Loading...

Macam-macam Jenis Burung Murai Batu dan Murai Air

Loading...

Mengenal Burung Murai Air Dan Murai Batu Serta Jenis-jenis Burung Murai Batu, Lengkap Dengan Ciri-cirinya
Burung murai atau shamas merupakan burung pemakan serangga berukuran sedang dalam genus Copsychus. Burung jenis ini banyak ditemukan di area taman dan hutan di Afrika dan Asia. Genus Copsychus diperkenalkan oleh naturalis jerman Johann Georg Wagler pada tahun 1827.
Perbedaan Antara Murai Batu Dengan Murai Air. Burung Murai Air secara penampilan dikatakan mirip dengan burung Murai Batu dengan postur tubuh yang sedang dan ekor yang agak panjang. Hanya saja bedanya burung Murai Air tidak berwarna hitam dan oranye seperti Murai Batu. Warna bulu burung Murai Air didominasi hitam keabu-abuan hampir menutupi seluruh tubuhnya. Terdapat warna putih terang dekat pertengahan kedua sisi sayapnya. Lalu pada bagian bawah tubuhnya tepatnya disisi perut terlihat warna krim kecokelatan. Yang khas dari burung Murai Batu adalah warna matanya yang jarang terdapat pada burung ocehan manapun. Matanya berwarna kemerahan terang dan pupilnya terlihat hitam. Dengan tampilan mata seperti itu terlihat burung Murai Air memang sedikit agak menyeramkan saat dilihat dengan minim cahaya.

Jenis Burung Murai Batu Kalimantan atau Borneo Burung Murai Batu Borneo atau Kalimantan (damai-9.com)

Tahukah Anda, ternyata burung Murai Batu Kalimantan masih dibedakan menjadi tiga jenis burung, antara lain Murai Batu Banjar, Murai Batu Palangka, dan Murai Batu Mahkota. Meski terbilang banyak, orang-orang sana mengaku tak kesulitan membedakan jenis-jenis dari burung Murai Batu Kalimantan.
Pada umumnya burung murai dari kalimantan ini diperoleh dengan berbagai cara diantaranya adalah dengan jaring ataupun dengan pulut dan bisanya burung yang di peroleh dengan cara seperti ini memiliki angka harapan hidup yang lebih tinggi jika di bandingkan dengan burung yang di peroleh dengan cara di pancing. Murai batu kalimantan yang di peroleh dengan cara di pulut biasanya akan memiliki bulu yang sedikit “rusak” berbeda dengan murai batu kalimantan yang di peroleh dengan cara di pancing yang biasanya memiliki bulu yang lebih mulus.
Burung Murai Batu Borneo terbaik bisa dilihat dari ciri fisiknya. Berikut beberapa ciri-ciri fisik dari Murai Batu Kalimantan atau Borneo.
  • Burung Murai Batu Borneo yang berkualitas harus memiliki bulu dada berwarna coklat terang. Semakin terang warna dadanya maka burung tersebut biasanya mempunyai mental yang baik saat berada di atas gantangan. Selain itu, suaranya akan keluar terus-menerus atau ngedur.
  • Bagian kakinya harus berwarna coklat agak hitam atau coklat agak kemerahan. Anda jangan memilih burung Murai Batu Kalimantan yang kakinya berwarna kekuningan karena burung tersebut mentalnya kurang bagus.
  • Ekor tidak terlalu panjang yakni sekitar 10-13 cm.
  • Kepala Murai Batu Borneo biasanya berbentuk kotak atau rata dan tidak membulat. Tatapan matanya tajam dan melotot.
Kalau mau memilih burung Murai Batu Kalimantan dengan suara keras, maka pilih burung dengan paruh yang sering terbuka lebar. Selain itu, bagian leher harus besar dan kuat. Ciri-ciri burung Murai Batu seperti ini dipercaya memiliki suara yang keras dan lantang.

Cara Membedakan Murai Kalimantan Dengan Murai Daerah Lain
Ciri -ciri yang bisa digunakan untuk membedakan murai kalimantan dengan murai yang berasal dari daerah lain yakni sebagi berikut :
  • Mengembungkan bulu dadanya ketika sedang berkicau.
  • Rata- rata burung murai dari kalimantan memiliki ekor yang pendek.
  • memiliki 4 pasang ekor putih polos.
  • body secara fisik terlihat lebih kecil.
  • harganya relatif lebih murah untuk burung bakalan jika di bandingkan dengan jenis burung murai lain.

Jenis Burung Murai Batu Jawa atau Larwo Burung Murai Batu Jawa atau Larwo (infomurai.blogspot.com)

Burung Murai Batu Jawa sudah sangat langka dan jangan harap Anda bisa menemukan burung ini di pasaran. Hal ini diperparah dari faktor ketenaran. Burung Murai Batu Jawa kalah tenar bila dibandingkan dengan Murai Batu Medan. Alhasil, jarang pecinta burung yang mau menangkar burung Murai Batu Jawa.
Larwo memang identik dengan murai batu karena dia masih satu genus dengan nama Copsychus malabaricus ssp. javanicus (Murai Batu Jawa). Jadi salah kalau ada yang mengartikan bahwa larwo berbeda dari murai batu. Pada beberapa tahun lalu, burung ini masih banyak terlihat di sekitar hutan-hutan di pegunungan di Pulau Jawa. Habitat larwo mulai dari Ujung Kulon sampai Gunung Kidul dan beberapa tempat lainnya. Penangkapan dan pembabatan hutan yang terus berlangsung, menjadikan burung ini lambat laun menghilang. Pada saat yang sama, tidak ada upaya penangkaran burung larwo.
Namun, kalau berbicara tentang burung Murai Batu Jawa atau Larwo, ternyata nama Larwo menyimpan arti nama yang cukup unik. Anda tahu sendiri bahwa orang Jawa gemar menyingkat suatu nama. Nah, ternyata nama burung Murai Batu Larwo juga ada singkatannya yakni Lare Dowo (bulunya panjang).

Selain namanya, ada lagi yang membuat burung ini terlihat begitu unik. Saat burung Murai Batu Jawa berkicau, bulu-bulu di kepalanya akan berdiri tegak seperti jambul. Biasanya, burung Murai Batu yang lain akan mengembangkan bulu dadanya, namun Larwo justru bulu kepalanya.

Ciri khusus lainnya tentang burung Murai Batu Jawa adalah sebagai berikut.
  • Postur tubuhnya relatif lebih kecil dibanding Murai Batu lainnya
  • Burung Murai Batu Jawa memiliki garis batas bulu yang berwarna hitam di daerah perut
  • Untuk karakter suara tak berbeda jauh dengan burung Murai Batu yang lain
  • Panjang bulu ekor burung Murai Batu Jawa sekitar 8-10 cm 
Jenis Burung Murai Air

Burung murai air ini populer sebagai burungkicauan yang sudah sering dimanfaatkan oleh para penggemar burung kicauan guna melatih kicauan burung kicauan jenis yang lainnya khususnya burung murai batu. Sebab, kicauan yang dikeluarkan oleh burung murai air sangat sangat tepat untuk melatih burung kicauan yang lainnya.  Oleh sebab itu, burung murai air ini sudah banyak dijual di pasar burung dan peminatnya pun juga sudah cukup banyak.

Burung murai air Heteropahasia picaoides) yang juga memiliki banyak julukan. Diantaranya yakni burung sibia ekor panjang, air mancur, murai besi, dan juga burung murai laut.
superkicau.com

Daerah persebaran burung murai air ini sebenarnya tidak hanya ada di Indonesia saja. Akan tetapi, melainkan juga terdapat pada berbagai negara, misalnya saja di Asia seperti Malaysia, Cina, Nepal, Bhutan, Thailand, Vietnam, dan juga di Laos.

Kemudian jika di Indonesia sendiri burung murai air, daerah persebarannya hanya ada di daerah hutan Sumatera saja. Dengan demikia burung ini tergolong unik dan perlu dijaga kelestariannya supaya keberadaannya jangan sampai punah.

Ketika sedang ada di alam liar, burung murai air akan mudah sekkali dijumpai pada hutan sekunder atau di hutan primer. Kemudian, burung kicauan ini juga bisa dijumpai di dataran semak-semak belukar yang ditumbuhi oleh pepohonan yang rindang. Pada saat berada di alam liar, burung ini sering kali makan makanan berbagai jenis serangga, biji-bijian, dan juga memakan buah-buahan.

Selain itu, burung murai air mencari makanannya yang ada di permukaan tanah dalam semak belukar. Selain itu, biasanya juga ada di atas pucuk pohon yang rindang.

fotoburungkicau.com

Ciri khas burung murai air yang jantan dan betina cenderung sama dan sulit untuk dibedakan. Dari bagian pangkal kepalanya hingga pangkal ekornya ukurannya diketahui antara 20 hingga 24 cm, kemudian untuk panjang ekornya dapat mencapai 22 cm. Secara ukuran fisiknya burung murai air ini mirip dengan burung murai batu.

Ciri khas burung murai air ini pada bagian tubuhnya didominasi oleh warna cokelat. Warna abu kecokelatan bisa diamati di tubuh bagian atasnya, sedangkan untuk bagian bawah tubuhnya berwarna abu-abu yang terlihat agak keputihan. Mata burung murai air ini berwarna merah saga kehitaman. Sedangkan untuk kedua kakinya berwarna hitam. Lalu untuk bentuk sayap yang panjang terlihat sedikit kaku dan bagian paruhnya berbentuk panjang, tipis, dan tampak sedikit meruncing.

Burung murai air memiliki sifat atau karakter yang agak sedikit beringas pada manusia. Dengan demikian, untuk proses penjinakannya memang membutuhkan waktu yang lama. Ketika berada di alam liar, burung murai air ini sering hidup berkelompok dengan jumlah 10 hingga14 ekor bersama dengan kawanannya untuk mencari makan maupun untuk sekedar beristirahat.

Jenis Burung Murai Batu Sabang Burung Murai Batu Sabang (youtube.com)

Burung Murai Batu di atas berasal dari Sabang, pulau paling barat dari wilayah Aceh dan juga Indonesia. MB dari wilayah Sabang cenderung memiliki ekor panjang. Selain itu,ekor putihnya relatif hanya berbentuk noktah atau sering diistilahkan dengan sebutan balak. Murai Batu Sabang cukup langka dengan pola ekor yang unik. Ekor Murai Batu Sabang bisa mencapai 20 cm. Di bagian ekornya, ada pola putih bulat berjajar mirip seperti batik. Burung Murai Batu Sabang cukup langka dan sulit ditemukan di wilayah lain.

Jenis Burung Murai Batu Balak Burung Murai Batu Balak (oxibird.blogspot.com)

Burung Murai Batu Balak hampir sama dengan Murai Batu Sabang. Kesamaan ini terlihat pada pola ekor Murai Batu Balak yang unik, yaitu itu ada pola corak putih berjajar. Jumlah corak putihnya bervariasi yang kemungkinan mempunyai arti tersendiri. Sayangnya, ekor Murai Batu Balak diperkirakan tak bisa lebih panjang dari 20 cm.

Murai Batu Balak kini merupakan salah satu spesies kucica hutan yang paling banyak diburu kicau mania. Penampilan fisik dan kicauannya sangat mirip dengan murai trah Medan yakni badan besar, ekor panjang, dan suaranya sangat nyaring serta banyak variasinya. Adapun yang berbeda hanya terletak pada bagian bulu ekor penyangga. Kalau murai Medan, bagian bulu ekor penyangga yang masing – masing empat helai pada kanan dan kiri, didominasi warna putih. Cuma bagian pangkal bulu yang berwarna hitam sepanjang dua sampai tiga sentimeter.

Sedangkan murai balak, bulu ekor penyangga berwarna hitam dan putih berbentuk ruas-ruas dengan jumlah sama antara kanan dan kiri sehingga mirip istilah balak pada permainan kartu domino. Pada burung murai balak tersebut terdapat beberapa motif yang disebut balak empat, enam, dan delapan. Burung balak tersebut sebagian besar merupakan hasil silangan antara trah Medan dan Aceh. Trah Medan berbulu putih sedangkan trah Aceh atau Nias berekor hitam atau biasa disebut black tail. Jadi, turunannya berekor balak.

Dari sekelompok murai balak ternyata terdiri dari banyak spesies. Ada balak yang asli alami yakni balak Sabang, Lempuyang, dan sejumlah nama pulau lain di Aceh. Selain itu juga ada balak silangan yang umumnya hasil perkawinan silang varietas unggul antara Medan dan Aceh. Adapun sebagian besar kicau mania meyakini balak yang paling mantap adalah balak alami trah Sabang yang ditandai dari ekornya yang panjang antara 22 dan 30 cm.

Salah satu pedagang spesialis murai ekor panjang di Pasar Burung Pramuka menambahkan balak yang paling banyak beredar di pasar adalah balak silangan. “Balak silangan ada yang berupa balak empat, enam, dan delapan. Dari segi harga dulunya balak lebih murah dibanding Medan, tapi sekarang tergantung kondisinya. Kalau balak gacor dan ekornya panjang, harganya bisa mengalahkan Medan,”  Menurutnya, murai balak kalau dikawinkan dengan Medan maka warna ekornya akan kembali ke trah Medan. Secara umum kemampuan berkicau pada kedua spesies ini hampir sama bagusnya. Suaranya besar, melengking tajam dan banyak variasi. “Murai balak maupun Medan banyak yang diadu-lombakan karena rata-rata memiliki mental tangguh dan berdaya tempur yang tinggi. Tidak mudah ngedrop alias gembung atau ngebalon.

Jenis Burung Murai Batu Bahorok Burung Murai Batu Bahorok (youtube.com)
Sesuai dengan namanya, murai batu bahorok berasal dari Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Jika Anda menggunakan kendaraan pribadi dari Medan, wilayah ini dapat dijangkau dengan waktu tempuh sekitar 3,5 – 4 jam. Sepanjang perjalanan, kita akan dapat melihat perkebunan kelapa sawit.
Murai Batu Bahorok berasal dari daerah kecamatan Bahorok kabupaten Langkat provinsi Sumatera Utara. Di sana, Anda masih bisa menjumpai Murai Batu Bahorok di alam liar, tepatnya di sekitar kaki Gunung Leuser atau Taman Nasional Gunung Leuser. Murai Batu Bahorok cukup sulit dijinakkan karena jarang sekali berinteraksi dengan manusia. Murai batu bahorok berada di kaki Gunung Leuser atau lebih dikenal dengan nama Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Dari kaki gunung ini mengalir sejumlah sungai, salah satunya Sungai Bohorok. Dulu, di sepanjang sungai tersebut banyak ditemui burung murai batu. Namun pertambahan jumlah penduduk yang pesat membuat kawanan murai batu dan jenis burung lainnya terdesak ke arah kaki Gunung Leuser, bahkan sampai ke arah atas.

Jenis Burung Murai Batu Bordan Burung Murai Batu Bordan (youtube.com)

Murai Batu Bordan merupakan burung hasil kawin silang antara Murai Batu Medan jantan dan Murai Batu Borneo betina. Dari perkawinan ini diharapkan Murai Batu Bordan mempunyai karakter mental fighter, gaya bertarung yang bagus, dan suara yang gacor.

Murai Batu Bordan hampir sama dengan Murai Batu Medan, terutama bagian postur tubuh dan pola motif bulu ekor. Burung Murai Batu Bordan diklaim memiliki suara dan irama lagu yang bervariasi serta tembakan yang lebih keras. Ciri unik dari Murai Batu Bordan, dia sering memainkan ekornya saat bertarung melawan Murai Batu lain di lapangan.

Jenis Burung Murai Batu Irian Burung Murai Batu Irian (pagiberkicau.com)

Jika dilihat secara fisik, Murai Batu Irian berbeda jauh dengan jenis Murai Batu lainnya. Burung Murai Batu Irian cenderung lebih berwarna gelap dan hitam. Namun, bagian ujung bulu-bulunya berwarna agak hijau berminyak dan berkilau. Murai Batu Irian mempunyai ekor panjang sekitar 35 cm.

Ciri-ciri Burung Murai Papua

Pada bagian tubuhnya yang abu-abu gelap dan untuk bagian ekor dengan ujung yang berbentuk seperti sebuah sendok. Kemudian ditambah lingkaran mata yang warnanya kebiruan menjadikan penampilan burung ini terlihat lebih gagah dan sangar.


Penyebaran burung ini meliputi di wilayah Myanmar, Thailand, Indo-China, Sumatra, Jawa dan juga pulau Bali. Jenis burung ini termasuk burung penetap yang hidup dengan cara sendiri-sendiri. Kemudian terkadang tampak berpasangan di hutan-hutan sekunder. Kadang juga terlihat di rumpun bambu, hutan semak, di lahan-lahan pertanian, sampai dengan di pekarangan rumah.

Burung ini populer sebagai burung arboreal yang maksudnya senang menghabiskan waktunya di ketinggian. Dan burung ini juga sangat senang memakan serangga dan juga buah-buahan. Ekornya yang panjang yang berbentuk menyerupai sendok pada bagian ujungnya termasuk penyeimbang untuk tubuhnya pada saat beristirahat di puncak-puncak pohon. Pada habitat aslinya yaitu di alam liar, mereka selalu mencari makanan di pepohonan (arboreal).

Burung murai papua atau Tangkar cetrong nyaris tidak pernah memakan makannya di permukaan tanah, Walaupun mereka sering turun untuk mandi. Dengan lincahnya tingkah dan gerakan burung ini, mereka bergerak dari pohon yang satu pada pohon yang lainnya. Dengan memakai bagian ekornya yang eksotis sebagai alat keseimbangan atau organ balancing.

Jenis Burung Murai Batu Medan Burung Murai Batu Medan (bandarkicau.blogspot.com)

Burung Murai Batu Medan sebenarnya tidak benar-benar berasal dari Medan. Omkicau mengatakan bahwa burung jenis ini didatangkan dari beberapa daerah di Aceh, Pasaman, Padang Sidempuan, dan Semenanjung Malaysia. Namun, saat ini habitat burung Murai Batu Medan mulai berkurang drastis.

Dulunya, burung ini masih bisa ditemukan di beberapa kawasan Sumatera Utara, seperti Bukit Lawang, Bohorok, dan kaki Gunung Leuser. Namun sekarang, para penangkar sudah mulai kesulitan mendapatkan burung Murai Batu di daerah tersebut.

Sehingga saat ini sebutan burung Murai Medan sebenarnya merupakan burung hasil kawin silang antara berbagai jenis burung Murai Batu yang masih ada keturunan dengan burung Murai Batu Medan, seperti Murai Batu Aceh, Pasaman, Padang Sidempuan, dan Malaysia.

Kendati demikian, kalau sudah mendengar nama burung Murai Medan, sepertinya sangat sulit menutupi rasa ketertarikan pada burung tersebut. Burung Murai Batu sendiri memang beda dari burung Murai Batu yang lain, khususnya pada bagian postur tubuhnya. Tubuh Murai Batu lebih besar dan tegap. Lebih jelasnya simak beberapa ciri fisik burung Murai Batu berikut.
  • Burung Murai Batu Medan memiliki badan yang lebih besar dari burung Murai Batu lain.
  • Bulu burung Murai Batu Medan berwarna hitam legam dan mengkilat. Kalau terkena sinar matahari akan terlihat warna kebiru-biruan.
  • Kaki burung Murai Batu Medan berwarna hitam, namun kalau masih muda warnanya merah kehitam-hitaman.
  • Bulu ekornya memiliki empat pasang bulu putih dan mempunyai strip berwarna hitam yang membelah secara horizontal.
  • Panjang bulu Murai Batu bisa mencapai 27-30 cm.
  • Kebiasan burung ini saat berkicau yakni sering menegakkan ekornya sampai menyentuh kepala.
Jenis Burung Murai Batu Lampung Burung Murai Batu Lampung (youtube.com)

Saat ini, sudah sangat sulit menemukan burung Murai Batu asli Lampung. Hal ini dikarenakan maraknya kasus alih fungsi hutan menjadi kawasan pemukiman penduduk yang memaksa burung Murai Batu Lampung harus bermigrasi ke kawasan lain dan kemudian mati karena tak mampu bertahan.

Oleh karena itu, kalau seseorang menyebut burungnya sebagai burung Murai Batu Lampung, sesungguhnya itu merupakan burung Murai Batu yang dipasok dari Kota Agung, Jambi, dan Riau. Bukan hasil tangkapan dari hutan-hutan yang berada di wilayah Lampung, seperti yang diungkapkan oleh Omkicau.

Untuk mengenali burung Murai Batu Lampung, Anda dapat memperhatikan beberapa ciri fisik burung tersebut.
  • Postur tubuh lebih kecil dari Murai Batu Medan
  • Ekornya memiliki panjang sekitar 12-18 cm
  • Bulu dada burung Murai Batu Lampung berwarna orange kecoklatan dan terlihat lebih gelap bila dibandingkan dengan burung Murai Batu Kalimantan
  • Burung ini memiliki mental yang sangat bagus, kuat, dan gesit
  • Jenis suara cenderung mengulang-ulang atau ngeban, namun kurang bervariasi
Jenis Burung Murai Batu Nias Burung Murai Batu Nias (kicaumania373.wordpress.com)

Seperti dua jenis burung Murai Batu sebelumnya, burung Murai Batu Nias juga cukup sulit ditemukan di daerah asalnya. Kalau ada penjual yang mengatakan burungnya berasal dari Nias, maka sejatinya burung tersebut didatangkan dari Mentawai/ Pagai, Sibanang, Simeulue, dan sebagainya.

Ciri-ciri burung Murai Batu Nias di antaranya,
  • Postur tubuh relatif kecil dan lebih mirip ukuran tubuh Murai Batu Lampung
  • Bulu utama ekor burung Murai Batu Nias tidak berwarna putih melainkan hitam atau biasa disebut blacktail
  • Panjang bulu ekor sekitar 17-20 cm dan berwarna hitam pekat
  • Volume suara lebih keras
  • Mampu meniru suara burung Murai Batu lain lebih cepat
  • Burung Murai Batu Nias tidak mudah stress dan cepat beradaptasi
Jenis Burung Murai Batu Aceh Burung Murai Batu Aceh (murai-batu-aceh-trbf2015.blogspot.com)

Burung Murai Batu Aceh berasal dari daerah Tangse (Piedie), Pegunungan Seulawahsabang, Lhoong, dan Keude Bieng. Burung ini biasanya memiliki postur tubuh yang tidak terlalu besar. Untuk ekornya, bisa disamakan dengan burung Murai Batu Medan yaitu sekitar 19-30 cm. Burung yang satu ini juga memiliki variasi suara yang sangat banyak dan ngeroll. Tak jarang, suara burung Murai Batu Aceh terdengar seperti suara tembakan atau besetan yang menyayat.

Jenis Burung Murai Batu Lahat Burung Murai Batu Lahat (seputar-infoburungs.blogspot.com)

Burung Murai Batu Lahat merupakan salah satu jenis burung Murai Batu terpopuler di Indonesia. Burung Murai Batu yang berada di pasaran, kebanyakan adalah jenis burung Murai Batu Lahat. Burung ini memiliki ekor sepanjang 18-23 cm. Postur tubuhnya lebih mirip dengan burung Murai Batu Nias. Suaranya pun juga mirip yakni memiliki variasi suara yang banyak dan mental yang bagus.

Jenis Burung Murai Batu Jambi Burung Murai Batu Jambi (muraibatu.link)

Burung Murai Batu yang berasal dari Jambi ini mempunyai habitat di dataran rendah dan dataran tinggi. Burung Murai Batu Jambi yang tinggal di dataran rendah memiliki ukuran serta bentuk tubuh yang relatif kecil. Oleh sebab itu, ekornya tak terlalu panjang. Sementara, untuk Murai Batu Jambi dari dataran tinggi, memiliki ekor lebih panjang serta melengkung ke atas. Tak hanya itu, burung Murai Batu Jambi mempunyai mental bertempur yang tangguh dan rajin dalam berkicau.

Jenis Burung Murai Batu Thailand Burung Murai Batu Thailand (kicaumania.or.id)

Burung Murai Batu Thailand terkenal dengan tubuhnya yang kecil tetapi memiliki bulu ekor yang panjang. Perlu Anda ketahui, bulu ekor burung Murai Batu Thailand bisa mencapai 34-38 cm. Meski panjang, bulunya tidak terlalu tebal, hanya beberapa helai bulu saja.

Burung Murai Batu Thailand sering disebut sebagai burung yang memiliki mental bagus dan agresif. Sehingga banyak pecinta burung yang mengikutkannya dalam lomba burung.

Burung ini banyak berkembang biak di daerah perbatasan antara Malaysia dan Thailand, terutama di kawasan hutan yang belum terjamah manusia. Sebagian orang menyebut burung Murai Batu Thailand sebagai Murai Batu Langkawi.

Jenis Burung Murai Batu Malaysia Burung Murai Batu Malaysia (rebanas.com)

Malaysia memiliki beberapa jenis burung Murai Batu, namun yang paling terkenal adalah burung Murai Batu asal Negeri Sembilan. Burung yang berasal dari sana dikenal sangat agresif dan mempunyai mental yang tangguh. Tak hanya dari Negeri Sembilan saja, burung Murai Batu dari Pahang, Selangor, dan Kelantan juga memiliki sifat yang sama.

Burung-burung Murai Batu dari Malaysia umumnya memiliki bulu ekor tidak lebih dari 21 cm. Burung Murai Batu Malaysia sering dilombakan karena memiliki suara isian yang bagus dan penampilan gaya bertarung yang sangat indah.

Jenis Burung Murai Batu Filipina Burung Murai Batu Filipina (hiveminer.com)

Biasanya, burung Murai Batu dari Filipina dipelihara karena keunikan dan keindahan gayanya saja. Sebab, kualitas suara yang dimiliki burung Murai Batu Filipina kurang bagus dibandingkan Murai Batu lainnya. Bahkan, banyak kalangan yang menyebutkan bahwa burung ini hanya digunakan untuk pajangan di rumah. Kalau untuk lomba, sepertinya harus pikir-pikir lagi.

Loading...

Blog, Updated at: 21:53:00