Jenis-jenis Hujan Dan Manfaat Air Hujan Bagi Kehidupan Manusia dan Makhluk Lainnya

loading...

Fakta-fakta Tentang Air Hujan Dan Macam-macam Jenis Hujan Yang Perlu Diketahui

Hujan adalah sebuah presipitasi berwujud cairan, berbeda dengan presipitasi non-cair seperti salju, batu es dan slit. Hujan memerlukan keberadaan lapisan atmosfer tebal agar dapat menemui suhu di atas titik leleh es di dekat dan di atas permukaan Bumi. Hujan adalah sebuah peristiwa turunnya butir-butir air yang berasal dari langit ke permukaan bumi. Dalam proses kondensasi, uap-uap air berubah menjadi embun yang diakibatkan oleh suhu di sekitar uap air lebih rendah daripada titik embun air. Suhu udara yang semakin tinggi membuat titik-titik dari embun semakin banyak dan memadat lalu membentuk menjadi awan. Oleh karena itu butir-butir air jatuh menjadi hujan.
Siapa yang belum pernah bermain hujan di waktu kecil? Jika anda belum pernah sama sekali main atau mandi-mandi air hujan sampai basah kuyup dengan baju lengkap yang menempel di badan maka anda perlu kilas balik ke masa kecil anda. Jangan-jangan masa kecil anda sedemikian diatur sehingga untuk bermain air hujan saja tidak boleh. Ini sekedar intermezzo sebelum memasuki ke materi utamanya yaitu adakah manfaat air hujan itu sebenarnya, selain untuk menumbuhkan tanaman?
Air hujan tidak dapat diminum secara langsung. Untuk dapat diminum, air hujan perlu melewati tahap pemurnian. Air hujan ditampung di dalam galon atau penampungan lainnya. Kemudian air hujan diteliti untuk melihat zat-zat berbahaya apa saja yang terdapat di dalamnya. Nah, proses pemurnian tadi berguna untuk menghilangkan semua zat-zat berbahaya yang terkandung di dalam air hujan. Setelah melewati proses tersebut, air hujan bisa diminum tanpa harus dimasak.
Di balik dampak negatif yang diakibatkan air hujan, ternyata mesti diakui ada sisi dan manfaat positif dari curah hujan. Penegasan perihal fakta tentang manfaat air hujan ini, antara lain, bahkan ditegaskan langsung dalam Alquran.

Mengutip Ensiklopedia Mukjizat Alquran dan Hadis, hujan disebutkan dengan ragam penamaan dalam Alquran, seperti al-ma' ath-thahur dan al-ma' al-furat. Arti kata dari al-ma' ath-thahur yaitu air yang suci dan bersih. Ini merujuk pada surah al-Furqan ayat 48.

"Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira, dekat sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan). Kami turunkan air yang amat bersih dari langit."

Para ilmuwan menjelaskan air hujan adalah tetesan air hasil penyulingan yang dibuat oleh Allah SWT atau al-ma' al-muqthir. Air hujan menjadi pembersih dan pembasmi kotoran terbaik yang mampu mensterilkan bumi yang tercemar. Proses jatuhnya air hujan pun cukup rumit. Bahkan, jika dibandingkan dengan penelitian ilmuwan mengenai air jernih, air yang paling baik untuk membersihkan adalah dari air hujan.

Akan tetapi, memang kondisi dan kualitas air hujan saat ini sudah berbeda jauh. Jika dalam Alquran ditegaskan air hujan sangat bersih, saat ini akibat pencemaran lingkungan. Sebelum jatuh ke bumi, air hujan telah mengisap material dan gas sulfur serta zat tambang lainnya seperti timah beracun.

Saat berproses, air hujan bercampur dengan zat kimia dan garam yang mengandung material padat. Rasa air hujan pun menjadi tak terasa nikmat untuk diminum. Berbeda dengan air hujan yang telah diserap dalam tanah dan menjadi mata air.
Kandungan Zat kimia yang Terdapat Pada Air Hujan
  • Uap air atau H2O. Air hujan memiliki kandungan utama yaitu uap air atau H2O. kandungan uap air ini merupakan yang paling dominan dengan persentase sebesar 99,9% dan sisanya tergantung pada lapisan atmosfer yang dilaluinya.
  • Asam nitrat. 
  • Karbon (silika dan fly ash dalam bentuk abu ringan) 
  • Asam Sulfat.
  • Garam.
Kedua, air hujan disebut pula dengan istilah al-ma' al-furat. Al-ma' al-furat berarti air segar dan nikmat untuk diminum. Dalam buku yang sama dijelaskan ilmuwan telah meneliti air hujan dapat memperbarui organ-organ di dalam tubuh daripada air biasa.

Fakta itu seperti diperkuat oleh surah al-Anfaal ayat ke-11. "Ingatlah ketika Dia menjadikan kamu mengantuk sebagai ketenteraman dari-Nya dan Allah menurunkan hujan dari langit kepada kalian untuk menyucikan kalian dengan hujan itu dan menghilangkan gangguan-gangguan setan dari kalian, juga untuk menguatkan hati kalian dan memperteguh telapak kaki kalian."

Ayat tersebut menjelaskan air hujan adalah air yang ditujukan untuk menyucikan diri. Air hujan juga dapat dijadikan sebagai sumber energi. Air hujan dapat berpengaruh terhadap ketahanan dan kekuatan manusia untuk mengokohkan kedua kakinya ketika menghadapi musuh.

Penggunaan istilah yang sama juga dapat ditemukan dalam surah al-Mursalaat ayat 27. "Dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi, dan Kami beri minum kamu dengan air yang tawar."

Menurut Prof Quraish Shibah dalam Tafsir al-Mishbah, kata thahura yang terdapat dalam surah al-Furqaan ayat 48 di atas mengacu pada air yang turun dari langit ketika pertama kali terbentuk. Ketika itu, air hujan merupakan air yang sangat bersih serta bebas kuman dan polusi.

Meskipun ketika turun air tersebut telah membawa benda-benda dan atom-atom di udara, air hujan tersebut tetap sangat suci dan dapat digunakan untuk menyucikan najis.

Ayat tersebut menjelaskan bahwa air menjadi bagian dari kebutuhan hidup makhluk. Ayat tersebut dimulai dengan menyebutkan turunnya air ke bumi, lalu pemberian minum binatang, selanjutnya manusia. Ayat tersebut juga menjelaskan bahwa air hujan menyerap ke dalam tanah. Tanah dan air dibutuhkan untuk tumbuhan hidup.

Dan, air hujan menjadi faktor utama bagi ekosistem alam beserta makhluk hidup di dalamnya. Tumbuhan dan binatang membutuhkan air untuk hidup. Kedua makhluk itu, bila berkembang tumbuh dengan baik berkat air hujan yang turun dan diserap tanah, akan menjadi konsumsi manusia.

Jenis-jenis Hujan

Berdasarkan Proses Terjadinya
  • Hujan siklonal, yakni jenis hujan yang terjadi karena suatu udara panas yang naik dan disertai dengan angin berputar.
  • Hujan Senithal, yakni jenis hujan yang sering terjadi di suatu daerah sekitar ekuator(garis khayal yang membagi bumi menjadi bagian utara dan selatan), akibat dari terjadinya pertemuan Angin Pasat Timur Laut dengan Angin Pasat Tenggara. lalu angin tersebut naik dan membentuk suatu gumpalan-gumpalan awan di sekitar ekuator yang berakibat awan menjadi jenuh dan turunlah hujan.
  • Hujan Orografis, yakni salah satu jenis hujan yang terjadi dikarenakan angin yang mengandung suatu uap air yang bergerak horizontal. Angin tersebut akan perlahan naik menuju pegunungan , suhu udaranya yang menjadi dingin yang sehingga terjadi suatu kondensasi. Terjadilah hujan di sekitar pegunungan.
  • Hujan Frontal, yaitu jenis hujan yang terjadi jika massa udara yang dingin bertemu dengan massa udara yang panas. Tempat pertemuan antara kedua massa itu bisa disebut dengan bidang front. Karena lebih berat, pada massa udara dingin menjadi yang berada lebih di bawah. Di sekitar bidang front inilah sering terjadi hujan lebat yang biasa disebut dengan hujan frontal.
  • Hujan Muson atau Hujan Musiman, yakni jenis hujan yang terjadi karena Angin Musim (Angin Muson). Penyebab terjadinya sebuah Angin Muson yakni dikarenakan adanya suatu pergerakan semu tahunan Matahari antara Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan. Di Indonesia, hujan muson terjadi pada bulan Oktober sampai dengan April. Sementara di pada kawasan Asia Timur terjadi pada bulan Mei sampai dengan Agustus. Siklus inilah yang menyebabkan adanya musim penghujan dan musim kemarau.
Berdasarkan Ukuran Butirannya
  • Hujan Gerimis yakni jenis hujan yang diameter butirannya kurang dari 0.5 mm.
  • Hujan Salju, yakni jenis hujan yang terdiri dari sebuah kristal-kristal es yang suhunya berada di bawah 0 derajat Celcius.
  • Hujan Batu Es, yakni jenis hujan curahan batu es yang turunnya dalam sebuah cuaca panas dari awan yangg suhunya dibawa 0 derajat Celcius.
  • Hujan Deras, yakni jenis hujan yang curahan air yang turun dari awan dengan suhu diatas 0 derajat Celcius dengan diameter kurang lebih 7 mm.
Manfaat Air Hujan Bagi Kehidupan Manusia
  • Tanaman padi, sayuran dan buah dapat tumbuh dengan baik karena apa? Tanaman-tanaman tersebut bisa hidup dan dipanen dengan baik karena adanya air hujan yang mengaliri dan membasahinya. Air hujan sangat diperlukan tanaman untuk dapat melakukan proses pertumbuhan atau fotosintesis. Jika terjadi kekeringan yang panjang, hasil panen bisa saja tidak baik.
  • Air hujan yang turun akan masuk dan meresap ke dalam tanah, lalu berubah menjadi air tanah. Nah, air tanah tersebut biasanya dimanfaatkan manusia untuk memasak, mencuci, dan kebutuhan hidup lainnya.
  • Danau buatan, yang menampung air hujan dapat dimanfaatkan dan diubah menjadi sumber energi listrik dibantu dengan peralatan teknologi yang canggih. Air yang digunakan sebagai energi pembangkit listrik itu disebut sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
  • Air hujan tidak dapat diminum secara langsung. Untuk dapat diminum, air hujan perlu melewati tahap pemurnian. Air hujan ditampung di dalam galon atau penampungan lainnya. Kemudian air hujan diteliti untuk melihat zat-zat berbahaya apa saja yang terdapat di dalamnya. Nah, proses pemurnian tadi berguna untuk menghilangkan semua zat-zat berbahaya yang terkandung di dalam air hujan. Setelah melewati proses tersebut, air hujan bisa diminum tanpa harus dimasak.
  • Di hutan biasanya hidup pohon-pohon dan hewan liar. Keduanya membutuhkan air yang cukup agar bisa hidup dan air tersebut didapat dari hujan. Seperti yang kita tahu, bahwa peran pohon sangat penting bagi kehidupan kita. Pohon yang menyediakan udara bersih untuk kita hirup. Selain itu, pohon juga bisa membantu menyerap air hujan dan mencegah banjir. Oleh sebab itu, air hujan sangatlah penting untuk membuat hutan tetap lestari.
Dari berbagai sumber

loading...

Blog, Updated at: 06:41:00
loading...