Teknik dan Cara Membuat Silase Jerami Jagung Agar Bisa Disimpan Lama

loading...

Agar Pakan Hijauan Bisa Disimpan Lama, Buatlah Silase, Ini Caranya!

Musim kemarau memang identik dengan musim paceklik hijauan pakan ternak yang sangat meresahkan peternak kecil terutama peternak sapi, kambing maupun domba. Jenis-jenis ternak tersebut memang tidak bisa terpisahkan dengan pakan hijauan yang harus selalu ada dalam ransumnya sebagai salah satu syarat pertumbuhan ternak yang optimal. Jaminan ketersediaan pakan sepanjang tahun bisa tercapai dengan cara mengawetkan bahan pakan khususnya bahan pakan hijauan yang melimpah pada saat musim panen. Cara terbaik untuk mengawetkan pakan hijauan salah satunya adalah dengan dibuat silase.

Silase merupakan bentuk pengawetan terhadap hijauan pakan yang memiliki kadar air tinggi dengan cara secara anaerobic (tanpa udara). Silase bisa untuk meningkatkan nilai gizi jerami jagung sebagai pakan untuk menunjang penyedian pakan sepanjang tahun.
Jerami jagung merupakan sisa dari tanaman jagung setelah buahnya dipanen dikurangi akar dan sebagian batang yang tersisa dan dapat diberikan kepada ternak, baik dalam bentuk segar maupun kering, pemanfaatan jerami jagung adalah sebagai makanan ternak ruminansia seperti sapi, kerbau, kambing dan domba (Jamarun, 1991). 

Kandungan Nutrisi Silase Jerami Jagung

Kandungan Nutrisi,  % Bahan Kering 23,68
  • Protein Kasar (% BK) 8,99
  • Serat Kasar (% BK ) 25,14
  • Lemak Kasar (% BK) 1,63
  • Total Digestible Nutrient ( %BK) 58, 74
  • Energi Total (Kcal/Kg) 36, 136
Peningkatan produksi jagung melalui perluasan areal tanam menimbulkan dampak lanjutan berupa peningkatan limbah jerami jagung. Produksi jerami jagung segar berkisar antara 2,1-6,0 ton/ha. Sedangkan luas tanam jagung saat ini sekitar 3,5 juta hektar, sehingga bisa dibayangkan berapa potensi jerami yang terbuang percuma jika tidak dilakukan pangewatan. Kualitas jerami jagung sebagai pakan ternak dapat ditingkatkan dengan teknologi silase yaitu proses fermentasi yang dibantu jasad renik dalam kondisi anaerob (tanpa oksigen). Teknologi silase dapat mengubah jerami jagung dari sumber pakan berkualitas rendah menjadi pakan berkualitas tinggi serta sumber energi bagi ternak.

Bahan dan Cara Membuat Silase Jerami Jagung

Bahan Dan Alat
Jerami Jagung
Tetes tebu atau molasses (1 % berat jerami jagung)
Dedak atau bekatul ( 3% berat jerami jagung segar)
Dekomposer (0,04% berat jerami jagung segar)
Alat:
Kantung plastic
Chopper atau sabit
Garu

Cara Pembuatan Silase Jerami Jagung
  • Cacah jerami jagung berukuran 5-10 cm, pencacahan bertujuan untuk memadatkan jerami jagung saat penyimpanan sehingga memudahkan terjadinya kondisi anaerob.
  • Jerami jagung yang sudah dicacah dikeringkan selama lebih kurang 6 jam yang bertujuan untuk mengurangi kadar air, sehingga silase tidak membusuk.
  • Campurkan jerami jagung, tetes, dedak padi, dan decomposer diaduk merata.
  • Kemudian campuran dimasukkan dalam kantong plastik penyimpanan jerami jagung harus dibuat rapat dan dipadatkan hingga tidak ada udara. Perlakuan tersebut untuk menghindari pembusukan.
  • Setelah jerami jagung difermentasikan dalam kantong plastik selama lebih kurang 3 minggu maka hasilnya adalah silase jerami jagung dan selama masih tersimpan dengan baik jerami jagung bisa digunakan sampai 2 bulan.

Ciri-Ciri Silase yang Baik

Silase jagung berkualitas baik bila proses pembuatan dilakukan secara tepat dan benar. Ciri-ciri silase yang baik adalah :
  • Berbau harum agak kemanis-manisan
  • Tidak berjamur
  • Tidak menggumpal
  • Berwarna kehijau-hijauan
  • pH berkisar antara 4 sampai 4,5

Keunggulan Silase Jerami Jagung

  • Mempunyai daya tahan simpan
  • Menghemat waktu penyediaan hijauan makanan ternak
  • Mengurangi polusi
  • Disukai ternak

loading...

Blog, Updated at: 21:01:00
loading...