Mana Yang Lebih Aman Dimakan Antara Daging Kambing, Sapi dan Daging Ayam? Benarkah Daging Merah Lebih Berbahaya Dibandingkan Daging Putih?

loading...
Daging Merah
Antara Daging Merah dan Daging Putih, Apa Bedanya? Daging merah merupakan istilah kuliner yang merujuk kepada daging yang berwarna kemerahan. Oxford dictionary menjelaskan bahwa daging merah umumnya adalah daging sapi, daging domba, daging kambing, dan daging kuda. Dalam definisi USDA, hanya daging ayam dan daging ikan yang dikategorikan daging putih.
Daging merah, yaitu jenis daging yang terlihat memiliki warna merah akibat pigmen yang dimiliki oleh hewan tersebut. Jenis hewan yang berdaging merah adalah sapi, kambing, dan kerbau. Sedangkan daging putih, tidak mempunyai pigmen sebanyak daging merah sehingga terlihat lebih putih dan yang termasuk jenis ini yaitu daging yang berasal dari unggas dan ikan. Walaupun terlihat mempunyai perbedaan warna, tetapi kedua jenis daging ini mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Bahkan, keduanya merupakan makanan sumber protein utama bagi Anda. Daging putih dan merah sama-sama mempunyai kadar mineral tinggi seperti, zat besi, dan zinc yang penting untuk pertumbuhan serta peningkatan hemoglobin – zat yang berperan dalam mengantarkan makanan ke sel tubuh. Jadi tergantung selera Anda apakah ingin mengonsumsi daging merah ataukah daging putih. 

Perbandingan kandungan kalori, kolesterol dan lemak dalam daging kambing, sapi dan ayam:

Kalori dalam setiap 85 gram
- Kambing: 122 KCal
- Sapi: 179 Kcal
- Ayam: 162 Kcal

Lemak dalam setiap 100 gram
- Kambing: 9.2 gr
- Sapi: 14 gr
- Ayam: 25 gr

Kolesterol dalam 100 gram
- Kambing: 63.8 mg
- Sapi : 73.1 mg
- Ayam : 76 mg

Meskipun lemak dan kolesterol daging kambing lebih rendah dari sapi, namun kandungan protein sapi malah lebih tinggi dari kambing. Kandungan protein keduanya, sama-sama berperan besar untuk mengganti sel-sel yang rusak dan produksi antibodi untuk melindungi tubuh dari serangan infeksi atau penyakit.
Pada dasarnya, daging yang berwarna merah telah terbukti mempunyai tingkat kolesterol serta lemak jenuh yang lebih tinggi dibandingkan dengan daging ayam atau ikan. Sedangkan daging putih, seperti daging ayam dan ikan mempunyai banyak asam lemak tidak jenuh dan omega 3 yang baik untuk kesehatan jantung serta mampu mencegah berbagai penyakit degeneratif. Sehingga yang perlu Anda perhatikan adalah frekuensi serta porsi makan saat Anda mengonsumsi daging merah, jadi tidak ada larangan memang untuk tidak boleh makan daging sapi, kambing, kerbau, atau sejenisnya.  

Benarkah Daging Merah Lebih Berbahaya Dibandingkan Daging Putih?

Dikutip dari CNN Indonesia, anggapan umum masyarakat menyatakan bahwa daging merah lebih berbahaya dibandingkan dengan daging putih. Benarkah demikian? Ternyata penelitian terbaru menemukan bahwa soal peningkatan kolesterol, mengonsumsi daging putih seperti daging unggas ternyata sama buruknya dengan mengonsumsi daging sapi.

Studi yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition ini meneliti lebih dari 100 pria dan wanita sehat berusia 21-65 tahun. Dalam serangkaian tes, mereka diminta mengonsumsi daging merah berupa daging sapi dan daging putih berupa daging ayam. Hasilnya, peneliti menemukan efek daging putih dan daging merah terhadap kadar kolesterol peserta menunjukkan hasil yang identik, ketika kadar lemak jenuhnya setara.

Lemak jenuh meningkatkan konsentrasi LDL atau kolesterol jahat dalam aliran darah dan berisiko meningkatkan serangan jantung dan stroke. Lemak jenuh itu sebagian besar berasal dari sumber hewani, seperti lemak daging sapi, kulit unggas, dan mentega. Studi juga menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan dalam konsentrasi partikel LDL besar, sedang, kecil di dalam darah yang disebabkan oleh daging merah maupun daging putih.

Macam-macam Cara Mengempukkan Daging dengan Cepat

Banyak macam cara untuk membuat daging yang akan dimasak menjadi lebih cepat empuk. Kita tentu tidak ingin setelah susah-susah memasak daging dalam waktu yang lama setelah matang ternyata dagingnya tidak empuk atau tetap alot. Memang pada bagian-bagian tertentu dari daging kambing maupun sapi memiliki keunggulan tekstur yang lembut dan empuk meskipun tidak perlu diproses lagi untuk mengempukkan daging bagian ini tetap akan empuk saat diolah. Daging yang dimaksud umumnya adalah sirloin atau has luar dan tenderloin atau has dalam. Dua jenis daging prime cut ini sering digunakan untuk bahan dasar masakan atau makanan yang dibakar semisal steak.
Tips Cara Aman Makan Daging:
  • Jika lauk makan Anda saat itu adalah daging merah, maka pastikan bahwa porsi daging yang Anda makan hanyalah satu porsi, atau setara dengan ukuran setengah telapak tangan.
  • Pilihlah jenis daging yang tidak berlemak atau banyak gajihnya, karena daging yang seperti itu pasti mengandung lemak jenuh yang sangat tinggi. Bagian daging sirloin, loin, atau round adalah bagian yang biasanya rendah atau bebas dari lemak.
  • Apabila masih ada lemak yang menempel di bagian daging yang akan Anda santap, sebaiknya Anda merebus atau memanggangnya terlebih dahulu agar lemak tersebut meleleh.
  • Pilih metode memasak yang sehat, seperti merebus, menumis, atau memanggang. Hindari daging yang digoreng karena akan menyerap minyak lebih banyak lagi.
Bagi Anda yang menderita penyakit jantung atau ingin menurunkan berat badan, memilih daging yang berpigmen merah tersebut sebagai lauk pauk setiap kali Anda makan bukanlah hal yang baik. Dalam hal ini memang, daging unggas dan ikan masih lebih baik ketimbang daging merah. Tapi Anda saat mengonsumsi daging putih seperti daging ayam, Anda harus menghindari bagian kulit dan bagian yang berlemak, sebab pada bagian tersebut kandungan lemak jenuhnya sangat tinggi.

Berikut beberapa cara membuat daging tersebut empuk dengan cepat secara alami.

Gunakan potongan Buah Nanas, kiwi, dan pepaya
Jenis dan Macam buah-buahan ini mengandung enzim nabati yang mampu melarutkan protein dan jaringan ikat pada daging. Untuk mengempukkan daging, buah-buahan ini bisa dihaluskan atau dipotong tipis. Kemudian gunakan untuk melumuri daging dan diamkan beberapa jam sebelum dimasak.

Lumuri Daging dengan Saus tomat
Tomat juga mengandung asam yang cukup tinggi. Maka melumuri daging dengan saus tomat juga bisa membantu membuatnya empuk. Kandungan asam ini juga menjadi alasan utama mengapa tomat dijadikan sebagai saus BBQ dan dioleskan ke atas daging sebelum dibakar.

Rendam dalam Cola selama 30 Menit
Mungkin Anda sudah sering mendengar aneka olahan daging yang dimasak dengan campuran cola. Selain menghasilkan rasa yang unik, ternyata cola juga berperan untuk mengempukkan daging. Rendam daging dalam cola (bukan cola diet) minimal 30 menit. Kandungan asam dalam cola menjadi katalis untuk melembutkan otot daging.

Lumuri daging dengan Parutan Jahe
Enzim proteolitik alami yang terkandung dalam jahe berfungsi untuk mengurai ikatan protein dalam daging sehingga jadi lebih empuk. Lumuri daging dengan jahe yang sudah diparut selama beberapa menit sebelum mengolahnya.

Menaburkan Garam laut BUKAN Garam Dapur
Taburkan garam laut (bukan garam dapur) ke seluruh permukaan daging. Diamkan selama satu jam, baru kemudian diolah. Garam akan membantu menghancurkan ikatan protein yang ada di dalam daging sehingga daging akan terasa lebih empuk.

Rendam Daging dalam Larutan Teh hitam yang pekat
Teh tak hanya punya berkhasiat untuk kesehatan saja, tapi juga untuk mengempukkan daging. Kandungan tanin di dalamnya berfungsi sebagai pengempuk alami. Buat 1-2 cangkir teh hitam yang pekat, diamkan sampai agak dingin kemudian rendam daging (marinade) dalam air teh beberapa menit.

Menggunakan Jus jeruk, cuka
Cairan yang memiliki kandungan asam bisa membantu melembutkan otot dan serat daging sekaligus menambah rasa. Gunakan saja jus yang punya kandungan asam tinggi seperti lemon, jeruk nipis, atau nanas. Sedangkan untuk cuka, Anda bisa menggunakan aneka cuka seperti cuka apel, balsamic, atau cuka yang ada di dapur.

Rendam Daging dalam Kopi Kental
Selain nikmat diminum, kopi juga menjadi bahan pelembut daging alami sekaligus memperkuat rasa daging. Untuk menggunakannya, panaskan satu gelas kopi kental, kemudian dinginkan dan gunakan untuk merendam daging. Rendam selama 24 jam sampai daging empuk baru diolah.

Memanfaatkan Mentega susu dan yogurt
Kedua bahan ini memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi. Produk ini juga mengandung kalsium yang bisa mengaktifkan enzim dalam daging untuk memecah protein.

Diolah dari berbagai sumber

loading...

Blog, Updated at: 05:58:00
loading...