Mengenal Buah Kapulasan (Tenggaring) Yang Mirip Rambutan




Daging Buah dan Juga Bentuk Kulit Luarnya Sangat Mirip Rambutan, Buah Kapulasan Disebut Juga Rambutan Botak

Kandungan minyak nabati di dalam buah kapulasan lebih tinggi daripada yang ada di dalam buah rambutan. Biji buah kapulasan banyak dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan sabun dan lilin. Dan akhirnya membuat buah ini jarang dikonsumsi dan dijual bebas layaknya rambutan. Selain memanfaatkan bijinya sebagai bahan produksi lilin dan sabun, masyarakat juga banyak memanfaatkan kayu pohon kapulasan yang terkenal keras dan kuat. Karena kekuatannya, banyak peralatan rumah tangga yang berbahan dasar kayu dibuat dari kayu kapulasan agar lebih awet dan tahan lama. Dan akhirnya membuat buah ini jarang dikonsumsi dan dijual bebas layaknya rambutan.
Klasifikasi ilmiah, Buah Kapulasan:
  • Kerajaan : Plantae
  • Divisi : Magnoliophyta
  • Kelas : Magnoliopsida
  • Ordo : Sapindales
  • Famili : Sapindaceae
  • Genus : Nephelium
  • Spesies : N. ramboutan-ake
Pohon kapulasan atau tenggaring (Nephelium ramboutan-ake) menyerupai pohon rambutan karena masih dalam 1 marga. Tinggi pohon Kapulasan umumnya lebih pendek dari rambutan meskipun mampu mencapai tinggi hingga 20 m.
Kapulasan adalah kerabat terdekat rambutan. Keduanya masuk dalam suku lerak-lerakan. Buah kapulasan, sebagai ciri khas jenis ini, sepintas mirip rambutan namun rasanya masam dan salut bijinya tidak bisa lepas. Kapulasan tidak dapat bersilang dengan rambutan. Kapulasan memiliki banyak nama lokal, di Sumatera orang menyebutnya buah pulasan atau kapulasan. Masyarakat di Jawa Barat menyebut kapulasan dengan nama sibabat/rambutan babat, hal ini disebabkan karena kulit buahnya berbentuk seperti babat (jeroan sapi). Masyarakat di Kalimantan Tengah menganggap buah ini sebagai buah khas Kalimantan Tengah, mereka menyebut buah ini dengan nama Maritam atau Tenggaring. Sebagian masyarakat lainnya ada juga yang menyebut tanaman ini dengan nama rambutan gundul.
Bentuk batang, dahan, percabangan, dan daun tenggaring hampir sama dengan daun rambutan, hanya daun tenggaring berukuran lebih kecil. Panjang daunnya 4 kali lebarnya. Perbungaan tersusun malai yang terdapat di setiap ketiak atau agak ke ujung ranting.

Buahnya tebal, bulunnya keras, tegak, pendek dan tumpul. Kulit buah tebal berwarna kuning sampai merah tua. Bentuk buah seperti buah rambutan yaitu bundar telur serta daging buahnya manis yang bercampur sedikit asam. Daging buahnya biasanya agak sulit lepas (nglotok) dari bijinya.

Tumbuhan khas Kalimantan Tengah ini tumbuh tersebar di berbagai wilayah di Indonesia mulai Sumatera, Kalimantan, Jawa, hingga Sulawesi. Selain di Indonesia pohon kapulasan juga dapat dijumpai di Malaysia, Thailand, dan Filipina.
Pohon kapulasan memiliki tinggi sekitar 5-15 m, permukaan batangnya kasar sampai sangat kasar. Daunnya berbentuk lanset dengan jumlah 2-5 pasang, berselang seling, dan berwarna hijau. Buahnya ada yang berbentuk ovoid dan ada yang berbentuk oblong. Berdasarkan kemudahan aril untuk dipisahkan dari kulit biji kapulasan dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu yang mengelotok dan tidak mengelotok. Berdasarkan rasa aril, kapulasan juga dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu kapulasan dengan rasa aril manis, dan asam. Kapulasan Mungo 01, Sibabat dan Kapulasan Cipaku merupakan contoh kapulasan yang memiliki rasa manis dan mengelotok, bahkan rasanya lebih manis dibandingkan rambutan.Pohon kapulasan memiliki tinggi sekitar 5-15 m, permukaan batangnya kasar sampai sangat kasar. Daunnya berbentuk lanset dengan jumlah 2-5 pasang, berselang seling, dan berwarna hijau. Buahnya ada yang berbentuk ovoid dan ada yang berbentuk oblong. Berdasarkan kemudahan aril untuk dipisahkan dari kulit biji kapulasan dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu yang mengelotok dan tidak mengelotok. Beradasarkan rasa aril, kapulasan juga dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu kapulasan dengan rasa aril manis, dan asam. Kapulasan Mungo 01, Sibabat dan Kapulasan Cipaku merupakan contoh kapulasan yang memiliki rasa manis dan mengelotok, bahkan rasanya lebih manis dibandingkan rambutan.
Habitat yang disukai tumbuhan ini adalah daerah subur dan cenderung lembab pada daerah berketinggian antara 100 – 500 meter dpl.

Manfaat Buah Kapulasan

Kapulasan atau tenggaring (Nephelium ramboutan-ake) dimanfaatkan buahnya untuk dimakan langsung. Selain buahnya, kayunya cukup keras oleh masyarakat setempat sering dipakai untuk peralatan rumah tangga. Biji tenggaring mengandung minyak nabati lebih banyak dari pada biji rambutan lantaran itu biji ini dapat diproses untuk menghasilkan minyak yang dapat digunakan dalam proses pembuatan lilin dan sabun.
Selain dapat dikonsumsi segar, ternyata saat ini kapulasan sedang dikembangkan di negara tetangga kita Malaysia untuk dikembangkan sebagai bahan pembuatan obat anti kanker. Beberapa penelitian menjelaskan bahwa kulit buah kapulasan mampu menghambat pertumbuhan sel kanker HT-29, bahkan membunuhnya. Senyawa yang terkandung di dalam kulit buah kapulasan ternyata bersifat sikotoksik (dapat meracuni sel kanker), sehingga dapat digunakan pada kemoterapi penyakit kanker.
Kapulasan juga dapat dijadikan sebagai salah satu kandidat tetua persilangan dalam rangka perbaikan varietas rambutan. Di antara karakter yang perlu diinduksikan ke tanaman rambutan budidaya (N.lappaceum) adalah karakter kulit tebal, dan tidak adanya rambut (spintern) pada kapulasan. Seperti diketahui, tanaman rambutan memiliki umur simpan yang sangat pendek. Hal ini disebabkan karena rambutan memiliki kulit buah yang tipis dan spintern yang panjang. Penurunan kualitas buah rambutan dimulai dari layunya spintern yang diikuti dengan meningkatnya kandungan air pada aril, yang dilanjutkan dengan perubahan rasa aril menjadi masam dan akhirnya membusuk (kuswandi). Namun harus diakui buah ini kalah pamor ketimbang saudaranya, rambutan. Selain rasanya yang agak masam, daging buahnya yang sulit mengelupas, pertumbuhan tanaman ini juga relatif lama sebelum akhirnya menghasilkan buah.

loading...

Blog, Updated at: 00:35:00
loading...