Mengenal Molases, Pengertian Tetes Tebu dan Rendemen Tebu, Apa Bedanya?



Macam-macam Jenis Rendemen Tebu dan Pengertian Molases atau Tetes Tebu

Pengertian Tetes Tebu

Tetes tebu atau istilah ilmiahnya molasses adalah produk sisa pada proses pembuatan gula. Tetes diperoleh dari hasil pemisahan sirop low grade dimana gula dalam sirop tersebut tidak dapat dikristalkan lagi karena mengandung glukosa dan fruktosa. Pada sebuah pemrosesan gula, tetes tebu yang dihasilkan sekitar 5 – 6 %.
Kandungan Gizi
Jumlah Per

Kalori (kcal) 289
Jumlah Lemak 0,1 g
Lemak jenuh 0 g
Lemak tak jenuh ganda 0,1 g
Lemak tak jenuh tunggal 0 g
Kolesterol 0 mg
Natrium 37 mg
Kalium 1.464 mg
Jumlah Karbohidrat 75 g
Serat pangan 0 g
Gula 75 g
Protein 0 g
Vitamin A0 IUVitamin C0 mg
Kalsium205 mgZat besi4,7 mg
Vitamin D0 IUVitamin B60,7 mg
Vitamin B120 µgMagnesium242 mg
Walaupun masih mengandung gula, tetes sangat tidak layak untuk dikonsumsi karena mengandung kotoran-kotoran bukan gula, yang membahayakan kesehatan. Namun mengingat nilai ekonomisnya yang masih tinggi, biasanya Pabrik Gula menjual hasil tetes tebunya ke pabrik-pabrik yang memang membutuhkan tetes ini. Semisal contohnya : pabrik alkohol, pabrik pakan ternak dan lain sebagainya.
Contoh dari penggunaan molasses dalam ransum pakan yaitu melalui pengolahan pakan UMB (Urea Molasses Block) yang merupakan sumber protein (Non Protein Nitrogen), energi dan mineral yang banyak dibutuhkan temak. Bahan yang diperlukan dalam pembuatan urea molasses block antara lain molasses sebagai sumber energi, pupuk urea sebagai sumber nitrogen (protein) dan bahan pengisis berupa dedak padi,gandum, bungkil kelapa, bungkil biji kapuk, sebagai bahan pengeras dipakai bentonit, tepung batu gamping dan sebagai bahan tambahan dipakai garam dapur dan mineral campuran.
Molasses dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: (1) Cane-molasses, merupakan molasses yang memiliki kandungan 25 – 40 % sukrosa dan 12 – 25 % gula pereduksi dengan total kadar gula 50 – 60 % atau lebih. Kadar protein kasar sekitar 3 % dan kadar abu sekitar 8 – 10 %, yang sebagian besar terbentuk dari K, Ca, Cl, dan garam sulfat; (2) Beet-molasses­ merupakan pakan pencahar yang normalnya diberikan pada ternak dalam jumlah kecil (Cheeke, 1999; McDonald dkk., 2001).

Kadar air dalam cairan molasses yaitu 15 – 25 % dan cairan tersebut berwarna hitam serta berupa sirup manis. Molasses yang diberikan pada level yang tinggi dapat berfungsi sebagai pencahar, akibat kandungan mineralnya cukup tinggi. Mollases dapat diberikan pada ternak ayam, babi, sapi dan kuda. Berdasarkan hasil penelitian, pemberian mollases pada ransum ternak ruminansia adalah sebanyak 5 % yang terdiri dari jagung, dedak padi, tepung ikan, rumput gajah secara nyata dapat meningkatkan bobot badan. Akan tetapi penggunaan lebih dari 5 % akan berdampak negatif, yaitu berkurangnya peningkatan bobot badan karena energi pakan yang dihasilkan terlalu tinggi.

Berdasarkan hal tersebut, molases sering dimasukkan ke dalam ransum sebanyak 2 sampai 5 % untuk meningkatkan palatabilitas pakan. Molases dapat berfungsi sebagai pellet binder yang dalam pelaksanaanya dapat meningkatkan kualitas pelet. Penggunaan molasses pada industri pakan dengan level diatas 5 – 10 %, molasses dapat menyebabkan masalah, karena kekentalan dan terjadi pembentukan gumpalan pada mixer. Molases juga dapat digunakan sebagai bahan pakan untuk sejumlah industri fermentasi.

Bahaya dan Efek Samping Molases Jika Berlebihan
Selain memiliki fungsi yang bermanfaat sebagai pakan ternak, molasses juga dapat menyebabkan keracunan (molasses toxicity). Gejala-gejala yang dapat terlihat yaitu terjadinya inkoordinasi dan kebutaan yang disebabkan oleh deteorisasi otak yang hampir sama dengan nekrosi serebrokortikal. Keracunan tersebut kemungkinan disebabkan oleh defisiensi thiamin (Vitamin B1), menurunnya suplai glukosa ke dalam otak dan rumen statis. Pemberian hijauan berkualitas baik pada ternak dapat mencegah terjadinya keracunan tersebut.

Pengertian Rendemen Tebu

Rendemen tebu adalah kadar kandungan gula didalam batang tebu yang dinyatakan dengan persen. Misalnya rendemen tebu 10 persen, artinya ialah bahwa dari 100 kg tebu yang digilingkan akan diperoleh gula sebanyak 10 kg.

Terbentuknya rendemen tebu diawali ketika tebu yang ditanam dikebun. Sejak saat tebu berumur sekitar 3 – 4 bulan kandungan gula ( sakarosa ) dalam batang tebu terus mengalami kenaikan sampai mencapai puncaknya pada kemasakan yang optimal, yang kemudian setelah itu rendemen mulai menurun lagi. Karena itu saat terbaik untuk menebang tebu adalah pada saat tebu berada pada kemasaan yang optimal, dimana waktu tersebut bisa diketahui dengan melakukan analisa rendemen secara periodic

Ada banyak faktor yang mempengaruhi rendemen tebu, diantaranya adalah bibit tebu. Bibit tebu yang kualitasnya jelek, tentu menghasilkan tebu yang rendemennya rendah. Pengaruhnya sangat besar, yaitu biaya produksi tidak seimbang dengan hasil produksi. Untuk itu kualitas bibit tebu menjadi perhatian utama selain perawatan pada tebu. Untuk memperoleh kualitas bibit yang bagus sangatlah tidak mudah, diperlukan riset yang serius dan biaya yang tinggi.

Ada 3 macam rendemen, yang masing-masing memiliki kegunaan sendiri atas dilakukannya penghitungan rendemen tersebut.

Rendemen Contoh
Digunakan untuk mengetahui gambaran suatu kebun tebu berapa tingkat rendemen yang sudah ada sehingga dapat diketahui kapan saat tebang yang tepat dan kapan tanaman tebu mencapai tingkat rendemen yang memadai.

Rendemen Sementara
Digunakan untuk menentukan bagi hasil gula, akan tetapi sifatnya masih sementara. Hal ini dilakukan untuk memenuhi ketentuan yang menginstruksikan agar penentuan bagi hasil gula dilakukan secepatnya setelah tebu petani digiling sehingga petani tidak menunggu terlalu lama sampai selesai giling.

Rendemen Efektif
Rendemen efektif disebut juga rendemen nyata atau rendemen terkoreksi, yaitu rendemen hasil perhitungan tebu tebu digiling habis dalam jangka waktu tertentu.Perhitungan rendemen efektif ini dapat dilaksanakan dalam setiap jangka waktu 15 hari atau juga disebut 1 periode giling. sehingga apabila pabrik gula mempunyai hari giling 165 hari, maka jumlah periode giling adalah 165/15 = 11 periode. Hasil perhitungan rendemen efektif ini hasilnya akan diberitahukan kepada para petani tebu. Hasil perhitungan rendemen efektif ini sangat penting artinya bagi para petani tebu karena hasil dari perhitungan rendemen efektif ini akan menjadi salah satu point penting dalam sistem bagi hasil antara para petani tebu dengan pabrik gula.

loading...

Blog, Updated at: 00:10:00
loading...