Tips Cara Membedakan Jenis Kelamin Burung Cucak Jenggot

loading...

Karakter dan Ciri-ciri Yang Bisa Dipakai Untuk Membedakan Jenis Kelamin Burung Cucak Jenggot Jantan Atau Betina

Nama burung burung Cucak Jenggot dalam bahasa Inggris adalah grey-cheeked bulbul (Alophoixus bres) yang termasuk dalam spesies burung keluarga bulbul (Pycnonotidae). Jenis burung yang bisa dipelihara ini ditemukan di Semenanjung Malaya, Kepulauan Sunda Besar. Habitat alamnya adalah hutan dataran rendah lembab subtropis atau tropis dan hutan hujan basah subtropis atau tropis.
Burung cucak-cucakan memang sudah lama dikenal sebagai burung kicau yang mumpuni. Jenis burung ini memiliki variasi kicauan yang sangat beragam. Salah satu jenis burung cucak-cucakan yang sudah populer di kalangan kicaumania adalah jenis cucak jenggot. Cucak Jenggot dikenal karena burung ini bisa mengeluarkan suara tembakan yang khas.
  • Video yuotube suara cucak jenggot dan penampakannya versi 1, Silakan KLIK DISINI
  • Video yuotube suara cucak jenggot dan penampakannya versi 2, Silakan KLIK DISINI
  • Video yuotube suara cucak jenggot dan penampakannya versi 3, Silakan KLIK DISINI
  • Video yuotube suara cucak jenggot dan penampakannya versi 4, Silakan KLIK DISINI
  • Video yuotube suara cucak jenggot dan penampakannya versi 5, Silakan KLIK DISINI
Cucak Jenggot atau yang memiliki nama latin Alophoxius Bres (Grey-Cheeked bulbul dalam bahasa Inggris) merupakan keluarga dari Pycnonotidae. Burung pemakan buah ini memiliki suara besetan yang cukup khas dan sering disertai dengan tembakan, baik itu cucak jenggot jantan maupun cucak jenggot betina. Meski oleh sebagian kicau mania cucak jenggot sering di anggap sebagai burung master, namun dalam perkembanganya, cucak jenggot bisa juga dijadikan sebagai maskot dan bahkan dimaster oleh burung lain, terutama cucak jenggot jantan.


Untuk bisa membedakan jenis kelamin cucak jenggot, pada dasarnya memang tidak mudah layaknya mengenali ciri-ciri cucak ijo atau burung lainya. Namun demikian, berikut di bawah ini sekilas cara membedakancucak jenggot jantan dan cucak jenggot betina.

Ciri-Ciri Cucak Jenggot Jantan
  • - Suara kicauan variatif dan tidak hanya monoton.
  • - Jika di trek dengan cucak jenggot lain, tidak ngeleper (menggetarkan sayap).
  • - Jika usianya sudah mapan, Cucak jenggot jantan tidak bertelur apabila kelebihan extra fooding.
  • - Badan lebih simetris baik itu di lihat dari kepala, punggung maupun ekor.
  • - Warna di dada lebih banyak di dominasi dengan warna kuning.
Ciri-ciri Cucak Jenggot Betina
  • - Suara kicauan cenderung monoton dan lebih banyak di dominasi dengan suara besetan / ngesrek.
  • - Jika di trek dengan cucak jenggot lain, khususnya dengan cucak jenggot jantan, sayapnya akan ngeleper.
  • - Jika usianya sudah mapan, Cucak jenggot betina akan bertelur, terutama jika digenjot dengan extra fooding.
  • -. Bentuk badan kurang begitu simetris
  • - Warna dada lebih banyak di dominasi dengan warna putih dibanding dengan warna kuning.
Perlu diketahui bahwa ciri-ciri cucak jenggot jantan dan ciri-ciri cucak jenggot betina di atas hanyalah berdasar pada pengalaman dari mayoritas pemain burung. Persoalan valid atau tidaknya, silahkan di coba sendiri.

Tips Singkat Cara Merawat Cucak Jenggot

Berikut ini adalah panduan singkat cara merawat burung yang menggemaskan ini.
  • Sering-seringlah memandikan burung ini pada malam hari dengan cara menyemprotnya sampai basah. Boleh juga memakai karamba.
  • Burung ini perlu ditaruh di luar ruangan mulai jam 5 pagi sebelum matahari terbit. Perawatan yang satu ini disebut juga sebagai pengembunan. Setelah itu, Cucak Jenggot boleh dimandikan dan di angin-angini.
  • Setelah matahari mulai terik, burung boleh dimasukkan ke dalam ruangan selama beberapa jam agar tidak kepanasan terkena sinar matahari yang terik. Istilah ini disebut juga sebagai dikerodong.
  • Selain diberi air minum, burung ini juga perlu diberikan madu juga. Jadi, selain tempat minum air biasa, tambahkan juga tempat madu secara terpisah.
  • Untuk memberi makan Cucak Jenggot, berikan pisang segar yang diolesi madu sertiap hari. Selain itu, boleh juga diberi jangkrik yang sudah dipisahkan dari kepala dan kakinya. Agar lebih bagus lagi, tambahkan juga jahe yang sudah dicincang sekecil mungkin dan dimasukkan ke dalam jangkrik tersebut.

loading...

Blog, Updated at: 20:37:00
loading...