Biografi Singkat Pakar Pengobatan Tradisional Dan Herbal Prof. H. M. Hembing Wijayakusumo

Prof.H.M. Hembing Wijayakusuma

Mengenang Ahli Obat Herbal Dan Pengobatan Tradisional Yang Telah Menulis 70 Buku

Siapakah Profesor Hembing? Prof.H.M. Hembing Wijayakusuma dikenal sebagai pakar pengobatan berbasis ramuan tradisional dan alami. Manfaat dan khasiat obat-obatan natural ramuan beliau telah mengantar penggunanya menuju kesembuhan. Dia adalah profesor lulusan Chinese Medical Institute-Chinese Pharmacology and Acupuncture, Hongkong. Karirnya melejit ketika buku-buku kesehatan yang bertitelkan nama pria kelahiran Medan, 10 Maret 1940 ini banyak dijual di pasaran.
Prof. H.M. Hembing Wijayakusuma adalah pakar pengobatan tradisional dan akupunktur, juga dikenal sebagai penulis buku yang produktif, terutama mengenai kesehatan. Hembing merupakan lulusan Chinese Medical Institute-Chinese Pharmacology and Acupuncture, Hongkong tahun 1970.
Saat itu, sesuai dengan jurusan kuliahnya, pria yang akrab disapa Hembing ini adalah pelopor pengobatan tradisional Cina dan herbal yang ada di Indonesia. Sebelum namanya populer di Indonesia, Hembing lebih dulu populer di negeri orang. Ia bahkan menjadi penasehat kesehatan di almamaternya dan The Journal of Tokyo Pain Control Institute Japan sejak tahun 1975 sebelum akhirnya ia turut terjun di bidang pendidikan dengan menjadi pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Medan pada tahun 1976.
SALAH satu monumen peninggalan Hembing adalah The Hembing Center yang berlokasi di Jalan Raya K.S. Tubun, Jakarta Pusat. Di tempat itulah Hembing melayani para pasien dengan menggunakan terapi akupunktur dan pengobatan tradisional.
Selama hidupnya, ayah dari tiga anak ini dikenal sebagai pribadi yang rajin, serius, dan disiplin. Tak ayal berkat pribadi tersebut nyatanya mampu mengantarkan Hembing meraih berbagai penghargaan baik nasional maupun internasional. Ketika ditanya mengenai alasan mengapa dirinya tertarik berkecimpung di dunia kesehatan tradisonal herbal Cina, Hembing mengaku bahwa bakatnya diturunkan oleh neneknya yang juga ahli kesehatan tradisional herbal Cina.
Herbal adalah tanaman atau tumbuhan yang mempunyai kegunaan atau nilai lebih dalam pengobatan. Dengan kata lain, semua jenis tanaman yang mengandung bahan atau zat aktif yang berguna untuk pengobatan bisa digolongkan sebagai herbal.
Tak hanya itu, semenjak kecil Hembing terkenal mahir mengobati orang sejak ia berumur lima belas tahun. Keseriusannya untuk mendalami dunia kesehatan ternyata mampu membawanya menjadi guru besar pengobatan tradisional Wongkwang University, Korea Selatan dalam usia yang relatif muda, dua puluh enam tahun.

Sebagai praktisi kesehatan yang juga menekuni bidang kemanusiaan, mengajar, dan menulis, Hembing telah menelurkan sekitar 70 buku semasa hidupnya. Pada 8 Agustus 2011, Hembing meninggal dalam usia 71 tahun karena serangan jantung. Ia dimakamkan di kawasan Cibubur, Jakarta Timur.
Di luar aktivitas di The Hembing Center, Hembing juga menjadi guru besar di Universitas Bung Karno. Hembing juga menjadi penasihat pada Chinese Medical Institute Chinese Pharmacology Acupuncture Hongkong.   Masih belum cukup, penerima Bintang Jasa Utama itu juga menjadi wakil presiden World Academy Society of Acupuncture, Korea Selatan. Hembing yang lahir di Medan, 10 Maret 1940 itu juga ditunjuk menjadi konsultan Journal of Kyoto Pain Control Institute, Jepang. Jika di rumah, Hembing menghabiskan waktu untuk membaca dan menulis buku.
PENDIDIKAN
  • Chinese Medical Institute-Chinese Pharmacology and Acupuncture, Hongkong, 1970
KARIR
  • Penasehat pada Chinese Medical Institute-Chinese Pharmacology and Acupuncture Hongkong, 1975
  • Penasehat Konsultan pada The Journal of Tokyo Pain Control Institute Japan, 1975
  • Wakil Presiden pada World Academy Society of Acupuncture Korea Selatan, 1975
  • Staf Pengajar pada Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Medan, 1976
  • Guru Besar Wongkwang University Korea Selatan, 1976
  • Penasehat pada Acupuncture Association of Quebec Kanada, 1977
  • Penasehat pada Societe Italiana di Agopunctura Italia, 1977 
  • Presiden CD Dag Hammarskjod, 1987
  • Ketua Umum Himpunan Pengobat Tradisional dan Akupuntur Indonesia (HIPTRI), 1992 
  • Guru Besar di Dongshin University Korea Selatan, 1995
  • Ketua Majelis Pimpinan Pusat Asosiasi Dosen Indonesia (MPP-ADI), 1999
  • Dewan Kurator Universitas Bung Karno (UBK) Jakarta, 1999
  • Senat Guru Besar UBK Jakarta
  • Pendiri Bagian Akupuntur Universitas Islam Sumatera Utara, Medan
  • Ketua Umum Yayasan Cheng Ho Semarang-Jakarta
  • Penulis
  • Praktisi kesehatan herbal dan tradisional
PENGHARGAAN
  • Penghargaan Internasional dari lembaga kesehatan di Spanyol, 1987
  • Penghargaan Bintang Jasa Utama dari pemerintah Indonesia
  • Penghargaan Keanekaragaman Hayati dari Menteri Lingkungan Hidup atas jasanya mengupayakan pengobatan tradisional dengan tanaman obat
  • Penghargaan atas jasa pengembangan terapi sengatan lebah dari Menteri Kehutanan dan Perkebunan.
Referensi:merdeka.com  dan sumber lainnya

loading...

Blog, Updated at: 16:43:00
loading...