Download Mp3 Suara Burung Bubut Liar Yang Semakin Langka

loading...


Suara Kicau Gacor Macam-macam Jenis Burung Bubut Untuk Masteran, Download Mp3 nya Disini!
Burung Bubut adalah jenis burung pemakan serangga yang memiliki banyak sekali keunikan. ... Burung ini kerap dijumpai hinggap di atas tanah maupun berada di semak-semak dan pohon. Perilaku Burung Bubut. Sarangnya juga berbentuk seperti bola dan berada di area rerumputan atau di semak lebat. Burung bubut mempunyai warna coklat bagian sayap dan warna hitam di kepala sampai ekornya. Burung bubut banyak ditemui di beberapa daerah seperti India, Asia Tenggara, China, Filipina, dan di Indonesia dapat ditemukan di sekitar Kalimantan, Jawa, Bali, Sumatera, dan Mentawai. Sarangnya juga berbentuk seperti bola dan berada di area rerumputan atau di semak lebat. Telur berwarna putih dengan tanda kuning, dengan jumlah 3-4 butir. Burung bubut juga memiliki musim berkembang biak antara bulan Maret, April, dan juga di bulan Mei.
Saat ini, burung bubut jawa hanya bisa ditemukan dalam jumlah terbatas di Ujung Kulon, Indramayu, Karawang, Segara Anakan (Cilacap), Muara Brantas, Lumajang, dan Semarang. Meski matanya merah, dengan postur tubuh besar, dan bentuk paruh yang sangar, bubut jawa bukanlah jenis burung raptor atau birds of prey. Burung ini merupakan pemakan serangga dan termasuk dalam keluarga Cuculidae. Selain serangga, mereka juga menyukai siput, lipan, anakan burung, katak , ular kecil, hingga hewan pengerat seperti tikus kecil. Di alam liar, bubut jawa tidak hidup berdampingan dengan spesies burung bubut lainnya, karena perbedaan habitat. Ternyata burung bubut jawa (juga jenis bubut lainnya) ditangkap bukan untuk dipelihara, melainkan untuk diambil minyaknya. Konon, minyak bubut ini dipercaya memiliki khasiat obat, khususnya membantu dalam penyembuhan patah tulang.

Tertarik Untuk Download Suara Burung Bubut Liar? Unduh Mp3 Kicau Macam-macam Burung Bubut Disini:
Burung bubut jawa merupakan burung endemik di Pulau Jawa. Postur tubuhnya besar, dengan panjang sekitar 46 cm. Warna tubuhnya hitam mengkilat, mulai dari kepala, punggung, paruh, kaki, dan ekornya. Hanya sayapnya yang berwarna merah-karat, dan iris mata merah menyala.

Bubut jawa betina memiliki ukuran tubuh yang lebih besar daripada burung jantan. Namun membedakan jenis kelamin burung ini tetap sulit, kalau tidak ada pembanding berupa dua burung berbeda jenis. Sebab penampilan fisik burung jantan dan betina relatif sama.

Dinamakan burung bubut karena burung ini mempunyai suara yang khas yaitu menyerupai bunyi seperti but but but, akhirnya dinamakan dengan burung bubut. Selain suara burung bubut yang khas dan unik burung bubut juga dipercaya memiliki beberapa khasiat yaitu untuk membuat obat atau minyak untuk membantu penyembuhan patah tulang.

Walaupun belum ada penelitian secara lebih lanjut dan hanya berdasarkan kepercayaan saja dan celakanya perburuan liar pada burung bubut menjadikan burung ini semakin sulit ditemukan di alam liar, khususnya di pulau Jawa.

Berdasarkan hasil penelitian tahun 1997, musim berkembang biak burung bubut jawa terjadi pada bulan Januari hingga Maret. Mereka akan bersarang dalam sarang yang dibangun menggunakan daun-daun dari tanaman pakis (Acrostichium) yang terdapat di pinggir sungai atau rawa.

Sarang biasanya diletakkan sekitar 3 – 6 meter di atas permukaan air pada hutan bakau. Ada perbedaan data mengenai jumlah telur yang dihasilkan burung bubut jawa betina.

Burung-burung ini akan mencari makan dengan cara mengais – ngais tanah ataupun dengan mencari makan pada tempat ranting – ranting pohon yang rindang di alam liarnya.

Burung bubut ini juga bisa kita jumpai di antara semak-semak yang terdapat hutan, baik itu pada saat mereka berburu mangsa maupun ketika burung bubut tersebut sedang membuat sarang untuk mereka bertelur.

Lalu untuk bentuk dari sarang burung bubut ini cukup unik, sebab bentuknya bundar seperti bola, dan untuk tempat sarang itu juga cenderung berada di lokasi semak yang cukup lebat.

Di dalam sarangnya indukan burung bubut selanjutnya akan menghasilkan telur dengan ciri-ciri dari warna telurnya yaitu dengan warna putih dan ada sebuah tanda yang berwarna kuning.

Menurut Bartels & Hellebrekers, induk betina hanya menghasilkan 1-3 butir telur dalam setiap periode peneluran (clutch). Namun, menurut Birdlife Internasional, jumlah telur burung ini bisa mencapai 3-5 butir per clutch.

Jika pendapat Bartels & Hellebrekers benar, maka inilah salah satu alasan mengapa Badan Konservasi Dunia (IUCN) kini memasukkan bubut jawa ke dalam daftar burung yang terancam punah, dengan status Rentan (Vulnerable).

loading...

Blog, Updated at: 06:59:00
loading...