Loading...

Macam-macam Jenis Burung Pemakan Bangkai dan Ciri-cirinya

Loading...

Mengenal Karakteristik Dari Berbagai Jenis Burung Yang Terkenal Suka Menyantap Bangkai Hewan Lainnya
Burung atau unggas adalah anggota kelompok hewan bertulang belakang (vertebrata) yang memiliki bulu dan sayap. Fosil tertua burung ditemukan di Jerman dan dikenal sebagai Archaeopteryx. Jenis-jenis burung begitu bervariasi, mulai dari burung kolibri yang kecil mungil hingga burung unta, yang lebih tinggi dari orang. Ada juga burung yang hobi makan bangkai seperti Burung Hering atau Burung Bangkai atau Burung Nasar adalah burung pemakan bangkai dan binatang yang telah mati, baik secara alami maupun karena dibunuh. Hering dapat ditemui di semua benua kecuali Antartika dan Oseania. Karakteristik hering adalah kepalanya yang botak, tidak ada bulu kecuali bulu halus
Burung Gyps Africanus

Burung Gyps Africanus ,mungkin sedikit mudah dikenal dengan nama yang sudah terkenal ,Spesies ini sangat menyukai daratan rendah , sabana berhutan dan burung ini juga bersarang di pohon - pohon tinggi. Burung ini dapat di temukan di darata Afrika Selatan sampai di pegunungan Sahara, dan sebagian besar burung ini dari benua timur ke barat. Burung pemakan bangkain ini paling umum ditemukan di Afrika dan salah satu tepat yang sangat luas . namun , juga sudah mengalami populasi yang sudah sangat menurun. Misalnya, jika tren terus berlanjut untuk spesies ini di daratan Afrika Selatan mungkin akan punah total . Selain keracunan dan penurunan spesies habitatnya , spesies ini juga sudah ditargetkan untuk perdagangan , termasuk juga sebagai obat tradisional.
Burung pemakan bangkai sering dibenci dan ditakuti. Padahal peranan unggas ini dalam menjaga kesehatan lingkungan sebagai pemusnah sampah berpenyakit, amat menentukan.Sayangnya di banyak habitat burung ini nyaris musnah akibat aktivitas manusia. 
Burung Gagak Ruppell

Burung Gagak Ruppell ini adalah spesies burung yang sangat besar dengan ukuran sayap hingga 8,5 kaki dan berat badan burung ini mencapai 14 samapai 20 kg. Spesies jenis burung ini telah menerima rekor sebagai burung terbang tertinggi , sebuah rekor yang dikonfirmasi dengan jelas dikarenakan terjadinya tabrakan dengan sebuah Pesawat komersial dengan ketinggian 37.000 kaki di atas permukaan laut pada tahun 1973. Biasanya burung ini bertengger di ketinggian 20.000 kaki atau lebih rendah , dengan menggunakan indra penglihatan yang sangat tajam untuk mendapatkan mangsa yang akan di makan. Dikarenakan burung pemakan bangkai ini merupakan spesies yang sangat kuat mampu menempuh jarak yang cukup jauh untuk mendapatkan makanannya. Burung gagak Ruppell ini mampu menembus perjalanan sejauh 90 mil dari sarang saat memindahkan makanan dari sarang . populasi burung ini sudah menurun sejak tahun 2012 dan terancam akan semakin habis dan punah.
Jenis-jenis burung yang gemar memakan bangkai pada umumnya banyak kita jumpai di dataran california. Dan pada umumnya di sebut burung tersebut sangat menyukai bangkai untuk dijadikan sebagai makanannya. Dan untuk sebagian orang pasti akan takut dengan burung pemakan bangkai tersebut. Akan tetapi, pada dasarnya burung bangkai hanya menyukai makanan berupa bangkai saja. Kemudian burung bangkai tidak akan menyukai jenis hewan yang masih keadaan hidup belum mati. Akan tetapi mereka menunggu hewan yang telah mati tersebut menjadi bangkai terlebih dahulu. Setelah itu kemudian mereka akan memakan burung bangkai tersebut.
Burung Hooded ( Necroyrtes monachus )

Menurut para peneliti, pemulung bangkai atau burung pemakan bangkai punya usus paling kuat di planet ini. Para ilmuwan menyatakan hasil analisis pada dua spesies burung nasar Amerika Utara menunjukkan bahwa burung itu memiliki sistem pencernaan asam yang sangat kuat dan ususnya penuh dengan dua jenis bakteri jahat. Pada nasar hitam dan nasar kalkun, satu-dua pukulan gastrointestinal ini efektif melumpuhkan banyak potensi penyakit yang disebabkan oleh populasi mikroba pada bangkai yang mereka makan.

"Saluran gastrointestinal nasar adalah lingkungan yang berbahaya," kata ahli mikrobiologi Lars Hestbjerg Hansen dari Aarhus University di Denmark, salah satu peneliti yang hasil studinya dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications. "Nasar-nasar ini akan mengonsumsi vertebrata mati apapun - mamalia, burung, ular, ikan. Mereka lebih suka organisme yang belum lama mati dibandingkan dengan karkas yang sudah sangat busuk," kata ahli ornitologi Gary Graves dari Smithsonian Institution di National Museum of Natural History di Washington, peneliti yang lain.
"Sebagai contoh, rusa yang sehari mati di jalan itu sempurna," katanya seperti dilansir kantor berita Reuters.

Para peneliti memeriksa komunitas mikroba, atau mikrobioma, yang hidup dalam saluran pencernaan 50 burung nasar yang meliputi dua spesies yakni nasar hitam dan nasar kalkun. Nasar kalkun tubuhnya tertutup bulu hitam dengan kepala gundul berkulit merah dan rentang sayap hampir 1,75 meter. Jenis ini umum ditemui di Amerika Utara. Sementara nasar hitam lebih kecil, dengan rentang sayap sekitar 1,45 meter, bulu hitam, dan kepala gundul berkerut dengan kulit berwarna abu-abu gelap. Burung jenis ini ditemukan di seluruh bagian tenggara Amerika Serikat. Bakteri pencernaan paling umum pada nasar - Clostridia dan Fusobacteria - ternyata sangat patogenik pada binatang lain. Clostridia misalnya, bisa menyebabkan penyakit-penyakit yang menjadi musuh dunia seperti botulism, kelemayuh (gangren) dan tetanus pada manusia.
Para peneliti juga menemukan bahwa asam perut burung nazar sangat kuat dan membunuh banyak bakteri yang masuk ke dalam tubuh mereka bersama daging busuk. "Kebanyakan mikroba yang masuk bersama makanan tidak akan bertahan dalam kondisi keras ini," kata peneliti yang lain, ahli mikrobiologi dari University of Copenhagen, Michael Roggenbuck.

Burung Hering Mesir (Neophron Percnopterus )


Burung Hering Berparuh Panjang ( Gyps Indicus )

Burung Hering jarang menyerang mangsa yang sehat, namun berkemungkinan untuk melukai, bahkan membunuh, mangsa yang sakit atau terluka. Jika mangsanya terlalu besar untuk dimakan sendiri, umumnya mereka menunggu hering terbesar untuk selesai makan terlebih dahulu. Sahabat anehdidunia.blogspot, tidak jarang terjadi pertempuran yang melibatkan hering dalam jumlah besar. Mereka akan berhenti makan hingga tembolok mereka terasa penuh. Mereka tidak membawakan makanan untuk hering muda dengan cakar mereka, melainkan dengan tembolok mereka untuk dimuntahkan kembali. Lambung burung hering sangatlah asam dan korosif sehingga bakteri yang terdapat dalam bangkai makanan (Botulinum, Kolera, Antraks, dan sebagainya) tidak akan selamat melewati lambung tersebut sehingga aman bagi pencernaan mereka.

Burung Paruh Ramping ( Gyps Tenuirostris )


Burung Hering Berpunggung Putih ( gyps Bengalensis )

Spesies burung pemakan bangkai terbesar Afrika itu terancam menghadapi kepunahan. Saat ini jumlah populasinya berada di bawah 4.000 ekor yang hidup di alam liar Afrika Selatan, Lesotho dan Botswana.
Burung Red Headed ( Sarcogyps Calvus )


Spesies Burung Red Headed ini adalah burung pemakan bangkai yang sudah mulai melintas dari anak benua India . Burung pemangsa berkepala merah sekarang dibatasi di India Utara . Spesies ini mengalami penurunan yang sangat pelan sampai beberapa tahun terakhir. saat mengalami penurunan populasi yang sangat ambruk . Dalam jangka 20 tahun perkembangbiakan burung pemakan bangkai ini hanya berjumlah ratusan ekor . kepunahan dengan kurang dari 10.000 ekor diperkirakan tertinggal di dalam hutan liar.

Burung Hering Hitam Erasia ( Aegypius Monachus )

Hering hitam erasia atau dengan bahasa latin Aegypius Monachus ini adalah burung pemakan bangkai yang sudah hampir punah. Burung hering hitam ini adalah dua diantara satu burung / predator yang sangat besar dan kuat . Sebagaian besar keluarga burung Hering Hitam Erasia dikenal juga sebagai burung Nasar Hitam , Burung Nuri . Dengan ukuran yang sangat besar memiliki panjang 1,2 meter , sayap 3,1 meter dan besar mencapai ukuran 14 kg .

Burung Kondor Andes ( Vultur Gryphus )

Burung pemakan bangaki kali ini adalah Burung Kondor Andes yang sudah sangat terkenal dikarenakan burung ini sudah menjadi simbol nasional beberapa Negara Amerika Selatan , namun telah mulai hilang dikarenakan habitat burung ini sudah mulai menghilang dan hampir punah di karenakan banyaknya pemburuan liar . Burung Kondor Andes ini adalah jenis burung yang memiliki umur yang sangat panjang dan tingkat reproduksinya rendah . Burung ini di temukan di pegunungan Andes dan pantai Pasifik sebelah barat Amerika Selatan. Burung Kondor Andes ini adalah spesies burung terbesar di dunia dengan ukuran berat dan lebar sayap gabungan . Burung ini memiliki lebar sayap maksimum 3,3 m .

Burung Himalayan Griffon ( Gyps Himalayansis )

Burung hias Himalayan atau sering disebut burung pemangsa Himalayan ( Gyps Himalayansis ) adalah burung yang sudah sangat tua dari keluarga Accipitridae . Spesies ini di temukan di daratan tinggi Himalaya , Pamir , Kazakhstan dan Daratan tinggi Tibet. Meskipun rentan terhadap toksisitas yang disebabkan oleh diklofenak . Obat yang di temukan pada bangkai burung peliharaan yang mempengruhi banyak spesies burung pemakan bangkai lainnya menderita. meskipun demikian sudah cukup banyak penurunan populasi dan jumlah burung bersarang yang saat ini di anggap mendekati punah.

Burung Hering Berjanggut ( Gypaetus )

Burung Hering Berjanggut ( Gypaetus ) adalah burung pemakan bangkai satu dari sedikit spesies yang memiliki bulu di wajahnya yang menjadi nama dari jenis spesies burung ini. Burung ini adalah pemangsa yang biasanya dianggap sebagai Hering Dunia lama. mereka adalah pemakan bangkai , akan tetapi terkadang membunuh mangsa yang masih hidup termasuk kura kura , kelinci dan marmut. Alih alih pemakan daging ini berfokus pada makan sumsum tulang yang menghasilkan 90 % makanannya . Pada tahun 2014 spesies ini di perhatikan paling rendah dan sudah sangat terancam punah. ditemukan di Benua Eropa ,Asia dan Afrika .namun penurunan lokal membuat konservasionis sekitar 10 .000 pasangburung ini diperkirakan sudah ada di seluruh dunia.

Burung Torgos Tracheliotus ( Lappet Pacet Vulture )

Burung Torgos ini adalah spesies burung yang sudah kuno dan ditemukan di sebagian daratan Afrika . Meskipun dengan distribusi yang kurang merata burung ini tidak memiliki indra pencium lain dari spesies burung pemakan bangkai lainnya , dan menemukan makanannya dengan hanya melihat. Spesies Burung ini adalah burung pemakan bangkai terbesar dan tangguh dan bisa merobek kulut yang sangat keras. Berbeda dengan burung pemakan bangkai lainnya masih menunggu serigala untuk merobek daging bangkai hewan yang akan di mangsanya. Burung Torgos ini sudah memiliki penurunan yang sudah signifikan beberapa tahun terakhir di karenakan aktifitas manusia menjadikan jenis burung ini sudah hampir punah . Menurut pendataan jenis burung ini sekarang ada kurang dari 9.000 burung yang tersisa di dunia.

Burung Kepala Putih ( White Headed Vulture )

Burung ini dijuluki dengan sebutan Burung Pemarah berkepala Putih memiliki wajah berwana warni. Burung pemarah ini sama halnya seperti dengan burung pemakan bangkai lainnya. burung ini adalah pemakan bangkai dan terkadang mereka juga melakukan perburuan jenis binatang vertebrata kecil. spesies burung ini ditemukan di pegunungan Sahara Afrika dan memiliki jangkauan yang sangat luas . Namun demikian populasi burung ini memiliki penurunan yang sudah sangat signifikan selama beberapa dedikade . Kemungkinan besar burung ini hanya ditemukan di kawasan tempat lindung seperti kebun binatang.

Burung Cape ( Cape Vulture )


Burung Cape ini ditemukan di Afrika bagian selatan dan tidak seperti beberapa spesies burung pemakan bangkain lainnya . burung cape ini sering berkelompok untuk melakukan pemangsaan . Burung ini biasanya bertengger dan bersarang di koloni pohon dan hijauan daun. Prilaku burung ini yang sering melakukan berkelompok menjadikan sebuah kompetisi untuk mendapatkan makanan. Akan tetapi burung ini sering mandapakan makanan yang sudah disengaja diracuni oleh para pemburu . Penurunan Karnivora dalam kisaran burung pemakan bangkai ini terjadi dikarenakan aktifitas pertanian .

Mengenal Pemakaman Langit dan Umpan Untuk Burung Bangkai dan Gagak

Dikutip dari detik,com, Pemakaman langit sekilas memang mengerikan di mata traveler, jenazah diletakkan di bukit untuk dimakan burung. Namun ritual ini begitu sakral di Tibet. Tradisi Jhator alias Sky Burials atau pemakaman langit banyak dilakukan di sekitaran China, tepatnya Qinghai, Tibet, Mongolia dan Inner Mongolia. Di Tibet misalnya, dengan mayoritas penduduk pemeluk agama Buddha, pemakaman langit dilaksanakan di Kuil Drigung, Lhasa. Tak semua orang bisa dimakamkan melalui ritual Jhator. Jenazah tak boleh berusia di bawah 18 tahun, wanita hamil, atau mereka yang meninggal karena penyakit juga kecelakaan.

Ritual diawali dengan berdoa di kuil, kemudian jenazah dibawa ke puncak perbukitan atau gunung yang lokasinya ribuan meter di atas permukaan laut. Para biksu akan berdoa mengelilingi jenazah tersebut sebelum Jhator dilakukan.

Mayat ditelungkupkan tanpa ada lagi kain yang menutupi, lalu tubuhnya disayat. Hal ini lakukan untuk mengundang burung hering atau burung bangkai datang dan memakan mayat tersebut. Buat burung-burung lainnya seperti gagak, ada bagian tulang yang ditumbuk sehingga seluruh bagian mayat bisa habis dimakan.

Bisa juga mayat benar-benar dimutilasi terlebih dahulu dengan kapak baru diumpankan ke burung-burung yang ada. Keluarga dan warga setempat turut hadir menyaksikan prosesi di mana mayat dimakan burung-burung yang ramai berkumpul di sana.

Mayoritas warga Tibet menganut agama Buddha, menyambut kematian secara suka cita karena percaya reinkarnasi di alam selanjutnya. Adanya ritual Jhator sendiri sebagai salah satu pemakaman yang sarat akan nilai religi.
(Reuters)
Jenazah dibiarkan dimakan burung bangkai karena hewan yang disebut Dakini ini diyakini warga setempat sebagai reinkarnasi dari malaikat. Mereka akan mengambil arwah jenazah dan mengantarnya ke surga, sebuah tempat menunggu reinkarnasi kehidupan selanjutnya. Masyarakat percaya agar arwah terbawa sepenuhnya ke surga, seluruh bagian tubuh harus dimakan. Daging manusia diumpankan pada burung juga karena dianggap menyelamatkan hewan-hewan tersebut. Mereka meniru hal yang dilakukan Shakyamuni Buddha, yang konon pernah melakukan hal demikian untuk menyelamatkan seekor elang dengan memberi dagingnya sendiri untuk dimakan burung. (detik,com)

Loading...

Blog, Updated at: 19:29:00