Keunggulan Macam-macam Jenis Itik Hibrida Hasil Persilangan

loading...

Apa Yang Dimaksud Dengan Itik Hibrida Hasil Persilangan?

Upaya peternak dan dinas terkait untuk mengembangkan jenis itik varietas baru dengan pemurnian unggul, yaitu menyilangkan berbagai induk itik yang memiliki sifat unggul sehingga tercipta itik yang memiliki gabungan keunggulan tetuanya. Itik hasil pemurnian sifat unggul ini disebut itik Hibrida.

Jenis-jenis Itik Hibrida, Karakter, Kemampuan Produksi dan Ciri-cirinya

Itik Serati

Itik Serati adalah hasil persilangan secara IB antara entog jantan (itik Manila/Itik Muscovy) dengan itik betina lokal, yang menghasilkan daging itik berkualitas tinggi. Penampilan itik Serati yang dikembangkan Balai Penelitian Ternak, Ciawi, Bogor, ialah pada umur delapan minggu memcapai bobot badan 1,8 kg lebih berat dari itik jantan lokal yang digemukkan, membutuhkan pakan 3,29 kg untuk menghasilkan 1 kg bobot badan (lebih efisien dibandingkan itik jantan lokal yang digemukkan membutuhkan 4,24 kg pakan) dan daging dada lebih banyak, serta tidak berbau.


Karakter dan Ciri-ciri Itik Serati

Itik ini tumbuh lebih cepat dibanding dengan itik jantan yang digemukkan. Itik serati pada usia delapan (8) minggu mencapai bobot badan 1.8 kg sedangkan itik jantan yang digemukkan hannya 1,3 kg atau dengan kata lain itik serati tumbuh ½ kg lebih cepat dibanding itik jantan yang digemukkan.

Begitupula pemakaian pakan itik serati jauh lebih baik dibanding dengan itik jantan yang digemukkan. Itik serati hanya memerlukan 3,29kg pakan untuk menghasilkan 1 kg bobot badan dibandingkan dengan itik jantan yang digemukkan memerlukan pakan sebanyak 4,24 kg. Hasil penelitian mengenai itik serati menunjukkan bahwa daging dan dadanya lebih banyak dibandingkan dengandaging itik biasa. Begitu pula itik daging itik serati dilaporkan tidak amis.

Penampilan Produksi Itik Serati Dari Umur 1-8 Minggu
Umur Konsumsi Pakan Komulatif Pertambahan Bobot Badan Komulatif FCR
(Minggu) (gram/ekor) (Gram/ekor) Komulatif
2 616 263 2.34
4 1981 745 2.66
6 3878 1384 2.88
8 5871 1783 3.29




Itik Jantan Umur  9 Minggu 5327 1259 4.29

Itik MA (Mojosari x Alabio)

Itik MA yang lebih dikenal dengan nama itik "Raja" (jantan) dan itik "Ratu" (betina), adalah hasil persilangan antara itik jantan Mojosari umur 7-8 bulan dan itik betina Alabio umur 6-7 bulan melalui teknik Inseminasi Buatan (IB), di mana kelompok itik Mojosari dan kelompok itik Alabio sebagai bibit harus mengalami proses seleksi ketat. Itik Raja yang menetas dipakai sebagai itik pedaging, sedang itik Ratu dikhususkan untuk petelur. Prestasi itik Raja dengan pemeliharaan intensif dalam waktu enam minggu mampu mencapai bobot badan 1,2-1,4 kg/ekor dengan persentase karkas 60-65%. Sedangkan itik Ratu yang dikembangkan Balai Penelitian Ternak, Ciawi, Bogor, memiliki karakteristik yaitu umur tujuh bulan produksi 50%, umur delapan bulan produksi 80%, puncak produksi 93,7%, rataan produksi 71,5%/tahun, bobot telur 69,7 gr dan konversi pakan 4,10.

Sistem Reproduksi: Ciri Itik MA
Kelompok itik Mojosari  dan itik Alabio sebagai induk perlu mengalami proses seleksi lebh dahulu untuk memantapkan produktitasnya. Persilangan diantara bibit induk ini dipakai untuk menghasilkan itik niaga MA dengan segala keunggulannya. Persilangan itik dilakukan dengan teknik Inseminasi Buatan(IB) ataupun kawin alami. Itik yang dipergunakan itik jantan Mojosari  Umur 7-8 bulan dan itik betina Alabio umur 6-7 bulan.

Pakan yang diberikan bisa berupa dibuat sendiri atau diperoleh dalam bentuk kosentrat dari toko makanan ternak yang selanjutnya dicapur dengan sumber energy contohnya dedak dan jagung, untuk memenuhi kebutuhan itik.
Uraian


Kebutuhan Gizi Anak(0-8) Dara (8-20 Minggu) Dewasa (>20 minggu)
Protein (%) 17-20 16 17-19
Energi (Kkal/kg) 3100 2300 2800
Ca (%) 0.60-1.10 0,60-1.10 2.9-3,25
P Tersedia (%) 0,6 0.6 0.6


Kandungan Gizi Itik
No Protein kasar (%) 17,24
1 Serat Kasar (%) 5,85
2 Energi Kkal ME/kg 2651
3 Total Ca (%) 3,41
4 Total P 1,12

Formulasi dan Kandungan Gizi Pakan Itik
NO Bahan Pakan Jumlah
1 Ransum Stater Ayam 77,5
2 Dedak Halus / ploard 13
3 Dikalsium fosfat 2
4 kapur 5
5 Premik 0,1
6 Minyak Sayur 2
7 Metionin 0,25
8 Lisin 0,25

Itik Ratu, MA-2000

Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Ciawi, Bogor, Jawa Barat, berhasil mengembangkan itik MA-2000 yang produktivitasnya lebih tinggi. Rata-rata produksi telur dalam setahun 261 butir/ekor (71,5%).

Produktivitas itu memang masih lebih rendah dibanding CV-2000 INA yang sempat populer di akhir 90-an. CV-2000 menghasilkan 275 butir/ekor/tahun. Namun, itik MA-2000 memiliki kelebihan: kerabang telur hijau kebiruan; CV-2000 berwarna putih. Konsumen dalam negeri menyukai telur berkerabang hijau.

Berkat keistimewaan itu, para peternak menjuluki betina MA-2000 sebagai itik ratu. Sang ratu lahir dari persilangan alabio dan itik mojosari terpilih. ‘Parent stocknya berasal dari itik mojosari dan alabio yang telah diseleksi selama 5 generasi sejak 2000,’ ujar Dr L Hardi Prasetyo, peneliti itik ratu dari Balitnak.

Maklum meski itik alabio adalah penghasil telur yang andal, tingkat keragaman produksinya cukup tinggi. Dalam 1 populasi ada kemungkinan 22-53% di antaranya berproduksi rendah. Oleh sebab itu, seleksi dilakukan agar itik yang dijadikan indukan memiliki gen penghasil telur dengan produktivitas tinggi.

Dengan sifat-sifat unggul yang diturunkan induknya, wajar jika itik ratu bisa menghasilkan lebih banyak telur. Produktivitasnya pun cukup seragam. Pada puncak produksi, di minggu ke-16, itik yang bertelur mencapai 93,7%. Selain itu, itik ratu mulai bertelur umur 4,5-5 bulan, lebih cepat 2 minggu dibanding alabio dan 3 minggu dibanding mojosari. Semua keunggulan itu terjadi jika itik yang disilangkan adalah jantan mojosari dan betina alabio. Kombinasi sebaliknya, produktivitasnya lebih rendah.

Intensif

Kehadiran itik ratu sebagai petelur unggul sangat dinantikan peternak komersial. Dengan produktivitas tinggi, biaya pakan yang dikeluarkan peternak tertutupi. Terbukti budidaya itik ratu mulai menghasilkan keuntungan setelah berproduksi selama 10 bulan. Padahal, masa produksinya hingga 2 tahun.

Meski secara genetik unggul, peternak harus melakukan pemeliharaan itik ratu dengan baik. Di antaranya, meminimalisir faktor pemicu stres. Itik yang dikandangkan rawan stres jika ada gangguan. Oleh sebab itu, kandang itik sebaiknya dibuat di tempat yang relatif tenang, jauh dari kebisingan. Ini penting karena produktivitas itik yang stres bisa turun antara 10-20 %.

Kondisi akan semakin parah jika itik sudah ‘mapan’ berproduksi. Pada umur produksi 6 bulan ke atas, Produktivitas itik baru bisa pulih 2 bulan kemudian. Namun, jika itik baru belajar bertelur, masa pemulihan bisa lebih cepat, hanya 2-3 hari. Itik yang stres ditandai dengan rontoknya bulu dada dan sayap. Jika bulu sayap rontok semua, itik akan berhenti berproduksi.

Pakan

Selain kondisi tempat, pakan yang berubah-ubah juga bisa memicu stres. Konsentrat buatan pabrik dicampur dedak dan jagung bisa mencukupi kebutuhan energi, protein kasar, dan serat kasar bagi itik.

Namun, jagung yang diberikan ke itik tidak boleh disimpan terlalu lama. ‘Sebab, jamur Aspergillus flavus yang tak kasat mata bisa tumbuh, dan meracuni itik dengan aflatoksinnya,’ ujar Hardi. Tambahkan pakan berupa hijauan seperti kiambang atau azolla yang kaya vitamin dan dapat memekatkan warna kuning telur.

Agar pakan irit, itik sebaiknya tidak dibiarkan membuang terlalu banyak energi. Pembuatan kolam yang luas di kandang merangsang itik untuk bermain dan berenang-renang. Akibatnya, energi dari pakan yang seharusnya disimpan untuk bertelur, justru terbuang percuma. Kolam kecil tetap dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan air minum itik dan membasahi bulu-bulunya saat udara panas.

Bibit

Sayang ketersediaan bibit itik ratu masih terbatas. Ini karena MA-2000 adalah itik hibrida, sehingga telur yang dihasilkan tidak untuk dibibitkan lagi. Pembibitan harus dilakukan dengan menyilangkan parent stock.

Penyedia terbanyak bibit itik ratu di Kalimantan Selatan. Di sana, itik yang rata-rata bobot telurnya 69,7 gram itu dikembangkan oleh Balai Pembibitan Ternak Unggul Kambing, Domba, dan Itik (BPTU KDI) Pelaihari. Saat ini, BPTU Pelaihari telah memiliki 3.500 induk.

‘Kapasitas produksinya baru sekitar 10.000 DOD (day old duck, red) per bulan dengan harga jual Rp6.000/ekor,’ ujar Suyanto, kepala Seksi Jasa Produksi BPTU Pelaihari. Harga DOD parent stocknya Rp15.000/ekor. Selain di Kalimantan Selatan, itik yang memiliki alis mata mirip alabio dan paruh hitam mirip mojosari itu baru dibibitkan peternak di Kediri dan Blitar.

(Sumber: Trubus
)          

Itik PMp

Itik PMp merupakan bibit itik pedaging baru yang dikembangkan oleh Balai Penelitian Ternak, Ciawi, Bogor, yang secara genetis memiliki kombinasi darah itik Peking dan itik Mojosari putih. Itik PMp diharapkan dapat menghasilkan karkas ukuran sedang atau besar dengan kualitas daging yang prima sesuai permintaan konsumen. 

Karakteristik itik PMp antara lain, bobot badan umur 10 minggu 2-2,5 kg, umur pertama bertelur 5,5-6 bulan dan rataan produksi telur selama enam bulan 73-78%.
Itik PMp merupakan bibit itik pedaging baru yang dikembangkan oleh Balai Penelitian Ternak. Itik ini merupakan hasil persilangan antara itik Peking dan itik Mojosari putih. Itik PMp berbulu putih, warna kulit karkas bersih dan cerah.
Karakteristik produksi ITIK PMp :
  1. Warna bulu putih, sehingga warna kulit karkas juga bersih dan cerah
  2. Bobot badan 2-2,5 kg pada umur 10 minggu
  3. Jika dikawinkan dengan entog jantan dapat digunakan untuk menghasilkan itik serati dengan bobot badan 3 kg atau lebih pada umur 10 minggu
  4. Umur pertama bertelur 5,5 – 6 bulan
  5. Rataan produksi telur 6 bulan 73 – 78 %
Keunggulan Itik PMp dapat digunakan sebagai itik pedaging dan itik petelor. Bobot itik PMp sekitar 2-2,5 kg pada umur 10 minggu. Jika dikawinkan dengan entog jantan menghasilkan itik serati dengan bobot badan lebih dari 3 kg pada umur 10 minggu. Sebagai itik petelur, umur bertelur pertama 5,5 – 6 bulan. Nilai konversi pakan bagi itik PMp adalah 2,7 – 2,9 (umur 1-3 minggu) dan 3,9 – 4,7 (umur 4-10 minggu).

loading...

Blog, Updated at: 02:43:00
loading...