi agar kondisinya selalu prima serta memiliki sperma yang berkualitas.

Pakan kambing pada masa laktasi

Kualitas untuk pakan kambing pada masa laktasi kualitas pakannya menjadi dua kali dari jumlah biasanya dan banyak mengandung cukup banyak gizi dan nutrisi yang banyak. Pakan hijauna atau rerumputan yang segar dan pakan yang mengandung konsentrat kadar protein sebanyak 14-16% yang diberikan sebanyak 1 kg per harinya.
Apa Itu Ransum? ransum/ran·sum/ n 1 bagian makanan yang sudah ditentukan ukurannya untuk setiap orang atau setiap ternak; 2 bagian bahan makanan yang diberikan kepada penduduk atau ternak dengan ukuran yang sudah ditentukan; catu makanan;
-- anak bagian makanan khusus untuk anak sapi atau anak babi;
-- bakal campuran pakan yang mengandung serat kasar kurang dari 18%, biasanya kaya akan protein;
-- lengkap ransum budi daya perairan yang mencakupi semua hubungan gizi bagi spesies yang dipiara;
-- pembibit ransum makanan yang disusun untuk bibit petelur selama masa bertelur, kandungan zat makanannya lebih tinggi daripada ransum komersial petelur;
-- pemula ransum yang diberikan kepada ternak dalam kurun pertumbuhan murni sebelum terjadi penimbunan lemak;
-- penggemuk ransum yang disusun untuk ayam pedaging sebelum ayam dipasarkan;
-- penumbuh ransum yang diberikan kepada ayam setelah masa pertumbuhan murni sampai dengan menjelang produksi;
-- petelur ransum makanan yang disusun untuk ayam petelur dari masa awal produksi hingga masa akhir produksi;
-- seimbang ransum makanan dengan imbangan kalori protein yang disesuaikan dengan kebutuhan ternak menurut umur dan jenisnya;
-- termakan ransum makanan yang dapat habis dimakan ternak selama satu hari;
meransum/me·ran·sum/ v memberikan makanan atau bahan makanan secara tertentu kepada ternak sebanyak yang dibutuhkannya setiap hari
Sumber:
https://elbudiyanto.wordpress.com 
http://asparin1331.blogspot.com
https://www.pakanternakinstan.com
sumber lainnya

Loading...
loading...

Blog, Updated at: 07:18:00