Kupas Tuntas Cara Budidaya Ayam Jowo Super (Joper), Keunggulan dan Analisa Usaha Beternak Ayam Joper

loading...

Mengenal Ayam Joper, Cara Beternak Hingga Panen dan Jenis Persilangan Ayam Untuk Mendapatkan Bibit Ayam Jowo Super

Apa yang dimaksud ayam jowo super seperti judul artikel ini? Apa bedanya dengan ayam kampung? Ayam Joper adalah ayam hasil persilangan antara ayam bangkok atau ayam kampung pejantan dengan petelur betina. Di berbagai wilayah ayam joper memiliki sebutan yang berbeda-beda yaitu seperti ayam jawa super, ayam koper, ayam kampung super, kamper dan berbagai sebutan nama lainnya. Induk dari ayam petelur membawa keturunan yang mudah tumbuh besar sedangkan ayam bangkok atau ayam kampung membawa keturunan daging ayam kampung yang lebih padat dan gurih. Peminat JOPER dari hari ke hari semakin meningkat

Untuk saat ini beternak Ayam Kampung Super peminatnya mengalami peningkatan. Beternak ayam kampung mempunyai daya tarik diantaranya adanya harga jual Ayam Kampung Super siap konsumsi yang relatif lebih stabil cenderung mengalami peningkatan terutama pada bulan-bulan tertentu, mempunyai banyak konsumen fanatik yang menyukai rasa daging ayam kampung, pangsa pasar yang masih cukup luas, mempunyai sifat unggul yaitu lebih tahan terhadap penyakit jadi bisa mengurangi resiko terjangkit penyakit dan mempunyai pertumbuhan yang cepat sehingga masa panen cepat.

Sebagai alternatif pilihan daging ayam, variasi ayam kampung Joper (Jowo Super) bisa menjadi pilihan. Oleh para pebisnis kuliner, permintaan jenis ayam ini, baik dari sisi daging maupun telur, makin banyak dilirik. Mengapa? Ayam kampung Joper bisa dipanen lebih cepat daripada ayam kampung biasa, sekitar 50 hari untuk bobot 1 kg. Selain itu, cita rasa dan tekstur ayam Joper juga tidak kalah dengan ayam kampung murni, terutama untuk ayam Joper muda.

Kelebihan lain ayam kampung sudah persilangan ini antara lain, tingkat kematian sekitar 5%, pemeliharaan tanpa bau, bahkan cara beternaknya sederhana karena dapat memanfaatkan lahan di rumah.

Dari mana asal-usul ayam Ayam Joper ini? Ayam Joper dihasilkan dari indukan ras ayam dengan jenis ayam petanjan lain seperti bangkok, pelung, ayam kedu, atau jenis lainnya. Setidaknya ada lima jenis variasi persilangan untuk menghasilkan ayam Joper; misalnya ayam Kedu dengan ayam White Leghorn, Rhode Island, ayam ras pedaging dengan ayam kampung, ayam petelur dengan ayam kampung bangkok, ayam ras petelur dan ayam bangkok, serta persilangan ayam Lignan dengan ayam kampung. Namun, perlu diketahui jika indukan ayam betina Joper disilangkan kembali akan menghasilkan jenis ayam yang mutunya jelek.

Berikut beberapa kemudahan dalam beternak ayam joper.

  1. Beternak dapat dilakukan dalam berbagai skala, peternak dapat memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah.
  2. Dilakukan secara intensif. Ayam dikandangkan sepenuhnya sejak DOC hingga panen.
  3. Pemeliharaan lebih mudah dan efisien. Pemberian pakan teratur, baik jumlahnya maupun jadwal pemberiannya.
  4. Pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan dengan ayam kampung biasa.
  5. Pertumbuhan ayam bisa optimum sesuai dengan jadwal panen dan target pasar.
  6. Ayam lebih terjaga dari serangan penyakit dengan manajemen pemeliharaan yang baik.
  7. Sistem panen keseluruhan, sehingga dapat merencanakan periode beternak.

Sebelum beternak JOPER hal yang harus dilakukan yaitu menganalisa beternak ayam JOPER
Sebelum beternak JOPER hal yang harus dilakukan yaitu menganalisa beternak ayam JOPER

Analisa Ayam Kampung Super (Joper)

Dalam memulai usaha tersebut kita bisa mencoba menganalisa ternak  joper dengan kapasitas 100 ekor. Alasan memulai usaha dengan 100 ekor karena untuk menghindari suatu hal yang tidak diinginkan. Apabila sudah yakin dan merasa mampu dalam penanganan untuk jumlah yang banyak maka bisa ditambahkan jumlahnya secara bertahap. Dan dengan analisa ternak joper terlebih dahulu kita juga bisa mengetahui penghasilan perhari dan perbulannya. Hal ini juga bertujuan agar kita bisa memperkirakan keberlangsungan usaha yang akan dijalani.

Sebagai pemula, dalam beternak tentu saja menemukan kebingungan dalam bagaimana cara memulai usaha ternak ayam joper tersebut. Karena apabila kita salah dalam memulai usaha tersebut maka bisa saja usaha tersebut gagal ditengah jalan. Untuk harga doc joper di pulau jawa dapat mencapai sekitar Rp. 6.300 per ekornya. Tetapi harga tersebut dapat sewaktu – watu berubah mengikuti harga yang ditawarkan di pasaran. 

Berikut adalah analisa ternak ayam kampung super (Joper) kapasitas 100 ekor : 

Harga DOC Joper 100 ekor = Rp 6.300 ( 1 ekor ) = Rp 630.000

Pakan (BR 1) 4 karung = Rp 350.000 (sak) = Rp 1.400.000

Vaksin = Rp 100.000

Vitamin = RP 36.000

5 Lampu bohlam = Rp 20.000

Tempat makan dan minum = Rp 150.000

Listrik = Rp 50.000

—-————————————————- +

Total               =           Rp 2.386.000

Pendapatan :

Misal, fcr 2,5 maka hasil panen kurang lebih 80 kg.

FCR adalah jumlah pakan yang di butuhkan di bagi  jumlah panen yang di hasilkan.

Diambil dari beberapa informasi bahwa harga ayam joper saat ini yaitu Rp 37.000/kg. Jadi bisa di katakana bahwa pendapatan untuk 100 ekor ayam kampung super (JOPER) yaitu sekitar Rp 3.330.000. Untuk melakukan perawatan ayam joper sampai panen yaitu membutuhkan waktu kurang lebih 2 bulan atau 60 hari. Waktu masa panen 60 hari ini cukup singkat di bandingkan dengan ayam kampung lainnya. Dan tidak lama-lama Anda menunggu karena dengan waktu kurang lebih 2 bulan itu Anda sudah dapat keuntungan.

Dengan modal Rp 2.386.000 berdasarkan perhitungan di atas kira-kira Anda akan mendapat keuntungan sekitar Rp 944.000. Namun perhituangan tersebut belum termasuk dalam pembuatan kandangnya. 

Catatan : harga-harga tersebut menyesuaikan dengan tiap wilayah. Jadi, bisa berubah-ubah tergantung dengan wilayah Anda dan keuntungan juga bisa berubah-ubah pula.

Berikut ini cara beternak ayam Joper yang dapat menjadi referensi Anda sebagai pemula untuk memulai usaha ternak ayam Joper:

1. Kandang & Peralatannya

– Pemanas
Untuk DOC ayam dengan jumlah 100-300 ekor cukup menggunakan lampu bohlam ukuran 60-100 watt, per 100 ekor 1 bohlam

Untuk DOC ayam lebih dari itu lebih baik menggunakan pemanas LPG, selain lebih bagus, biayanya juga lebih murah daripada menggunakan lampu bohlam

– Tempat Pakan
Untuk tempat pakan, lebih baik menggunakan yang ukuran kecil, namun jumlahnya banyak, agar ayam bisa mendapatkan pakan secara merata dan tidak rebutan.

– Tempat Minum
Sama seperti tempat pakan, lebih baik menggunakan ukuran kecil namun jumlahnya banyak daripada yang besar namun jumlah terbatas

Untuk ayam yang masih kecil, tempat minum di berikan kerikil/batu kecil-kecil agar ayam hanya bisa mengambil minum, tanpa harus masuk ke dalam tempat minum (Jika ayam sering masuk ke tempat minum, ditakutkan terkena virus atau mungkin kedinginan, sehingga menyebapkan kematian)

– Ukuran kandang
Untuk masa grower, 1 meter persegi sudah cukup untuk 100 ekor ayam, nanti semakin lama semakin besar ukuran ayam, pindah ke kandang yang lebih besar

Untuk ukuran rata rata, ayam joper umur 2 bulan per 1 m2 kandang, cukup menampung 9-10 ekor ayam

– Lantai kandang
Untuk masa Breeding, gunakan sekam lalu di campur dengan pasir untuk menyerap kotoran dan agar tidak bau. Bisa juga di bawah sendiri dikasih kertas koran

Untuk masa pembesaran dan masa finisher, pindahkan ke kandang yang lebih luas dan yang memiliki lantai kandang sekam + pasir yang lebih tebal.

Meski ayam joper merupakan hasil persilangan antara ayam petelur dengan ayam kampung, untuk tampilannya sendiri memang hampir mirip dengan ayam kampung, berikut ciri-ciri ayam joper:

  1. Ukuran ayam joper lebih besar
  2. Warna bulu ayam joper didominasi oleh warna putih dan kuning dengan kombinasi warna lain, yakni warna abu-abu dan cokelat
  3. Gerakannya lebih aktif
  4. Memiliki daya tahan tubuh yang kuat, sehingga resiko kematian sangat kecil
  5. Masa panen berkisar selama 60 hari

kandang-ayam-joper

Dalam proses pemeliharaan atau ternak ayam joper, hal pertama yang harus diperhatikan adalah dalam menyiapkan kandang. Kandang merupakan tempat khusus yang dibuat sebagai tempat tinggal hewan.

Kandang adalah sebagai lingkungan tempat hidup hewan peliharaan, dalam hal ini ayam joper. Lingkungan tempat tinggal ayam joper menjadi hal yang penting dan sangat perlu diperhatikan, pasalnya hal inilah yang akan menentukan kualitas ternak ayam joper.

Adapun bentuk kandang ayam joper ini sangatlah sederhana bila dibandingkan dengan kandang ayam broiler. Ini disebabkan karena dalam pemeliharaannya lebih mudah dan praktis.

Namun, tetap saja kebersihan dan sirkulasi udara kandang menjadi hal utama yang harus diperhatikan oleh setiap peternak.

kandang-ayam-joper

Sebelum memutuskan untuk membuat kandang ayam joper, Anda perlu memperhatikan hal berikut ini:

1. Pemilihan Lokasi Kandang

Kandang ayam joper yang hendak Anda buat, sebelumnya harus ditempatkan pada posisi yang tepat. Lokasi menjadi hal yang paling menentukan pertumbuhan ayam joper ini.

Kandang ayam joper harus ditempatkan pada lokasi yang jauh dari pemukiman masyarakat, kondusif, memiliki suhu udara yang stabil (tidak terlalu dingin atau panas), siklus udara yang baik, kelembaban maksimal di angka 70% serta akses lokasi yang mudah untuk proses pengangkutan pada saat pembenihan atau panen.

2. Pembuatan Kandang Ayam

Setelah lokasi kandang ayam ditentukan, selanjutnya adalah penyediaan kandang ayam itu sendiri. Anda harus menyediakan kandang yang representatif supaya pertumbuhan ayam optimal dan tidak terkena serangan penyakit.

Pembuatan kandang ayam ini dilakukan dengan cara yang sangat sederhana serta biaya murah. Salah satunya adalah kandang yang terbuat dari bambu yang dibelah.

Selanjutnya di setiap bagian sisi dibuat ruji-ruji dengan jarak berkisar antara 1,5 sampai dengan 2 cm dengan tujuan sirkulasi udara.

Kandang yang disediakan untuk DOC umumnya berbentuk box yang didalamnya terdapat sumber pemanas buatan yang berfungsi sebagai penghangat. Penghangat ini berupa lampu dengan kekuatan 5 sampai dengan 10 watt. Adapun DOC merupakan ayam yang belum sempurna menetas.

Pemeliharaan DOC menjadi hal yang sangat di prioritaskan karena fase ini menentukan seberapa hasil panen yang nantinya akan dihasilkan. Perkembangan DOC harus diperhatikan setiap harinya.

kandang-ayam-joper

Berikut indikator yang terjadi bila anak ayam merasa kepanasan atau kedinginan:

  1. Jika anak ayam berkumpul di dekat sumber hangat (lampu), dapat diindikasi bahwa anak ayam merasa kedinginan. Untuk itu, Anda perlu menambahkan kembali sumber energi penghangat yang ada. Begitupun sebaliknya.
  2. Jika anak ayam merata pada seluruh area kandang, maka hal ini menandakan bahwa suhu kandang sudah cukup atau ideal

Proses pembesaran ayam joper dilakukan pada ayam yang berumur lebih dari 3 minggu. Kandang yang disediakan berbentuk memanjang dengan ukuran 6 sampai dengan 9 meter dengan tinggi 50 sampai dengan 70 meter.

Ukuran ini bergantung pada lokasi yang tersedia. Alas atau lantai pada kandang ayam joper dibubuhi sekam padi, kapur dan serbuk gergaji. Dalam perawatannya, sekam perlu di bolak-balik secara berkala untuk menjaga kelembaban agar tidak mudah ditumbuhi jamur.

Selama 6 minggu ayam terus dirawat dan diperhatikan pertumbuhannya hingga masa panen tiba. Saat proses panen dilakukan berat ayam joper ini berkisar antara 700 gram sampai dengan 900 gram.

2. Pemilihan Bibit Yang Tepat

Kesuksesan beternak ayam joper, sangat ditentukan oleh bibit ayam yang bagus. Jika di persentasi, bibit menyumbang 40% kesuksesan beternak, Karena seahli apapun peternak, kalau pas dapat bibit yang kurang bagus, bisa dipastikan akan ada kegagalan.

Bibit Joper Hasil Persilangan ayam kampung dan ayam ras pedaging

Sebagian pembibit ayam kamper hanya menggunakan dua bahan saja, yaitu betina ayam kampung dan pejantan ayam ras pedaging (broiler). Jenis ayam pedaging yang bagus dijadikan bahan antara lain Hybro dan Arbor Acres.
Sama seperti penjelasan sebelumnya, masyarakat awam hanya bisa memperoleh ayam ras pedaging dalam bentuk final stock. Apabila Anda memiliki anggota keluarga, kerabat, atau sahabat dekat yang bekerja di pabrik pembibitan ayam, mungkin bisa mendapatkan parent stock Hybro dan Arbor Acres (entah bagaimana caranya), atau boleh juga jenis ayam ras pedaging lainnya.
Kalau menggunakan parent stock, lama pemeliharaan ayam kamper hingga panen bisa dipersingkat menjadi 45 hari, dengan bobot badan rata-rata 1,0 kg. Apabila menggunakan final stock, masa panen umumnya 50 – 60 hari dengan bobot badan 0,8 – 1,0 kg.
Cara ini memang lebih praktis, karena hanya menggunakan dua bahan, tetapi kelemahannya makin banyak. Misalnya warna bulunya dominan putih, bahkan lebih banyak dibandingkan dengan model pertama, dan hanya diselingi beberapa warna hitam pada individu lainnya.


Bibit Joper Hasil Persilangan ayam kampung dan ayam ras petelur

Cara ini pernah dilakukan sejumlah mahasiswa Fakultas Peternakan UGM sekitar tahun 1986 – 1989, dipelopori Ali Agus (kini gurubesar di fakultas tersebut), melalui program Desa Binaan Ayam Buras di Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman. Ini merupakan program Senat Mahasiswa di masa kepemimpinan Ahmad Wahyudi (1985 – 1987), kemudian saya teruskan saat didapuk menjadi ketua umum Senat Mahasiswa (1987 – 1989).
Jenis ayam ras petelur yang digunakan adalah Harco, dan yang dijadikan bahan hanya pejantannya saja.  Pejantan Harco dikawinkan dengan betina ayam kampung. Orientasinya memang bukan ayam kampung super untuk diambil dagingnya, tetapi untuk diambil telurnya.
Hasilnya memang bagus. Melalui pemeliharaan semi-intensif (umbaran terpagar), produktivitas telur F1 hasil persilangan ini bisa mencapai 41,3 – 54,35%. Ayam kampung asli yang dipelihara tradisional hanya memiliki produktivitas telur 19,03%.
Iseng-iseng saya membeli sekitar 50 ekor, kemudian saya pelihara di Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Sleman, untuk penelitian kecil-kecilan. Meski tujuan awalnya untuk dijadikan ayam kampung petelur, ternyata pertumbuhan badannya lebih cepat daripada ayam kampung biasa.
Namun, pertumbuhannya masih kalah dari dua model persilangan yang jelaskan sebelumnya, karena bobot badan pada umur 12 minggu (3 bulan) hanya 716 gram, dan sebulan kemudian baru mencapai 1,035 kg. Adapun keunggulannya justru pada warna bulu yang sangat beragam, mirip dengan ayam kampung. Rasa dan tekstur dagingnya juga tidak jauh berbeda dari ayam kampung.

Bibit Joper Hasil Persilangan ayam ras petelur dan ayam bangkok / pelung / cemani
Saya menulis ayam bangkok, ayam pelung, dan ayam cemani dengan tanda slash, karena beberapa pembibit ayam kamper menggunakan bahan yang berbeda, namun ayas ras petelur yang digunakan sama, yaitu White Leghorn. Beberapa pembibit di Mojokerto, misalnya, lebih senang menggunakan ayam bangkok. Sedangkan di Indramayu dan Bekasi umumnya menggunakan ayam pelung dan ayam cemani.
Dalam hal ini, yang digunakan adalah betina White Leghorn dan pejantan ayam bangkok / pelung / cemani. Tidak ada perkawinan berjenjang di sini, sehingga induk jantan dan induk betina difungsikan sebagai “parent stock” untuk menghasilkan final stock berupa ayam kamper.

Pertumbuhan badannya tidak sebagus model pertama dan kedua, tetapi masih lebih bagus daripada model ketiga. Sama seperti model pertama dan kedua, warna bulu ayam kamper hasil persilangan ini juga dominan putih, dengan selingan warna hitam pada beberapa individu. Keluhan lainnya adalah dagingnya yang sedikit berminyak.

Daftar Harga Doc Joper Hari Ini

Jenisumurjumlahharga
Doc joper1-2 bulan100 ekor60.000
Doc joper3-4 bulan100 ekor135.000
Doc joper1-2 bulan50 ekor32.000

3. Pemilihan Pakan Ayam

Yang sering di tanyakan oleh peternak pemula kepada kami adalah “Pakannya pake apa ya? kira kira kebutuhan pakannya sampai panen berapa banyak?”

Baik, secara umum, ayam joper menggunakan pakan persis ayam broiler.

Dikarenakan ada beberapa fase dalam pertumbuhan ayam : fase starter, fase pembersaran, fase finisher

Setiap masa membutuhkan kebutuhan nutrisi / vitamin sendiri sendiri sehingga kebutuhan pakannya pun berbeda

Untuk masa starter bisa menggunakan pakan starter seperti 511 , … ,… ,

Untuk masa pembesaaran bisa menggunakan pakan pembesaran

Untuk kebutuhan pakan mulai dari umur 1-60 hari, per 100 ekor ayam joper membutuhkan 2 kwintal / 4 karung pakan.

Adapun alternatif pakan ternak ayam kampung yang mudah dan efisien meliputi sumber pakan nabati dan bahan pakan hewani.

Sumber pakan nabati ada berbagai macam, antara lain :

1.Dedak halus

Dedak merupakan sisa bahan limbah penggilingan padi yang dihaluskan.

Dedak Halus
Dedak Halus

2. Jagung

Jagung dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan maupun pakan ternak, dan termasuk produk pertanian.Kandungan gizinya cukup tinggi, jagung sangat baik sebagai campuran pakan akan unggas guna meningkatkan produktivitas.

3. Bungkil kelapa

Pemanfaatan limbah bungklkelapa bisa digunakan sebagai sa;ah satu bahan ternak karena memiliki kandungan protein dan lemak yang cukup tinggi. Bungkil tersebut memliki warna coklat tua dan coklat muda, namun yang paling cocok untuk digunakan adalah yang berwarna coklat muda.

Tanaman yang terdebar diseluruh indonesia tersebut produksinya mendapat nomor tiga didunia. Kandungan karbohidrat dari singkong cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai pakan alternatif ayam kampung yang dipelihara secara intensif. Tidak hanya itu saja singkong juga bisa digunakan untuk bahan pangan. Singkong mentah sebaiknya digunakan tidak lebih dari 2 hari setelah panen, karena terdapat kandungan asam sianida yang cukup tinggi sehingga tidak baik untuk digunakan sebagi pakan ternak. 

4. Bungkil kedelai

Limbah yang satu ini dihasilkan dari pabrik minyak kedelai, kandungannya pun protein kurang lebih 42,7% dankandungan serat kasarnyayang rendajh, kurang lebih 6%.Kacang kedelai mentah tidak dianjurkan sebagai pakan ternak karena mengandung beberapa trypsin yang tidak tahan panas. Oleh karena itu untuk diolah terlebih dahulu sebelum dipergunakan.

Bungkil Kedelai
Bungkil Kedelai

Sumber pakan hewani diantaranya :

1. Tepung ikan

Tepung ikan umumnya berasal dari sisa-sisa pengolahan ikan yang tidak terpakai, kandungan tepung ikan yaitu protein yang cukup tinggi. Namum terkadang kandungan gizinya berbeda -beda, sesuai dengan jenis ikan. Tepung ikan dapat dibuat dengan sederhana yaitu dengan menjemur dibawah sinar matahari, untuk penghalusan dapat ditumbuk atau digiling.

2. Tepung udang

Kandungan dari tapung udang ialah protein yang cukup tinggi, berkisar 43 – 47 %, bahan ini menjadi salah satu alternatif pakan. Tepung udang berasal dari industri udang yang kualitas gizinya tergantung dari bagian yang tergilig. Kulit udang atau bagian udang yang masih dapat dimanfaatkan dan berkualitas banyak terdapat pada kepala dan kaki. 

Tepung Udang
Tepung Udang

3. Tepung tulang

Tepung tulang digunakan sebagai sumber mineral, yang umumnya mengandung calcium 24 – 25% dan phospor 12 – 15%. Sifat dari tepung tulang ialah sebagai pelengkap, untuk pemakaiannyz hanya sedikit. 

4. Tepung kerang

Merupakan sumber calcium dengan kandungan hampir 36%. Tepung kerang ini sering digunakan alternatif sumber calcium jika ketersediaannya melimpah dan murah. 

Tepung Kerang Putih
Tepung Kerang Putih

Bahan pakan hewani yang satu ini cukup mudah untuk diperoleh di sekitar kita dan mudah untuk dibudidayakan. Sebagai pakan ayam joper agar cepat besar, bekicot dapat diberikan dalam bentuk basah dan segar, kering atau dalam bentuk tepung. Kandungan bekicot dalam bentuk basah (segar) 54,30% kering 64,13% dan tepung 24,80%.

5. Bahan pakan suplemen

Bahan pakan suplement adalah bahan pelengkap yang mengandung zat – zat yang tidak ada atau sedikit terdapat pada pakan alami yang diproduksi oleh pabrik. Pakan yang mengandung bahan supleman meliputi vitamin, mineral,lysine dan mthionine, probiotik. Suplemen tersebut cukup penting bagi hewan ternak. 

Untuk konsentrat ayam joper dapat diberikan dari DOC sampai masa panen. Cukup banyak yang dapat dilakukan untuk membuat pakan ternak ayam kampung super yang dapat anda buat sendiri dan dengan komposisi yang sudah diperkirakan sebelumnya.

4. Persiapan DOC Pertama Kali Datang

Setelah kandang dan pakan siap, dan sudah ada jadwal DOC pesanan anda dikirim, maka anda harus bersiap siap. Yang palin penting adalah mengecek apakah pemanas, tempat pakan dan minum sudah siap?, Kalau sudah siap berarti kandang siap di isi doc.

Sebelum DOC datang anda harus menyiapkan air gula merah, air gula ini nanti akan diberikan kepada ayam pertama kali setelah ayam melalui perjalanan yang jauh. Tujuan dari pemberian air adalah untuk memulihkan tenaga ayam. Pemberian air gula ini cukup sekali saja, setelah 1/2 – 1 jam setelah itu baru di berikan pakan dan minumnya.

5. Masa Breeding

Masa breeding adalah fase ayam umur 1-10 harian. Pada fase ini ayam harus “dimanjakan” karena sangat mempengaruhi fase selanjutnya. Jika penanganan ayam di masa ini salah, maka gampang terjadi kematian atau kalau ndak gitu pertumbuhan ayam di fase selanjutnya sangat lambat.

Pada masa ini yang paling urgent adalah pemanas. Pemanas yang di pasang untuk ayam harus cukup. Kalau ayam jumlahnya 100-300 box cukup pakai pemanas bohlam. Jika ayam lebih dari itu disaran kan menggunakan pemanas sejenis kompor.

Selama 1-10 harian, pemanas tersebut harus di nyalakan.

6. Masa Pembesaran

Pada masa ini, ayam sudah mulai di lepas di kandang umbaran / kandang liter.

Ayam harus di rawat dengan baik, seperti pemberian pakan dan lain lain harus teratur.

Kebersihan kandang, tempat minum, tempat pakan juga harus benar benar dijaga karena sangat rentan tersebar penyakit dari kandang yang kotor.

Berikut analisa usaha ternak Ayam Jawa Super per 500 ekor, rekomendasi pemeliharaan min 500 ekor karena tenaga yang digunakan untuk memelihara 100 dan 500 ekor tidak jauh berbeda,jadi alangkah lebih baik langsung 500 ekor agar untung juga bisa lebih terasa.

A. Biaya Operasional

NoKeteranganHarga SatuanJumlah UnitJumlah
1Pembelian bibit Ayam Jawa superRp. 5.500500 ekorRp. 2.750.000
2PakanRp. 365.00020 SakRp. 7.300.000
3Vitamin dan VaksinRp. 150.000Rp. 150.000
JumlahRp 1.150.000,-

B. Hasil

Angka kematian standar berkisar antara 5-10%, ambil saja 20 ekor mengalami kematian, maka pada saat panen jumlahnya 480 ekor dengan berat rata-rata 0,9kg atau 9 ons.

Harga ayam terendah adalah Rp 20.000,-/kg (biasanya karena dampak permintaan turun, tahun 2013 terjadi di bulan januari-maret). Fluktuasi harga antara Rp 22.000,- s.d Rp. 25.000,- per kilogram (kg).

NoKeteranganHargaJumlah KiloJumlah Uang
1Penjualan AyamRp 28.000/kg0.95kg x 480 = 456 kg13.440.000
JumlahRp 13.440.000,-
Keuntungan= Pemasukan-Pengeluaran
= Rp 13.330.000-Rp.10.150.000
= Rp. 2.594.000

Data yang kami berikan berdasarkan harga pasar terbaru dan terupdate bulan ini (april 2019) di kota Yogyakarta, di tempat lain disesuaikan.

7. Panen

Ayam joper bisa di panen umur 60-75 hari, tergantung perawatan dan ingin dipanen pada bobot berapa.

Anda harus sudah bersiap siap mencari bakul ayam jika usia dan bobot ayam dirasa sudah mencukupi.

Ingat, anda telat panen beberapa hari saja sudah bisa mempengaruhi kalkulasi, karena pakan harus anda keluarkan setiap hari.

Diolah dari berbagai sumber

loading...

Blog, Updated at: 15:37:00
loading...